<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Intip Peluang Industri Alat Berat di RI&amp;nbsp;</title><description>Industri alat berat di Indonesia menghadapi perubahan kebutuhan seiring meningkatnya aktivitas di sektor konstruksi, pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/27/320/3232589/intip-peluang-industri-alat-berat-di-ri-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/27/320/3232589/intip-peluang-industri-alat-berat-di-ri-nbsp"/><item><title>Intip Peluang Industri Alat Berat di RI&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/27/320/3232589/intip-peluang-industri-alat-berat-di-ri-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/27/320/3232589/intip-peluang-industri-alat-berat-di-ri-nbsp</guid><pubDate>Senin 27 Juli 2026 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/27/320/3232589/alat_berat-NlX8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Intip Peluang Industri Alat Berat di RI&amp;nbsp; (Foto: Dokumentasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/27/320/3232589/alat_berat-NlX8_large.jpg</image><title>Intip Peluang Industri Alat Berat di RI&amp;nbsp; (Foto: Dokumentasi)</title></images><description>JAKARTA - Industri alat berat di Indonesia menghadapi perubahan kebutuhan seiring meningkatnya aktivitas di sektor konstruksi, pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.&#13;
&#13;
Pelaku industri kini tidak hanya membutuhkan alat berat dengan kapasitas kerja tinggi, tetapi juga mengutamakan efisiensi operasional, kemudahan perawatan, serta dukungan layanan purna jual.&#13;
&#13;
Perubahan kebutuhan tersebut mendorong sejumlah perusahaan memperluas portofolio produk untuk menjangkau segmen pasar yang lebih beragam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satunya dilakukan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) yang memperkenalkan lini utility equipment baru berupa wheel loader dan bulldozer guna menjawab kebutuhan operasional di berbagai sektor industri.&#13;
&#13;
Presiden Direktur Hexindo Adiperkasa Dwi Swasono mengatakan, pelanggan kini semakin selektif dalam menentukan investasi alat berat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Strategi kami untuk memperluas portofolio produk di tengah kebutuhan industri terhadap alat berat yang semakin beragam,&amp;quot; ujar Dwi di Jakarta, Senin (27/7/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, keputusan pembelian tidak lagi semata didasarkan pada tenaga mesin atau kapasitas unit, tetapi juga mempertimbangkan biaya kepemilikan, keandalan alat, hingga kepastian layanan selama masa operasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak semua pelanggan membutuhkan solusi dengan spesifikasi yang sama, namun mereka memiliki kesamaan ekspektasi terhadap alat berat yang andal, produktif, dan didukung layanan purna jual,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut mencerminkan perubahan tren di industri alat berat yang menempatkan efisiensi sebagai salah satu faktor utama.&#13;
&#13;
Penggunaan teknologi pemantauan armada secara real time juga mulai menjadi kebutuhan untuk membantu perusahaan mengurangi risiko gangguan operasional dan menekan waktu henti (downtime).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di tengah berlanjutnya pembangunan infrastruktur nasional serta aktivitas pertambangan, perkebunan, dan kehutanan, prospek industri alat berat dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, pelaku usaha dituntut mampu menyediakan pilihan produk yang sesuai dengan karakteristik berbagai jenis pekerjaan di lapangan.&#13;
&#13;
Menurut Dwi, perusahaan akan terus mengevaluasi perkembangan pasar untuk menyesuaikan ketersediaan produk dengan kebutuhan industri yang terus berubah.&#13;
&#13;
Dinamika tersebut menunjukkan bahwa persaingan industri alat berat ke depan tidak hanya bertumpu pada spesifikasi produk, tetapi juga kemampuan perusahaan menghadirkan solusi operasional yang efisien, layanan purna jual yang kuat, serta dukungan teknologi guna meningkatkan produktivitas pengguna.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Hexindo memperkenalkan empat model WIXIM Supported by LANDCROS yang terdiri dari dua kategori, yaitu Wheel Loader, model WZW140B-G dan WZW220B-G, serta Bulldozer, model WZD170B-G dan WZD250B-F.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah bukti keseriusan kami dalam menghadirkan solusi yang siap mendampingi pelanggan menghadapi berbagai tantangan operasional di lapangan,&amp;rdquo; tutup Dwi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Industri alat berat di Indonesia menghadapi perubahan kebutuhan seiring meningkatnya aktivitas di sektor konstruksi, pertambangan, perkebunan, dan kehutanan.&#13;
&#13;
Pelaku industri kini tidak hanya membutuhkan alat berat dengan kapasitas kerja tinggi, tetapi juga mengutamakan efisiensi operasional, kemudahan perawatan, serta dukungan layanan purna jual.&#13;
&#13;
Perubahan kebutuhan tersebut mendorong sejumlah perusahaan memperluas portofolio produk untuk menjangkau segmen pasar yang lebih beragam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satunya dilakukan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) yang memperkenalkan lini utility equipment baru berupa wheel loader dan bulldozer guna menjawab kebutuhan operasional di berbagai sektor industri.&#13;
&#13;
Presiden Direktur Hexindo Adiperkasa Dwi Swasono mengatakan, pelanggan kini semakin selektif dalam menentukan investasi alat berat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Strategi kami untuk memperluas portofolio produk di tengah kebutuhan industri terhadap alat berat yang semakin beragam,&amp;quot; ujar Dwi di Jakarta, Senin (27/7/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, keputusan pembelian tidak lagi semata didasarkan pada tenaga mesin atau kapasitas unit, tetapi juga mempertimbangkan biaya kepemilikan, keandalan alat, hingga kepastian layanan selama masa operasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak semua pelanggan membutuhkan solusi dengan spesifikasi yang sama, namun mereka memiliki kesamaan ekspektasi terhadap alat berat yang andal, produktif, dan didukung layanan purna jual,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut mencerminkan perubahan tren di industri alat berat yang menempatkan efisiensi sebagai salah satu faktor utama.&#13;
&#13;
Penggunaan teknologi pemantauan armada secara real time juga mulai menjadi kebutuhan untuk membantu perusahaan mengurangi risiko gangguan operasional dan menekan waktu henti (downtime).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di tengah berlanjutnya pembangunan infrastruktur nasional serta aktivitas pertambangan, perkebunan, dan kehutanan, prospek industri alat berat dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, pelaku usaha dituntut mampu menyediakan pilihan produk yang sesuai dengan karakteristik berbagai jenis pekerjaan di lapangan.&#13;
&#13;
Menurut Dwi, perusahaan akan terus mengevaluasi perkembangan pasar untuk menyesuaikan ketersediaan produk dengan kebutuhan industri yang terus berubah.&#13;
&#13;
Dinamika tersebut menunjukkan bahwa persaingan industri alat berat ke depan tidak hanya bertumpu pada spesifikasi produk, tetapi juga kemampuan perusahaan menghadirkan solusi operasional yang efisien, layanan purna jual yang kuat, serta dukungan teknologi guna meningkatkan produktivitas pengguna.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Hexindo memperkenalkan empat model WIXIM Supported by LANDCROS yang terdiri dari dua kategori, yaitu Wheel Loader, model WZW140B-G dan WZW220B-G, serta Bulldozer, model WZD170B-G dan WZD250B-F.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah bukti keseriusan kami dalam menghadirkan solusi yang siap mendampingi pelanggan menghadapi berbagai tantangan operasional di lapangan,&amp;rdquo; tutup Dwi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
