<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkuat Ekosistem Kripto dan Blockchain, Pahami Quantum Computing&amp;nbsp;</title><description>Perkembangan quantum computing dinilai menjadi salah satu isu strategis yang perlu mulai dipahami oleh ekosistem blockchain, termasuk kripto.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/04/622/3234136/perkuat-ekosistem-kripto-dan-blockchain-pahami-quantum-computing-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/04/622/3234136/perkuat-ekosistem-kripto-dan-blockchain-pahami-quantum-computing-nbsp"/><item><title>Perkuat Ekosistem Kripto dan Blockchain, Pahami Quantum Computing&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/04/622/3234136/perkuat-ekosistem-kripto-dan-blockchain-pahami-quantum-computing-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/04/622/3234136/perkuat-ekosistem-kripto-dan-blockchain-pahami-quantum-computing-nbsp</guid><pubDate>Selasa 04 Agustus 2026 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/04/622/3234136/bitcoin-ILyk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkuat Ekosistem Kripto dan Blockchain, Pahami Quantum Computing&amp;nbsp;(Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/04/622/3234136/bitcoin-ILyk_large.jpg</image><title>Perkuat Ekosistem Kripto dan Blockchain, Pahami Quantum Computing&amp;nbsp;(Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan quantum computing dinilai menjadi salah satu isu strategis yang perlu mulai dipahami oleh ekosistem blockchain, termasuk kripto. Karena belakangan teknologi ini bisa berbahaya terutama dari sisi keamanan kriptografi dan pengembangan infrastruktur. Namun, quantum computing juga bisa dimanfaatkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di Indonesia, upaya memperkuat pemahaman terhadap perkembangan quantum computing sudah mulai dibahas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan bahwa pembahasan mengenai quantum computing perlu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem blockchain yang semakin matang dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan teknologi selalu menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Meskipun quantum computing masih berada pada tahap riset dan pengembangan, potensinya terhadap sistem kriptografi telah menjadi perhatian komunitas global. Karena itu, penting bagi seluruh pelaku industri untuk mulai memahami arah perkembangan ini agar ekosistem dapat beradaptasi secara bertahap melalui diskusi dan edukasi,&amp;rdquo; katanya dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (4/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, selama satu dekade terakhir Ethereum telah menjadi fondasi bagi berbagai inovasi di ekosistem Web3, mulai dari decentralized finance (DeFi), NFT, berbagai aplikasi berbasis smart contract, hingga tokenisasi aset.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Seiring berkembangnya teknologi, ekosistem blockchain dan pelaku industri juga dituntut untuk terus meningkatkan standar keamanan dan membangun infrastruktur yang semakin adaptif terhadap tantangan juga peluang di masa depan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai quantum computing bukan berarti teknologi tersebut telah menjadi ancaman langsung bagi blockchain saat ini. Potensi risiko yang banyak dibahas para peneliti dan pengembang lebih mengarah pada kemampuan komputer kuantum di masa depan untuk memecahkan sistem kriptografi yang digunakan dalam pengamanan aset digital apabila teknologinya telah mencapai tingkat kematangan tertentu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga saat ini, quantum computing masih berada dalam tahap riset dan pengembangan. Ke depan, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk mempercepat berbagai proses komputasi yang kompleks dan mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor, termasuk kripto. Di saat yang sama, komunitas blockchain global juga terus melakukan riset dan mengembangkan pendekatan baru agar ekosistem tetap aman seiring perkembangan teknologi tersebut,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa kesiapan menghadapi perubahan teknologi tidak dapat dibangun secara instan, sehingga, dibutuhkan kolaborasi antarpelaku industri agar inovasi dapat terus berkembang tanpa mengabaikan aspek keamanan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Membangun ekosistem blockchain yang siap menghadapi era komputer kuantum bukanlah proses yang sederhana. Dibutuhkan waktu untuk riset dan pengujian, pengembangan standar keamanan baru, serta kolaborasi lintas ekosistem agar transisi dapat dilakukan secara bertahap dan tetap menjaga kepercayaan pengguna,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan quantum computing dinilai menjadi salah satu isu strategis yang perlu mulai dipahami oleh ekosistem blockchain, termasuk kripto. Karena belakangan teknologi ini bisa berbahaya terutama dari sisi keamanan kriptografi dan pengembangan infrastruktur. Namun, quantum computing juga bisa dimanfaatkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di Indonesia, upaya memperkuat pemahaman terhadap perkembangan quantum computing sudah mulai dibahas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan bahwa pembahasan mengenai quantum computing perlu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem blockchain yang semakin matang dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan teknologi selalu menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Meskipun quantum computing masih berada pada tahap riset dan pengembangan, potensinya terhadap sistem kriptografi telah menjadi perhatian komunitas global. Karena itu, penting bagi seluruh pelaku industri untuk mulai memahami arah perkembangan ini agar ekosistem dapat beradaptasi secara bertahap melalui diskusi dan edukasi,&amp;rdquo; katanya dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (4/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, selama satu dekade terakhir Ethereum telah menjadi fondasi bagi berbagai inovasi di ekosistem Web3, mulai dari decentralized finance (DeFi), NFT, berbagai aplikasi berbasis smart contract, hingga tokenisasi aset.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Seiring berkembangnya teknologi, ekosistem blockchain dan pelaku industri juga dituntut untuk terus meningkatkan standar keamanan dan membangun infrastruktur yang semakin adaptif terhadap tantangan juga peluang di masa depan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai quantum computing bukan berarti teknologi tersebut telah menjadi ancaman langsung bagi blockchain saat ini. Potensi risiko yang banyak dibahas para peneliti dan pengembang lebih mengarah pada kemampuan komputer kuantum di masa depan untuk memecahkan sistem kriptografi yang digunakan dalam pengamanan aset digital apabila teknologinya telah mencapai tingkat kematangan tertentu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga saat ini, quantum computing masih berada dalam tahap riset dan pengembangan. Ke depan, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk mempercepat berbagai proses komputasi yang kompleks dan mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor, termasuk kripto. Di saat yang sama, komunitas blockchain global juga terus melakukan riset dan mengembangkan pendekatan baru agar ekosistem tetap aman seiring perkembangan teknologi tersebut,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa kesiapan menghadapi perubahan teknologi tidak dapat dibangun secara instan, sehingga, dibutuhkan kolaborasi antarpelaku industri agar inovasi dapat terus berkembang tanpa mengabaikan aspek keamanan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Membangun ekosistem blockchain yang siap menghadapi era komputer kuantum bukanlah proses yang sederhana. Dibutuhkan waktu untuk riset dan pengujian, pengembangan standar keamanan baru, serta kolaborasi lintas ekosistem agar transisi dapat dilakukan secara bertahap dan tetap menjaga kepercayaan pengguna,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
