<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Keuangan Bank Himbara Jadi Sorotan, Ini yang Perlu Dijaga</title><description>RoA menjadi salah satu indikator utama dalam menjaga kesehatan perbankan sekaligus mencegah risiko krisis di masa depan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/29/320/3232965/kinerja-keuangan-bank-himbara-jadi-sorotan-ini-yang-perlu-dijaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/29/320/3232965/kinerja-keuangan-bank-himbara-jadi-sorotan-ini-yang-perlu-dijaga"/><item><title>Kinerja Keuangan Bank Himbara Jadi Sorotan, Ini yang Perlu Dijaga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/29/320/3232965/kinerja-keuangan-bank-himbara-jadi-sorotan-ini-yang-perlu-dijaga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/29/320/3232965/kinerja-keuangan-bank-himbara-jadi-sorotan-ini-yang-perlu-dijaga</guid><pubDate>Rabu 29 Juli 2026 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/29/320/3232965/pertumbuhan_ekonomi-XsdP_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Himbara diperingatkan untuk tidak menganggap remeh target Return on Assets (RoA) yang telah ditetapkan pemerintah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/29/320/3232965/pertumbuhan_ekonomi-XsdP_large.jpg</image><title>Himbara diperingatkan untuk tidak menganggap remeh target Return on Assets (RoA) yang telah ditetapkan pemerintah</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank-bank dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diperingatkan untuk tidak menganggap remeh target Return on Assets (RoA) yang telah ditetapkan pemerintah. Pasalnya, RoA menjadi salah satu indikator utama dalam menjaga kesehatan perbankan sekaligus mencegah risiko krisis di masa depan.&#13;
&#13;
Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri menilai, indikator RoA bukan sekadar angka finansial, melainkan tolok ukur strategis yang menentukan daya saing, keberlanjutan, dan kepercayaan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;RoA adalah kompas bagi manajemen bank dalam menyusun strategi operasional, investasi, serta kebijakan pengelolaan risiko,&amp;quot; kata Deni, Rabu (29/7/2026).&#13;
&#13;
RoA merupakan indikator profitabilitas yang mengukur kemampuan aset bank dalam menghasilkan laba. Rasio ini menjadi salah satu ukuran penting bagi bank-bank Himbara, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI.&#13;
&#13;
Menurut Deni, tingkat RoA mencerminkan efektivitas bank dalam mengelola aset produktif. Semakin tinggi RoA, semakin efisien bank menghasilkan keuntungan dari aset yang dimiliki.&#13;
&#13;
Selain menjadi indikator internal, RoA juga digunakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai salah satu parameter untuk menilai kesehatan serta stabilitas sistem perbankan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank-bank global rata-rata menargetkan RoA di kisaran 1,5 hingga 2 persen. Karena itu, bank-bank Himbara perlu menjaga posisi kompetitif di atas standar minimum agar tetap menarik bagi investor, termasuk investor asing,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Deni menegaskan, bagi bank-bank pelat merah, RoA juga memiliki dimensi strategis sebagai instrumen kebijakan publik. Sebagai BUMN, Himbara berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui dividen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semakin tinggi RoA, semakin besar pula kontribusi dividen yang dapat diberikan kepada negara sehingga memperkuat kapasitas fiskal pemerintah,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, RoA yang sehat juga mencerminkan ketahanan bank dalam menghadapi gejolak ekonomi maupun krisis keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan RoA yang kuat, bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit produktif ke sektor prioritas seperti infrastruktur, energi, dan UMKM. Dampaknya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Karena itu, Deni mengingatkan target RoA tidak boleh dipandang hanya sebagai angka profitabilitas, melainkan sebagai indikator yang mengintegrasikan kepentingan bisnis, regulator, pemerintah, dan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Target RoA yang ambisius namun realistis akan memperkuat posisi bank Himbara sebagai motor pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Menurut Deni, apabila terdapat bank Himbara yang secara konsisten memiliki RoA jauh di bawah target dan menunjukkan penurunan kinerja, lembaga pengawas perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika terdapat bank Himbara yang RoA-nya masih rendah dan tidak menunjukkan perbaikan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dapat mempertimbangkan melakukan audit khusus untuk menilai penyebabnya, termasuk efektivitas pengelolaan aset, tata kelola, dan manajemen risiko,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank-bank dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diperingatkan untuk tidak menganggap remeh target Return on Assets (RoA) yang telah ditetapkan pemerintah. Pasalnya, RoA menjadi salah satu indikator utama dalam menjaga kesehatan perbankan sekaligus mencegah risiko krisis di masa depan.&#13;
&#13;
Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri menilai, indikator RoA bukan sekadar angka finansial, melainkan tolok ukur strategis yang menentukan daya saing, keberlanjutan, dan kepercayaan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;RoA adalah kompas bagi manajemen bank dalam menyusun strategi operasional, investasi, serta kebijakan pengelolaan risiko,&amp;quot; kata Deni, Rabu (29/7/2026).&#13;
&#13;
RoA merupakan indikator profitabilitas yang mengukur kemampuan aset bank dalam menghasilkan laba. Rasio ini menjadi salah satu ukuran penting bagi bank-bank Himbara, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI.&#13;
&#13;
Menurut Deni, tingkat RoA mencerminkan efektivitas bank dalam mengelola aset produktif. Semakin tinggi RoA, semakin efisien bank menghasilkan keuntungan dari aset yang dimiliki.&#13;
&#13;
Selain menjadi indikator internal, RoA juga digunakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai salah satu parameter untuk menilai kesehatan serta stabilitas sistem perbankan nasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank-bank global rata-rata menargetkan RoA di kisaran 1,5 hingga 2 persen. Karena itu, bank-bank Himbara perlu menjaga posisi kompetitif di atas standar minimum agar tetap menarik bagi investor, termasuk investor asing,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Deni menegaskan, bagi bank-bank pelat merah, RoA juga memiliki dimensi strategis sebagai instrumen kebijakan publik. Sebagai BUMN, Himbara berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui dividen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semakin tinggi RoA, semakin besar pula kontribusi dividen yang dapat diberikan kepada negara sehingga memperkuat kapasitas fiskal pemerintah,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, RoA yang sehat juga mencerminkan ketahanan bank dalam menghadapi gejolak ekonomi maupun krisis keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan RoA yang kuat, bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit produktif ke sektor prioritas seperti infrastruktur, energi, dan UMKM. Dampaknya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Karena itu, Deni mengingatkan target RoA tidak boleh dipandang hanya sebagai angka profitabilitas, melainkan sebagai indikator yang mengintegrasikan kepentingan bisnis, regulator, pemerintah, dan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Target RoA yang ambisius namun realistis akan memperkuat posisi bank Himbara sebagai motor pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Menurut Deni, apabila terdapat bank Himbara yang secara konsisten memiliki RoA jauh di bawah target dan menunjukkan penurunan kinerja, lembaga pengawas perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika terdapat bank Himbara yang RoA-nya masih rendah dan tidak menunjukkan perbaikan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dapat mempertimbangkan melakukan audit khusus untuk menilai penyebabnya, termasuk efektivitas pengelolaan aset, tata kelola, dan manajemen risiko,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
