<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Dinilai Hanya Fokus Jaga Rupiah dan Inflasi, Destry: Salah Itu, Kami Tetap Konsen</title><description>Menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi merupakan dua sasaran yang dijalankan secara bersamaan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/320/3233340/bi-dinilai-hanya-fokus-jaga-rupiah-dan-inflasi-destry-salah-itu-kami-tetap-konsen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/320/3233340/bi-dinilai-hanya-fokus-jaga-rupiah-dan-inflasi-destry-salah-itu-kami-tetap-konsen"/><item><title>BI Dinilai Hanya Fokus Jaga Rupiah dan Inflasi, Destry: Salah Itu, Kami Tetap Konsen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/320/3233340/bi-dinilai-hanya-fokus-jaga-rupiah-dan-inflasi-destry-salah-itu-kami-tetap-konsen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/07/31/320/3233340/bi-dinilai-hanya-fokus-jaga-rupiah-dan-inflasi-destry-salah-itu-kami-tetap-konsen</guid><pubDate>Jum'at 31 Juli 2026 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/31/320/3233340/destry-jYsA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membantah anggapan BI hanya berfokus menjaga stabilitas. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/31/320/3233340/destry-jYsA_large.jpg</image><title>Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membantah anggapan BI hanya berfokus menjaga stabilitas. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membantah anggapan BI hanya berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi tanpa memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi merupakan dua sasaran yang dijalankan secara bersamaan.&#13;
&#13;
BI tetap menjalankan berbagai kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di samping menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait pertumbuha, apakah BI tidak konsen salah itu. Kami tetap konsen,&amp;quot; tegas Destry, Jumat (31/7/2026).&#13;
&#13;
BI pun menggunakan instrumen kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara kebijakan moneter diarahkan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.&#13;
&#13;
BI juga terus mendorong perbankan meningkatkan fungsi intermediasi agar penyaluran kredit ke sektor riil terus tumbuh, termasuk kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menggunakan instrumen makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami juga terus mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan agar pembiayaan ke sektor riil tetap berjalan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Destry menambahkan, BI telah menyiapkan berbagai kebijakan makroprudensial guna memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga dan penyaluran kredit kepada dunia usaha dapat terus meningkat.&#13;
&#13;
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar perbankan lebih banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif dibandingkan menempatkan dana pada surat berharga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin perbankan kembali pada fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi yang menghubungkan sektor keuangan dengan sektor riil. Itu menjadi salah satu fokus kebijakan BI,&amp;quot; kata Destry.&#13;
&#13;
Destry pun menegaskan Bank Indonesia akan mengoptimalkan seluruh instrumen dan bauran kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi makroprudensial, kami terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Saya ingin menekankan bahwa kami tetap fokus menjaga stabilitas melalui optimalisasi berbagai instrumen dan kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi dan pertumbuhan ekonomi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membantah anggapan BI hanya berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi tanpa memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi merupakan dua sasaran yang dijalankan secara bersamaan.&#13;
&#13;
BI tetap menjalankan berbagai kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di samping menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terkait pertumbuha, apakah BI tidak konsen salah itu. Kami tetap konsen,&amp;quot; tegas Destry, Jumat (31/7/2026).&#13;
&#13;
BI pun menggunakan instrumen kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sementara kebijakan moneter diarahkan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi.&#13;
&#13;
BI juga terus mendorong perbankan meningkatkan fungsi intermediasi agar penyaluran kredit ke sektor riil terus tumbuh, termasuk kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menggunakan instrumen makroprudensial dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami juga terus mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan agar pembiayaan ke sektor riil tetap berjalan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Destry menambahkan, BI telah menyiapkan berbagai kebijakan makroprudensial guna memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga dan penyaluran kredit kepada dunia usaha dapat terus meningkat.&#13;
&#13;
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar perbankan lebih banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif dibandingkan menempatkan dana pada surat berharga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin perbankan kembali pada fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi yang menghubungkan sektor keuangan dengan sektor riil. Itu menjadi salah satu fokus kebijakan BI,&amp;quot; kata Destry.&#13;
&#13;
Destry pun menegaskan Bank Indonesia akan mengoptimalkan seluruh instrumen dan bauran kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi makroprudensial, kami terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Saya ingin menekankan bahwa kami tetap fokus menjaga stabilitas melalui optimalisasi berbagai instrumen dan kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi dan pertumbuhan ekonomi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
