<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keracunan MBG di Papua, Kepala BGN: Masak Pukul 19.00, Disajikan Jam 11 Siang</title><description>Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di wilayah Papua.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/06/320/3234560/keracunan-mbg-di-papua-kepala-bgn-masak-pukul-19-00-disajikan-jam-11-siang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/06/320/3234560/keracunan-mbg-di-papua-kepala-bgn-masak-pukul-19-00-disajikan-jam-11-siang"/><item><title>Keracunan MBG di Papua, Kepala BGN: Masak Pukul 19.00, Disajikan Jam 11 Siang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/06/320/3234560/keracunan-mbg-di-papua-kepala-bgn-masak-pukul-19-00-disajikan-jam-11-siang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/06/320/3234560/keracunan-mbg-di-papua-kepala-bgn-masak-pukul-19-00-disajikan-jam-11-siang</guid><pubDate>Kamis 06 Agustus 2026 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/06/320/3234560/sudaryono-d0qs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keracunan MBG di Papua, Kepala BGN: Masak Pukul 19.00, Disajikan Jam 11 Siang (Foto: BGN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/06/320/3234560/sudaryono-d0qs_large.jpg</image><title>Keracunan MBG di Papua, Kepala BGN: Masak Pukul 19.00, Disajikan Jam 11 Siang (Foto: BGN)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di wilayah Papua beberapa waktu lalu. Menurutnya, kasus keracunan MBG karena hidangan tidak langsung dikonsumsi oleh siswa.&#13;
&#13;
Sudaryono mengatakan, dari informasi yang diterima beberapa siswa diketahui membawa pulang MBG ke rumah, sehingga makanan yang semestinya menjadi makan siang, justru baru di santap siswa saat sore hari, sehingga ada potensi makanan tersebut basi ketika baru disantap sore hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada beberapa laporan yang kami terima ada anak yang membawa pulang MBG. Jadi harusnya itu disantap jam 11, dia dibawa pulang makan di jam 4, kemudian yang keracunan tidak hanya anaknya, tetapi juga bisa bapak ibunya yang ikut makan,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (6/8/2026).&#13;
&#13;
Selain itu, penyebab lain yang bisa menjadi potensi siswa keracunan MBG adalah waktu masak yang terlalu jauh dari waktu distribusi. Sudaryono juga mendapatkan laporan, bahwa SPPG memproduksi MBG saat malam hari, dan baru didistribusikan pagi hari ke sekolah-sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada yang memulai masaknya itu jam 7 malam, atau hari sebelumnya, sehingga diberikan jam 11 siang,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal dikatakan Sudaryono, MBG merupakan makanan tanpa pengawet, sehingga punya potensi basi yang lebih cepat yang dipengaruhi oleh suhu di masing-masing daerah. Daerah beriklim panas menurutnya akan mempercepat pertumbuhan bakteri di makanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;MBG ini kan tidak ada pengawetnya, jadi sudah pasti cepat, apalagi ada suhunya ada panas, itu kan memicu perkembangan bakteri, itu yang kami ingin perkuat dari sisi edukasi,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Ke depan, BGB akan mewajibkan SPPG untuk memberikan informasi di wadah makanan kapan diproduksi, dan kapan sebaiknya makanan tersebut dikonsumsi, sehingga harapannya tidak ada lagi siswa yang membawa pulang MBG, maupun menunda makan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan memastikan kapan makanan matang, sesuai standar tidak lebih dari 4 jam harus dimakan. Kalau di makanan itu kan kadang ada best before, sebaiknya dikonsumsi sebelum,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di wilayah Papua beberapa waktu lalu. Menurutnya, kasus keracunan MBG karena hidangan tidak langsung dikonsumsi oleh siswa.&#13;
&#13;
Sudaryono mengatakan, dari informasi yang diterima beberapa siswa diketahui membawa pulang MBG ke rumah, sehingga makanan yang semestinya menjadi makan siang, justru baru di santap siswa saat sore hari, sehingga ada potensi makanan tersebut basi ketika baru disantap sore hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada beberapa laporan yang kami terima ada anak yang membawa pulang MBG. Jadi harusnya itu disantap jam 11, dia dibawa pulang makan di jam 4, kemudian yang keracunan tidak hanya anaknya, tetapi juga bisa bapak ibunya yang ikut makan,&amp;quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (6/8/2026).&#13;
&#13;
Selain itu, penyebab lain yang bisa menjadi potensi siswa keracunan MBG adalah waktu masak yang terlalu jauh dari waktu distribusi. Sudaryono juga mendapatkan laporan, bahwa SPPG memproduksi MBG saat malam hari, dan baru didistribusikan pagi hari ke sekolah-sekolah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada yang memulai masaknya itu jam 7 malam, atau hari sebelumnya, sehingga diberikan jam 11 siang,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Padahal dikatakan Sudaryono, MBG merupakan makanan tanpa pengawet, sehingga punya potensi basi yang lebih cepat yang dipengaruhi oleh suhu di masing-masing daerah. Daerah beriklim panas menurutnya akan mempercepat pertumbuhan bakteri di makanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;MBG ini kan tidak ada pengawetnya, jadi sudah pasti cepat, apalagi ada suhunya ada panas, itu kan memicu perkembangan bakteri, itu yang kami ingin perkuat dari sisi edukasi,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Ke depan, BGB akan mewajibkan SPPG untuk memberikan informasi di wadah makanan kapan diproduksi, dan kapan sebaiknya makanan tersebut dikonsumsi, sehingga harapannya tidak ada lagi siswa yang membawa pulang MBG, maupun menunda makan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan memastikan kapan makanan matang, sesuai standar tidak lebih dari 4 jam harus dimakan. Kalau di makanan itu kan kadang ada best before, sebaiknya dikonsumsi sebelum,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
