<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Qodari Ungkap Cara RI Kurangi Impor LPG</title><description>Progam jargas ini merupakan strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/05/320/3234307/qodari-ungkap-cara-ri-kurangi-impor-lpg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/05/320/3234307/qodari-ungkap-cara-ri-kurangi-impor-lpg"/><item><title> Qodari Ungkap Cara RI Kurangi Impor LPG</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/05/320/3234307/qodari-ungkap-cara-ri-kurangi-impor-lpg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/05/320/3234307/qodari-ungkap-cara-ri-kurangi-impor-lpg</guid><pubDate>Rabu 05 Agustus 2026 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/05/320/3234307/lpg_3_kg-RgYB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Qodari Ungkap Cara RI Kurangi Impor LPG (Foto: Pertamina Patra Niaga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/05/320/3234307/lpg_3_kg-RgYB_large.jpg</image><title> Qodari Ungkap Cara RI Kurangi Impor LPG (Foto: Pertamina Patra Niaga)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat program prioritas nasional, salah satunya jaringan gas (Jargas) bumi untuk rumah tangga. Program Jargas ini merupakan upaya pemerintah untuk memperluas energi bersih dan terjangkau bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan, progam jargas ini merupakan strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor dan memperkuat kemandirian energi nasional,&amp;quot; kata Qodari dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (5/7/2026).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, kebutuhan gas nasional untuk memasak mencapai 5 juta metrik ton per tahun. Namun produksi LPG dalam negeri baru sekitar 1,4 juta ton sehingga hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional sekira 30 persen.&#13;
&#13;
Dengan hal tersebut, artinya kebutuhan LPG dalam negeri masih bergantung pada kebutuhan impor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kebutuhan gas kita untuk memasak itu satu tahun 5 juta metrik ton, tetapi produksi dalam negeri adalah 1,4 juta ton ya kalau ini kita bicara LPG. Artinya yang bisa dipenuhi hanya sekitar 30%, kurang dan karena itu sisanya diimpor,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Qodari menegaskan jargas menggunakan gas bumi, yang tentunya sangat berbeda dengan LPG. Dia memastikan ketersediaan gas bumi dalam negeri cukup melimpah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gas bumi ini adalah metana dan etana, sementara LPG adalah propana dan butana,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat program prioritas nasional, salah satunya jaringan gas (Jargas) bumi untuk rumah tangga. Program Jargas ini merupakan upaya pemerintah untuk memperluas energi bersih dan terjangkau bagi masyarakat.&#13;
&#13;
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan, progam jargas ini merupakan strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor dan memperkuat kemandirian energi nasional,&amp;quot; kata Qodari dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (5/7/2026).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, kebutuhan gas nasional untuk memasak mencapai 5 juta metrik ton per tahun. Namun produksi LPG dalam negeri baru sekitar 1,4 juta ton sehingga hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional sekira 30 persen.&#13;
&#13;
Dengan hal tersebut, artinya kebutuhan LPG dalam negeri masih bergantung pada kebutuhan impor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kebutuhan gas kita untuk memasak itu satu tahun 5 juta metrik ton, tetapi produksi dalam negeri adalah 1,4 juta ton ya kalau ini kita bicara LPG. Artinya yang bisa dipenuhi hanya sekitar 30%, kurang dan karena itu sisanya diimpor,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Qodari menegaskan jargas menggunakan gas bumi, yang tentunya sangat berbeda dengan LPG. Dia memastikan ketersediaan gas bumi dalam negeri cukup melimpah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gas bumi ini adalah metana dan etana, sementara LPG adalah propana dan butana,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
