<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Pangan Tak Terkendali, Pendapatan Masyarakat Bisa Tergerus hingga 70 Persen</title><description>Jika tidak terkendali, kondisi tersebut dapat menggerus pendapatan masyarakat hingga 70 persen.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/02/320/3233449/inflasi-pangan-tak-terkendali-pendapatan-masyarakat-bisa-tergerus-hingga-70-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/02/320/3233449/inflasi-pangan-tak-terkendali-pendapatan-masyarakat-bisa-tergerus-hingga-70-persen"/><item><title>Inflasi Pangan Tak Terkendali, Pendapatan Masyarakat Bisa Tergerus hingga 70 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/02/320/3233449/inflasi-pangan-tak-terkendali-pendapatan-masyarakat-bisa-tergerus-hingga-70-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/02/320/3233449/inflasi-pangan-tak-terkendali-pendapatan-masyarakat-bisa-tergerus-hingga-70-persen</guid><pubDate>Minggu 02 Agustus 2026 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/31/320/3233449/pasar-gQn7_large.png" expression="full" type="image/jpeg"> Inflasi pangan di atas 5 persen harus menjadi perhatian pemerintah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/31/320/3233449/pasar-gQn7_large.png</image><title> Inflasi pangan di atas 5 persen harus menjadi perhatian pemerintah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Inflasi pangan di atas 5 persen harus menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, jika tidak terkendali, kondisi tersebut dapat menggerus pendapatan masyarakat hingga 70 persen.&#13;
&#13;
Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, mengatakan, secara normal porsi pendapatan masyarakat untuk belanja pangan berada di kisaran 35 persen. Namun, jika harga pangan tidak terkendali, porsinya dapat meningkat hingga 50-70 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu kenapa inflasi, khususnya inflasi pangan, perlu dikendalikan. Pemerintah memang bisa mengendalikan harga BBM karena masuk kategori harga yang diatur pemerintah, begitu juga listrik dan transportasi. Sementara pada inflasi inti, pergerakannya dipengaruhi oleh sisi penawaran (supply) dan permintaan (demand), suku bunga, serta nilai tukar. Target inflasi Bank Indonesia sendiri sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dirinya mencontohkan, pasca kenaikan harga BBM pada 2022, kondisi tersebut mendorong kenaikan suku bunga yang kemudian berdampak pada meningkatnya rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL). Penyebabnya, kenaikan harga beras menggerus pendapatan masyarakat sehingga kemampuan membayar cicilan, termasuk cicilan sepeda motor, ikut menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau inflasi naik, suku bunga bisa naik, kredit menjadi lebih mahal, dan risiko gagal bayar meningkat. Ketika daya beli masyarakat tergerus, pertumbuhan ekonomi juga melambat. Dari sisi korporasi, kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi meningkat sehingga perusahaan berpotensi mengurangi produksi bahkan melakukan PHK,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kemudian, sektor apa yang paling terdampak? Berdasarkan historis dalam 10 tahun terakhir, ketika rupiah melemah, kenaikan harga bahan baku membuat beberapa industri memilih mengurangi produksi. Industri tekstil, misalnya, sempat menghadapi kenaikan harga bahan baku hingga 70 persen sehingga sebagian pelaku usaha enggan meningkatkan produksi. Startup juga terdampak karena ketika suku bunga naik, bunga pinjaman ikut meningkat sehingga mereka menahan ekspansi. Sektor properti dan otomotif pun menghadapi tantangan serupa karena kenaikan suku bunga meningkatkan beban cicilan konsumen.&#13;
&#13;
Sementara itu, dari sisi perbankan, dampaknya dinilai relatif lebih terbatas karena perbankan memiliki cadangan modal yang besar dan lebih fleksibel dalam mengelola risiko. Di sisi lain, sektor komoditas justru berpotensi diuntungkan karena permintaan terhadap komoditas cenderung meningkat ketika terjadi inflasi akibat ekspansi ekonomi.&#13;
&#13;
Menurutnya, penyebab inflasi di setiap wilayah Indonesia juga berbeda. Di Sumatera, inflasi lebih banyak dipengaruhi oleh kelompok volatile food, harga BBM, tarif angkutan, dan harga rokok. Di Jawa, inflasi banyak dipengaruhi biaya pendidikan serta meningkatnya permintaan terhadap emas. Sementara di Indonesia Timur, biaya logistik menjadi faktor utama pendorong inflasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau dilihat, penanganan inflasi dari bawah sampai atas itu beragam. Artinya, pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan suku bunga,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Inflasi pangan di atas 5 persen harus menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, jika tidak terkendali, kondisi tersebut dapat menggerus pendapatan masyarakat hingga 70 persen.&#13;
&#13;
Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Evalita Situmorang, mengatakan, secara normal porsi pendapatan masyarakat untuk belanja pangan berada di kisaran 35 persen. Namun, jika harga pangan tidak terkendali, porsinya dapat meningkat hingga 50-70 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu kenapa inflasi, khususnya inflasi pangan, perlu dikendalikan. Pemerintah memang bisa mengendalikan harga BBM karena masuk kategori harga yang diatur pemerintah, begitu juga listrik dan transportasi. Sementara pada inflasi inti, pergerakannya dipengaruhi oleh sisi penawaran (supply) dan permintaan (demand), suku bunga, serta nilai tukar. Target inflasi Bank Indonesia sendiri sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dirinya mencontohkan, pasca kenaikan harga BBM pada 2022, kondisi tersebut mendorong kenaikan suku bunga yang kemudian berdampak pada meningkatnya rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL). Penyebabnya, kenaikan harga beras menggerus pendapatan masyarakat sehingga kemampuan membayar cicilan, termasuk cicilan sepeda motor, ikut menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau inflasi naik, suku bunga bisa naik, kredit menjadi lebih mahal, dan risiko gagal bayar meningkat. Ketika daya beli masyarakat tergerus, pertumbuhan ekonomi juga melambat. Dari sisi korporasi, kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi meningkat sehingga perusahaan berpotensi mengurangi produksi bahkan melakukan PHK,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kemudian, sektor apa yang paling terdampak? Berdasarkan historis dalam 10 tahun terakhir, ketika rupiah melemah, kenaikan harga bahan baku membuat beberapa industri memilih mengurangi produksi. Industri tekstil, misalnya, sempat menghadapi kenaikan harga bahan baku hingga 70 persen sehingga sebagian pelaku usaha enggan meningkatkan produksi. Startup juga terdampak karena ketika suku bunga naik, bunga pinjaman ikut meningkat sehingga mereka menahan ekspansi. Sektor properti dan otomotif pun menghadapi tantangan serupa karena kenaikan suku bunga meningkatkan beban cicilan konsumen.&#13;
&#13;
Sementara itu, dari sisi perbankan, dampaknya dinilai relatif lebih terbatas karena perbankan memiliki cadangan modal yang besar dan lebih fleksibel dalam mengelola risiko. Di sisi lain, sektor komoditas justru berpotensi diuntungkan karena permintaan terhadap komoditas cenderung meningkat ketika terjadi inflasi akibat ekspansi ekonomi.&#13;
&#13;
Menurutnya, penyebab inflasi di setiap wilayah Indonesia juga berbeda. Di Sumatera, inflasi lebih banyak dipengaruhi oleh kelompok volatile food, harga BBM, tarif angkutan, dan harga rokok. Di Jawa, inflasi banyak dipengaruhi biaya pendidikan serta meningkatnya permintaan terhadap emas. Sementara di Indonesia Timur, biaya logistik menjadi faktor utama pendorong inflasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau dilihat, penanganan inflasi dari bawah sampai atas itu beragam. Artinya, pengendalian inflasi tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan suku bunga,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
