<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konser Musik dan Perputaran Ekonomi Jakarta, Ini Peran PBJT Hiburan</title><description>Di balik ramainya panggung musik dan antusiasme penonton, konser musik juga memiliki peran dalam mendukung penerimaan daerah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/11/3233325/konser-musik-dan-perputaran-ekonomi-jakarta-ini-peran-pbjt-hiburan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/11/3233325/konser-musik-dan-perputaran-ekonomi-jakarta-ini-peran-pbjt-hiburan"/><item><title>Konser Musik dan Perputaran Ekonomi Jakarta, Ini Peran PBJT Hiburan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/11/3233325/konser-musik-dan-perputaran-ekonomi-jakarta-ini-peran-pbjt-hiburan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/11/3233325/konser-musik-dan-perputaran-ekonomi-jakarta-ini-peran-pbjt-hiburan</guid><pubDate>Jum'at 31 Juli 2026 09:26 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/31/11/3233325/konser_musik_bapenda_jakarta-FjGd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi konser musik. (Foto: dok Magnific/Drazen Zigic)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/31/11/3233325/konser_musik_bapenda_jakarta-FjGd_large.jpg</image><title>Ilustrasi konser musik. (Foto: dok Magnific/Drazen Zigic)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebagai ibu kota, Jakarta selalu riuh dengan penyelenggaraan konser musik dan trennya menunjukkan geliat positif. Berbagai pertunjukan, mulai dari musisi nasional hingga internasional, mampu menarik ribuan penonton dan menjadi bagian dari dinamika industri hiburan di ibu kota.&#13;
&#13;
Antusiasme masyarakat terhadap konser musik juga terlihat dari tingginya minat terhadap penjualan tiket. Sejumlah penyelenggara bahkan menawarkan tiket early bird dengan harga lebih terjangkau sebelum penjualan tiket reguler dibuka. Skema ini kerap dimanfaatkan penonton untuk memperoleh harga yang lebih hemat, sekaligus menjadi strategi penyelenggara dalam menarik minat masyarakat sejak awal.&#13;
&#13;
Namun, di balik ramainya panggung musik dan antusiasme penonton, konser musik juga memiliki peran dalam mendukung penerimaan daerah. Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024, pergelaran musik termasuk salah satu objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau PBJT atas jasa Kesenian dan Hiburan.&#13;
&#13;
Konser Musik sebagai Objek PBJT Kesenian dan Hiburan&#13;
&#13;
PBJT Kesenian dan Hiburan atau pajak hiburan merupakan pajak yang dibayarkan oleh konsumen akhir atas jasa hiburan yang dinikmati masyarakat.&#13;
&#13;
Jenis hiburan yang termasuk dalam ketentuan ini mencakup tontonan, pertunjukan, permainan, rekreasi, serta berbagai bentuk hiburan lainnya. Dalam konteks konser musik, PBJT Kesenian dan Hiburan berkaitan dengan penyelenggaraan acara hiburan yang dapat dinikmati penonton melalui pembelian tiket atau pembayaran tertentu.&#13;
&#13;
Tarif PBJT Kesenian dan Hiburan untuk konser musik ditetapkan sebesar 10 persen dari harga pembelian tiket atau pembayaran tertentu lainnya. Pajak ini dipungut oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta atau Bapenda DKI Jakarta, bukan oleh instansi pemerintah pusat. Dengan demikian, pajak hiburan dari penyelenggaraan konser musik menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah atau PAD Jakarta.&#13;
&#13;
Dampak Ekonomi bagi Banyak Sektor Pendukung&#13;
&#13;
Konser musik tidak hanya memberikan pengalaman hiburan bagi masyarakat. Di balik sebuah pertunjukan, terdapat banyak sektor yang ikut bergerak dan merasakan dampaknya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penyelenggaraan konser biasanya melibatkan berbagai pihak yang bekerja di belakang layar, mulai dari event organizer, kru produksi, pekerja kreatif, teknisi, hingga tenaga pendukung lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa konser musik juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang menyerap banyak peran dan keahlian.&#13;
&#13;
Selain itu, sektor transportasi juga ikut terdampak. Saat konser digelar, mobilitas masyarakat menuju lokasi acara meningkat. Penonton menggunakan berbagai pilihan transportasi, baik kendaraan pribadi, transportasi umum, maupun layanan transportasi lainnya.&#13;
&#13;
Dampak ekonomi juga terasa pada sektor perhotelan dan penginapan. Konser berskala besar, terutama yang menghadirkan musisi internasional atau menarik penonton dari luar daerah, dapat meningkatkan kebutuhan akomodasi di sekitar lokasi acara.&#13;
&#13;
Pelaku usaha kuliner juga ikut merasakan manfaatnya. Restoran, kafe, hingga UMKM di sekitar lokasi konser berpotensi mengalami peningkatan kunjungan seiring bertambahnya jumlah penonton yang datang sebelum maupun setelah acara berlangsung.&#13;
&#13;
Dari Hiburan Jadi Kontribusi Daerah&#13;
&#13;
Aktivitas hiburan seperti konser musik memperlihatkan bahwa sektor hiburan memiliki kontribusi yang lebih luas bagi kota. Sebuah konser tidak hanya menghadirkan panggung pertunjukan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi di berbagai sektor pendukung.&#13;
&#13;
Dalam hal perpajakan daerah, PBJT Kesenian dan Hiburan menjadi salah satu bentuk kontribusi dari aktivitas tersebut. Pajak yang dibayarkan melalui pembelian tiket atau pembayaran tertentu lainnya menjadi bagian dari penerimaan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Jakarta. Dengan demikian, pajak hiburan bukan hanya dipahami sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kontribusi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan pembangunan kota.&#13;
&#13;
Dukung Jakarta sebagai Kota Maju dan Berdaya Saing&#13;
&#13;
Maraknya konser musik di Jakarta menunjukkan bahwa ibu kota memiliki daya tarik kuat sebagai pusat kegiatan hiburan dan ekonomi kreatif. Kehadiran berbagai konser dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang aktif, dinamis, dan berdaya saing.&#13;
&#13;
Di sisi lain, penerimaan daerah dari PBJT Kesenian dan Hiburan menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan kota. Pajak yang dipungut dari aktivitas hiburan dapat membantu pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta menciptakan kota yang lebih nyaman bagi masyarakat. Karena itu, setiap konser musik yang berlangsung di Jakarta tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi penonton. Lebih dari itu, konser juga menjadi bagian dari perputaran ekonomi dan kontribusi nyata bagi daerah.&#13;
&#13;
Dengan memahami adanya PBJT Kesenian dan Hiburan, masyarakat dapat melihat bahwa aktivitas menikmati konser musik turut berperan dalam mendukung Jakarta agar terus tumbuh sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan nyaman untuk semua.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebagai ibu kota, Jakarta selalu riuh dengan penyelenggaraan konser musik dan trennya menunjukkan geliat positif. Berbagai pertunjukan, mulai dari musisi nasional hingga internasional, mampu menarik ribuan penonton dan menjadi bagian dari dinamika industri hiburan di ibu kota.&#13;
&#13;
Antusiasme masyarakat terhadap konser musik juga terlihat dari tingginya minat terhadap penjualan tiket. Sejumlah penyelenggara bahkan menawarkan tiket early bird dengan harga lebih terjangkau sebelum penjualan tiket reguler dibuka. Skema ini kerap dimanfaatkan penonton untuk memperoleh harga yang lebih hemat, sekaligus menjadi strategi penyelenggara dalam menarik minat masyarakat sejak awal.&#13;
&#13;
Namun, di balik ramainya panggung musik dan antusiasme penonton, konser musik juga memiliki peran dalam mendukung penerimaan daerah. Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024, pergelaran musik termasuk salah satu objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu atau PBJT atas jasa Kesenian dan Hiburan.&#13;
&#13;
Konser Musik sebagai Objek PBJT Kesenian dan Hiburan&#13;
&#13;
PBJT Kesenian dan Hiburan atau pajak hiburan merupakan pajak yang dibayarkan oleh konsumen akhir atas jasa hiburan yang dinikmati masyarakat.&#13;
&#13;
Jenis hiburan yang termasuk dalam ketentuan ini mencakup tontonan, pertunjukan, permainan, rekreasi, serta berbagai bentuk hiburan lainnya. Dalam konteks konser musik, PBJT Kesenian dan Hiburan berkaitan dengan penyelenggaraan acara hiburan yang dapat dinikmati penonton melalui pembelian tiket atau pembayaran tertentu.&#13;
&#13;
Tarif PBJT Kesenian dan Hiburan untuk konser musik ditetapkan sebesar 10 persen dari harga pembelian tiket atau pembayaran tertentu lainnya. Pajak ini dipungut oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta atau Bapenda DKI Jakarta, bukan oleh instansi pemerintah pusat. Dengan demikian, pajak hiburan dari penyelenggaraan konser musik menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah atau PAD Jakarta.&#13;
&#13;
Dampak Ekonomi bagi Banyak Sektor Pendukung&#13;
&#13;
Konser musik tidak hanya memberikan pengalaman hiburan bagi masyarakat. Di balik sebuah pertunjukan, terdapat banyak sektor yang ikut bergerak dan merasakan dampaknya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penyelenggaraan konser biasanya melibatkan berbagai pihak yang bekerja di belakang layar, mulai dari event organizer, kru produksi, pekerja kreatif, teknisi, hingga tenaga pendukung lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa konser musik juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang menyerap banyak peran dan keahlian.&#13;
&#13;
Selain itu, sektor transportasi juga ikut terdampak. Saat konser digelar, mobilitas masyarakat menuju lokasi acara meningkat. Penonton menggunakan berbagai pilihan transportasi, baik kendaraan pribadi, transportasi umum, maupun layanan transportasi lainnya.&#13;
&#13;
Dampak ekonomi juga terasa pada sektor perhotelan dan penginapan. Konser berskala besar, terutama yang menghadirkan musisi internasional atau menarik penonton dari luar daerah, dapat meningkatkan kebutuhan akomodasi di sekitar lokasi acara.&#13;
&#13;
Pelaku usaha kuliner juga ikut merasakan manfaatnya. Restoran, kafe, hingga UMKM di sekitar lokasi konser berpotensi mengalami peningkatan kunjungan seiring bertambahnya jumlah penonton yang datang sebelum maupun setelah acara berlangsung.&#13;
&#13;
Dari Hiburan Jadi Kontribusi Daerah&#13;
&#13;
Aktivitas hiburan seperti konser musik memperlihatkan bahwa sektor hiburan memiliki kontribusi yang lebih luas bagi kota. Sebuah konser tidak hanya menghadirkan panggung pertunjukan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi di berbagai sektor pendukung.&#13;
&#13;
Dalam hal perpajakan daerah, PBJT Kesenian dan Hiburan menjadi salah satu bentuk kontribusi dari aktivitas tersebut. Pajak yang dibayarkan melalui pembelian tiket atau pembayaran tertentu lainnya menjadi bagian dari penerimaan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Jakarta. Dengan demikian, pajak hiburan bukan hanya dipahami sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kontribusi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan pembangunan kota.&#13;
&#13;
Dukung Jakarta sebagai Kota Maju dan Berdaya Saing&#13;
&#13;
Maraknya konser musik di Jakarta menunjukkan bahwa ibu kota memiliki daya tarik kuat sebagai pusat kegiatan hiburan dan ekonomi kreatif. Kehadiran berbagai konser dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang aktif, dinamis, dan berdaya saing.&#13;
&#13;
Di sisi lain, penerimaan daerah dari PBJT Kesenian dan Hiburan menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan kota. Pajak yang dipungut dari aktivitas hiburan dapat membantu pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta menciptakan kota yang lebih nyaman bagi masyarakat. Karena itu, setiap konser musik yang berlangsung di Jakarta tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi penonton. Lebih dari itu, konser juga menjadi bagian dari perputaran ekonomi dan kontribusi nyata bagi daerah.&#13;
&#13;
Dengan memahami adanya PBJT Kesenian dan Hiburan, masyarakat dapat melihat bahwa aktivitas menikmati konser musik turut berperan dalam mendukung Jakarta agar terus tumbuh sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan nyaman untuk semua.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
