<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Chandra Asri (TPIA) Emiten Prajogo Pangestu Raup Pendapatan Rp95,7 Triliun di Semester I-2026</title><description>PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan pendapatan sebesar USD5,3 miliar atau setara Rp95,7 triliun (kurs Rp18.073 per USD) pada semester pertama 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/29/278/3233057/chandra-asri-tpia-emiten-prajogo-pangestu-raup-pendapatan-rp95-7-triliun-di-semester-i-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/29/278/3233057/chandra-asri-tpia-emiten-prajogo-pangestu-raup-pendapatan-rp95-7-triliun-di-semester-i-2026"/><item><title>Chandra Asri (TPIA) Emiten Prajogo Pangestu Raup Pendapatan Rp95,7 Triliun di Semester I-2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/29/278/3233057/chandra-asri-tpia-emiten-prajogo-pangestu-raup-pendapatan-rp95-7-triliun-di-semester-i-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/29/278/3233057/chandra-asri-tpia-emiten-prajogo-pangestu-raup-pendapatan-rp95-7-triliun-di-semester-i-2026</guid><pubDate>Rabu 29 Juli 2026 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/29/278/3233057/tpia-MUZd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chandra Asri (TPIA) Emiten Prajogo Pangestu Raup Pendapatan Rp95,7 Triliun di Semester I-2026 (Foto: TPIA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/29/278/3233057/tpia-MUZd_large.jpg</image><title>Chandra Asri (TPIA) Emiten Prajogo Pangestu Raup Pendapatan Rp95,7 Triliun di Semester I-2026 (Foto: TPIA)</title></images><description>JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan pendapatan sebesar USD5,3 miliar atau setara Rp95,7 triliun (kurs Rp18.073 per USD) pada semester pertama 2026.&#13;
&#13;
Sementara, emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu,ini meraup laba bersih USD371,2 juta atau setara Rp6,70 triliun dan EBITDA sebesar USD802,6 juta.&#13;
&#13;
Group CFO dan Direktur Chandra Asri Group Andre Khor mengatakan, di tengah volatilitas industri global, fokus perusahaan tidak hanya menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga memastikan setiap langkah transformasi berjalan secara disiplin untuk membangun findasi pertumbuhan yang semakin kuat dan terdiversifikasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kinerja semester pertama 2026 menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil memperkuat model bisnis terintegrasi sekaligus mencerminkan keberhasilan transformasi Chandra Asri Group menjadi platform regional di bidang energi, kimia, dan infrastruktur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan, kami tetap fokus menjalankan strategi pertumbuhan melalui investasi yang disiplin, penguatan struktur permodalan, serta penyelesaian proyek-proyek strategis seperti CA-EDC untuk memperkuat daya saing di Asia Tenggara,&amp;quot; katanya di Jakarta, Rabu (29/7/2026).&#13;
&#13;
Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, Perseroan juga terus memperkuat struktur permodalan melalui penyelesaian penerbitan final Obligasi Berkelanjutan V yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) serta meningkatkan free float menjadi 25,7%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ini memperkuat fleksibilitas pendanaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya tarik Chandra Asri Group di mata investor domestik maupun global,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Di sektor kimia, TPIA terus memperluas kapabilitas regional melalui pembangunan Pabrik Chandra Asri Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC), yang kini telah mencapai 72% dan memasuki fase pembangunan infrastruktur utama. Proyek strategis nasional ini tetap berada pada target untuk memulai operasi komersial pada 2027.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perseroan juga telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD80 juta, yang akan meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta mengoptimalkan integrasi operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri Group di Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sektor energi, Chandra Asri Group berhasil melanjutkan integrasi pasca-akuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas cold storage, yang memperluas kapabilitas mobilitas energi serta efisiensi rantai pasok.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perseroan juga akan melanjutkan pembangunan proyek Condensate Splitter Unit (CSU) dan revitalisasi Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom yang tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Kedua fasilitas tersebut diproyeksikan memberikan tambahan EBITDA sekitar USD20 juta per bulan, sehingga semakin meningkatkan kontribusi bisnis energi.&#13;
&#13;
Pada sektor infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) terus menjadi salah satu mesin pertumbuhan grup melalui ekspansi bisnis kepelabuhanan dan penyimpanan, logistik, serta maritim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
CDI memperluas kolaborasi strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS), mencatat progres pembangunan fasilitas tangki bitumen sebesar 75%, serta menyelesaikan pelayaran perdana kapal Novah yang semakin memperkuat kapabilitas logistik.&#13;
&#13;
Selain itu, pembentukan kemitraan strategis Aster Power bersama Sembcorp dan CDI serta mulai beroperasinya Aster Ports &amp;amp; Terminals sejak 1 Juli 2026 semakin memperkuat fondasi baru bagi pengembangan platform infrastruktur regional.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan pendapatan sebesar USD5,3 miliar atau setara Rp95,7 triliun (kurs Rp18.073 per USD) pada semester pertama 2026.&#13;
&#13;
Sementara, emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu,ini meraup laba bersih USD371,2 juta atau setara Rp6,70 triliun dan EBITDA sebesar USD802,6 juta.&#13;
&#13;
Group CFO dan Direktur Chandra Asri Group Andre Khor mengatakan, di tengah volatilitas industri global, fokus perusahaan tidak hanya menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga memastikan setiap langkah transformasi berjalan secara disiplin untuk membangun findasi pertumbuhan yang semakin kuat dan terdiversifikasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kinerja semester pertama 2026 menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil memperkuat model bisnis terintegrasi sekaligus mencerminkan keberhasilan transformasi Chandra Asri Group menjadi platform regional di bidang energi, kimia, dan infrastruktur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan, kami tetap fokus menjalankan strategi pertumbuhan melalui investasi yang disiplin, penguatan struktur permodalan, serta penyelesaian proyek-proyek strategis seperti CA-EDC untuk memperkuat daya saing di Asia Tenggara,&amp;quot; katanya di Jakarta, Rabu (29/7/2026).&#13;
&#13;
Sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang, Perseroan juga terus memperkuat struktur permodalan melalui penyelesaian penerbitan final Obligasi Berkelanjutan V yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) serta meningkatkan free float menjadi 25,7%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Langkah ini memperkuat fleksibilitas pendanaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya tarik Chandra Asri Group di mata investor domestik maupun global,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Di sektor kimia, TPIA terus memperluas kapabilitas regional melalui pembangunan Pabrik Chandra Asri Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC), yang kini telah mencapai 72% dan memasuki fase pembangunan infrastruktur utama. Proyek strategis nasional ini tetap berada pada target untuk memulai operasi komersial pada 2027.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perseroan juga telah mengambil Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD80 juta, yang akan meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta mengoptimalkan integrasi operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri Group di Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sektor energi, Chandra Asri Group berhasil melanjutkan integrasi pasca-akuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas cold storage, yang memperluas kapabilitas mobilitas energi serta efisiensi rantai pasok.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perseroan juga akan melanjutkan pembangunan proyek Condensate Splitter Unit (CSU) dan revitalisasi Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom yang tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Kedua fasilitas tersebut diproyeksikan memberikan tambahan EBITDA sekitar USD20 juta per bulan, sehingga semakin meningkatkan kontribusi bisnis energi.&#13;
&#13;
Pada sektor infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) terus menjadi salah satu mesin pertumbuhan grup melalui ekspansi bisnis kepelabuhanan dan penyimpanan, logistik, serta maritim.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
CDI memperluas kolaborasi strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS), mencatat progres pembangunan fasilitas tangki bitumen sebesar 75%, serta menyelesaikan pelayaran perdana kapal Novah yang semakin memperkuat kapabilitas logistik.&#13;
&#13;
Selain itu, pembentukan kemitraan strategis Aster Power bersama Sembcorp dan CDI serta mulai beroperasinya Aster Ports &amp;amp; Terminals sejak 1 Juli 2026 semakin memperkuat fondasi baru bagi pengembangan platform infrastruktur regional.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
