<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penawaran Investor Turun, Pemerintah Serap Rp10 Triliun Sukuk</title><description>Pemerintah menyerap dana sebesar Rp10 triliun melalui lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara yang dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026). Perolehan tersebut mencapai target indikatif yang telah ditetapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/30/278/3233103/penawaran-investor-turun-pemerintah-serap-rp10-triliun-sukuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/30/278/3233103/penawaran-investor-turun-pemerintah-serap-rp10-triliun-sukuk"/><item><title>Penawaran Investor Turun, Pemerintah Serap Rp10 Triliun Sukuk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/30/278/3233103/penawaran-investor-turun-pemerintah-serap-rp10-triliun-sukuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/30/278/3233103/penawaran-investor-turun-pemerintah-serap-rp10-triliun-sukuk</guid><pubDate>Kamis 30 Juli 2026 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/30/278/3233103/sukuk-VyC2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah Serap Rp10 Triliun Sukuk (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/30/278/3233103/sukuk-VyC2_large.jpg</image><title>Pemerintah Serap Rp10 Triliun Sukuk (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp10 triliun melalui lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara yang dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026). Perolehan tersebut mencapai target indikatif yang telah ditetapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.&#13;
&#13;
Meski target nominal tercapai, total penawaran yang masuk dari investor dalam lelang kali ini tercatat hanya sebesar Rp24,88 triliun. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan lelang sebelumnya pada 14 Juli 2026, yang sempat mencatatkan penawaran masuk hingga Rp32,47 triliun.&#13;
&#13;
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam keterangan resminya memastikan seluruh nominal target telah terpenuhi. &amp;ldquo;Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kedelapan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp10 triliun,&amp;rdquo; tulis keterangan resmi DJPRR, dikutip Kamis (30/7/2026).&#13;
&#13;
Delapan seri yang ditawarkan dalam lelang ini meliputi SPNS08092026, SPNS03022027, SPNS12042027, PBS030, PBS040, PBS034, PBS005, dan PBS038. Seluruh seri tersebut merupakan penerbitan kembali (reopening).&#13;
&#13;
Berdasarkan data DJPPR, seri SPNS12042027 yang jatuh tempo pada 12 April 2027 menjadi yang paling diminati oleh investor dengan total penawaran masuk mencapai Rp6,407 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah memenangkan seri tersebut dengan yield rata-rata tertimbang sebesar 7,12175 persen. Selanjutnya, seri PBS030 yang jatuh tempo pada 15 Juli 2028 mencatatkan penawaran masuk senilai Rp4,7465 triliun dengan yield rata-rata tertimbang sebesar 7,19942 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, rata-rata yield tertimbang yang dimenangkan dalam lelang kali ini berada di kisaran 6,80000 persen hingga 7,33564 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rentang imbal hasil ini sedikit lebih tinggi dibandingkan hasil lelang pada 14 Juli 2026 yang berada di kisaran 6,80000 persen hingga 7,30999 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp10 triliun melalui lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara yang dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026). Perolehan tersebut mencapai target indikatif yang telah ditetapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.&#13;
&#13;
Meski target nominal tercapai, total penawaran yang masuk dari investor dalam lelang kali ini tercatat hanya sebesar Rp24,88 triliun. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan lelang sebelumnya pada 14 Juli 2026, yang sempat mencatatkan penawaran masuk hingga Rp32,47 triliun.&#13;
&#13;
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam keterangan resminya memastikan seluruh nominal target telah terpenuhi. &amp;ldquo;Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kedelapan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp10 triliun,&amp;rdquo; tulis keterangan resmi DJPRR, dikutip Kamis (30/7/2026).&#13;
&#13;
Delapan seri yang ditawarkan dalam lelang ini meliputi SPNS08092026, SPNS03022027, SPNS12042027, PBS030, PBS040, PBS034, PBS005, dan PBS038. Seluruh seri tersebut merupakan penerbitan kembali (reopening).&#13;
&#13;
Berdasarkan data DJPPR, seri SPNS12042027 yang jatuh tempo pada 12 April 2027 menjadi yang paling diminati oleh investor dengan total penawaran masuk mencapai Rp6,407 triliun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pemerintah memenangkan seri tersebut dengan yield rata-rata tertimbang sebesar 7,12175 persen. Selanjutnya, seri PBS030 yang jatuh tempo pada 15 Juli 2028 mencatatkan penawaran masuk senilai Rp4,7465 triliun dengan yield rata-rata tertimbang sebesar 7,19942 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, rata-rata yield tertimbang yang dimenangkan dalam lelang kali ini berada di kisaran 6,80000 persen hingga 7,33564 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rentang imbal hasil ini sedikit lebih tinggi dibandingkan hasil lelang pada 14 Juli 2026 yang berada di kisaran 6,80000 persen hingga 7,30999 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
