<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Pangan di Atas 5%, Destry Damayanti Bakal Temui Prabowo</title><description>Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyoroti tingginya inflasi pangan yang masih berada di atas 5 persen&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/320/3233334/inflasi-pangan-di-atas-5-destry-damayanti-bakal-temui-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/320/3233334/inflasi-pangan-di-atas-5-destry-damayanti-bakal-temui-prabowo"/><item><title>Inflasi Pangan di Atas 5%, Destry Damayanti Bakal Temui Prabowo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/320/3233334/inflasi-pangan-di-atas-5-destry-damayanti-bakal-temui-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/320/3233334/inflasi-pangan-di-atas-5-destry-damayanti-bakal-temui-prabowo</guid><pubDate>Jum'at 31 Juli 2026 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/31/320/3233334/inflasi_pangan-M8JE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pjs Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan bertemu Presiden Prabowo 5 Agustus 2026. (Foto :Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/31/320/3233334/inflasi_pangan-M8JE_large.jpg</image><title>Pjs Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah akan bertemu Presiden Prabowo 5 Agustus 2026. (Foto :Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyoroti tingginya inflasi pangan yang masih berada di atas 5 persen. Kondisi tersebut akan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) bersama Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perhatian kami adalah inflasi pangan yang masih di atas 5 persen. Inflasi pangan ini berasal dari sisi suplai karena ketersediaan pangan yang terbatas. Kami bersyukur ada Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang pada 5 Agustus akan mengadakan pertemuan dengan Presiden,&amp;quot; kata Destry, Jumat (31/7/2026).&#13;
&#13;
Destry mengatakan, dalam pertemuan tersebut pemerintah akan memaparkan capaian serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi. Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).&#13;
&#13;
Menurutnya, GNPIP menjadi strategi untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Penguatan program tersebut dilakukan sebagai respons terhadap semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, seperti perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, itu gerakan yang langsung menyasar daerah, bagaimana kita membantu mereka melalui smart farming, menanam cabai, dan sebagainya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, BI bersama pemerintah memperkuat produktivitas, hilirisasi, ketersediaan, serta kelancaran distribusi pangan. Upaya tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga, mendukung agenda Asta Cita dalam mewujudkan swasembada pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan kelembagaan, kemitraan dengan offtaker, dan perluasan akses pasar.&#13;
&#13;
Implementasi GNPIP juga menunjukkan hasil positif di berbagai daerah. Hingga Juli 2026, realisasi program optimalisasi Good Agricultural Practices (GAP) mencapai 242 program atau 137,5% dari target nasional. Kerja Sama Antar Daerah (KAD) juga melampaui target dengan realisasi 267 nota kesepahaman atau 176,82% dari target.&#13;
&#13;
Sementara itu, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) mencapai 785 program atau 303,09% dari target. Adapun Gerakan Pasar Murah (GPM) telah terlaksana sebanyak 10.669 kegiatan atau 67,22% dari target tahunan dan akan terus diakselerasi hingga akhir tahun.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyoroti tingginya inflasi pangan yang masih berada di atas 5 persen. Kondisi tersebut akan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) bersama Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perhatian kami adalah inflasi pangan yang masih di atas 5 persen. Inflasi pangan ini berasal dari sisi suplai karena ketersediaan pangan yang terbatas. Kami bersyukur ada Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang pada 5 Agustus akan mengadakan pertemuan dengan Presiden,&amp;quot; kata Destry, Jumat (31/7/2026).&#13;
&#13;
Destry mengatakan, dalam pertemuan tersebut pemerintah akan memaparkan capaian serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi. Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).&#13;
&#13;
Menurutnya, GNPIP menjadi strategi untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Penguatan program tersebut dilakukan sebagai respons terhadap semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, seperti perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, itu gerakan yang langsung menyasar daerah, bagaimana kita membantu mereka melalui smart farming, menanam cabai, dan sebagainya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, BI bersama pemerintah memperkuat produktivitas, hilirisasi, ketersediaan, serta kelancaran distribusi pangan. Upaya tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga, mendukung agenda Asta Cita dalam mewujudkan swasembada pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan kelembagaan, kemitraan dengan offtaker, dan perluasan akses pasar.&#13;
&#13;
Implementasi GNPIP juga menunjukkan hasil positif di berbagai daerah. Hingga Juli 2026, realisasi program optimalisasi Good Agricultural Practices (GAP) mencapai 242 program atau 137,5% dari target nasional. Kerja Sama Antar Daerah (KAD) juga melampaui target dengan realisasi 267 nota kesepahaman atau 176,82% dari target.&#13;
&#13;
Sementara itu, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) mencapai 785 program atau 303,09% dari target. Adapun Gerakan Pasar Murah (GPM) telah terlaksana sebanyak 10.669 kegiatan atau 67,22% dari target tahunan dan akan terus diakselerasi hingga akhir tahun.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
