<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Ojol Bali Tolak Bule Tanpa Helm, Ini Respons Jasa Raharja&amp;nbsp;</title><description>Seorang pengemudi ojol viral di media sosial yang memilih membatalkan perjalanan karena penumpang warga negara asing (WNA) menolak mengenakan helm.  &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/30/320/3233116/viral-ojol-bali-tolak-bule-tanpa-helm-ini-respons-jasa-raharja-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/30/320/3233116/viral-ojol-bali-tolak-bule-tanpa-helm-ini-respons-jasa-raharja-nbsp"/><item><title>Viral Ojol Bali Tolak Bule Tanpa Helm, Ini Respons Jasa Raharja&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/30/320/3233116/viral-ojol-bali-tolak-bule-tanpa-helm-ini-respons-jasa-raharja-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/30/320/3233116/viral-ojol-bali-tolak-bule-tanpa-helm-ini-respons-jasa-raharja-nbsp</guid><pubDate>Kamis 30 Juli 2026 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/30/320/3233116/jasa_raharja_soal_ojol_di_bali-sb2N_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Jasa Raharja soal Ojol di Bali (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/30/320/3233116/jasa_raharja_soal_ojol_di_bali-sb2N_large.png</image><title>Jasa Raharja soal Ojol di Bali (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Seorang pengemudi ojol viral di media sosial yang memilih membatalkan perjalanan karena penumpang warga negara asing (WNA) menolak mengenakan helm. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan itu berdampak pada akunnya yang disebut tidak dapat menerima pesanan selama satu hari sehingga memengaruhi penghasilannya.&#13;
&#13;
Terkait hal itu, &amp;nbsp;Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, menyebutkan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi, termasuk layanan transportasi berbasis aplikasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengapresiasi sikap pengemudi ojek online tersebut yang tetap memilih mematuhi aturan keselamatan meskipun harus menghadapi konsekuensi terhadap penghasilannya,&amp;quot; ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Keputusan itu menunjukkan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan oleh alasan apa pun, termasuk tekanan situasi di lapangan,&amp;rdquo; tambah Awaluddin.&#13;
&#13;
Menurutnya, penggunaan helm bagi pengemudi maupun penumpang sepeda motor bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan perlindungan dasar yang terbukti mampu mengurangi risiko cedera berat dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, kepatuhan terhadap penggunaan helm merupakan bagian penting dari budaya keselamatan yang harus terus dibangun oleh seluruh pengguna jalan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Awaluddin menegaskan bahwa keberanian untuk mengatakan tidak terhadap praktik yang membahayakan merupakan bentuk tanggung jawab yang patut dihargai.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia berharap sikap seperti yang ditunjukkan pengemudi ojol tersebut dapat menjadi contoh bagi seluruh pengemudi maupun penumpang bahwa keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan jangka pendek.&#13;
&#13;
Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali, Abdillah menyatakan keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab&amp;nbsp;&#13;
bersama yang harus menjadi budaya, khususnya di Bali sebagai destinasi wisata internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk wisatawan yang beraktivitas di Bali, untuk menghormati&amp;nbsp;&#13;
peraturan lalu lintas yang berlaku demi melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang pengemudi ojol viral di media sosial yang memilih membatalkan perjalanan karena penumpang warga negara asing (WNA) menolak mengenakan helm. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan itu berdampak pada akunnya yang disebut tidak dapat menerima pesanan selama satu hari sehingga memengaruhi penghasilannya.&#13;
&#13;
Terkait hal itu, &amp;nbsp;Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Muhammad Awaluddin, menyebutkan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas transportasi, termasuk layanan transportasi berbasis aplikasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mengapresiasi sikap pengemudi ojek online tersebut yang tetap memilih mematuhi aturan keselamatan meskipun harus menghadapi konsekuensi terhadap penghasilannya,&amp;quot; ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Keputusan itu menunjukkan bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan oleh alasan apa pun, termasuk tekanan situasi di lapangan,&amp;rdquo; tambah Awaluddin.&#13;
&#13;
Menurutnya, penggunaan helm bagi pengemudi maupun penumpang sepeda motor bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan perlindungan dasar yang terbukti mampu mengurangi risiko cedera berat dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, kepatuhan terhadap penggunaan helm merupakan bagian penting dari budaya keselamatan yang harus terus dibangun oleh seluruh pengguna jalan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Awaluddin menegaskan bahwa keberanian untuk mengatakan tidak terhadap praktik yang membahayakan merupakan bentuk tanggung jawab yang patut dihargai.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dia berharap sikap seperti yang ditunjukkan pengemudi ojol tersebut dapat menjadi contoh bagi seluruh pengemudi maupun penumpang bahwa keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan jangka pendek.&#13;
&#13;
Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali, Abdillah menyatakan keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab&amp;nbsp;&#13;
bersama yang harus menjadi budaya, khususnya di Bali sebagai destinasi wisata internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk wisatawan yang beraktivitas di Bali, untuk menghormati&amp;nbsp;&#13;
peraturan lalu lintas yang berlaku demi melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
