<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Ekonomi RI Hanya Tumbuh 5,29 Persen</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada kuartal II-2026. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/08/320/3234735/4-fakta-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-5-29-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/08/320/3234735/4-fakta-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-5-29-persen"/><item><title>4 Fakta Ekonomi RI Hanya Tumbuh 5,29 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/08/320/3234735/4-fakta-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-5-29-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/08/320/3234735/4-fakta-ekonomi-ri-hanya-tumbuh-5-29-persen</guid><pubDate>Sabtu 08 Agustus 2026 10:16 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/07/320/3234735/ekonomi_indonesia-k2bC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/07/320/3234735/ekonomi_indonesia-k2bC_large.jpg</image><title>Ekonomi Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada kuartal II-2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II sebesar 5,29 persen secara year on year (yoy),&amp;quot; kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud di Jakarta.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta Ekonomi RI hanya tumbuh 5,29 persen yang dirangkum Okezone, Sabtu (8/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Daya Beli Masyarakat&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, daya beli dan konsumsi masyarakat terus menunjukkan tren positif sepanjang periode tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga,&amp;quot; kata Edy, Jakarta.&#13;
&#13;
2. Konsumsi Rumah Tangga Naik&#13;
&#13;
BPS merinci bahwa konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026 mengalami peningkatan sebesar 5,06 persen yoy, sekaligus memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 53,32 persen.&#13;
&#13;
Komponen penopang terbesar kedua berasal dari sektor investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang berhasil tumbuh pesat sebesar 6,87 persen dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 29,36 persen. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, ekspor menjadi penyumbang PDB terbesar ketiga setelah mampu tumbuh sebesar 4,13 persen dengan porsi kontribusi mencapai 23,13 persen.&#13;
&#13;
3. Konsumsi Pemerintah Melonjak&#13;
&#13;
Dari sisi laju pertumbuhan tertinggi per komponen, konsumsi pemerintah mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 15,97 persen, serta memberikan kontribusi sebesar 7,57 persen terhadap PDB.&#13;
&#13;
Adapun pilar penopang PDB lainnya diisi oleh konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 6,93 persen dengan kontribusi sebesar 1,35 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Ekonomi RI di Semester II-2026&#13;
&#13;
Sementara, pada semester I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada kuartal II-2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II sebesar 5,29 persen secara year on year (yoy),&amp;quot; kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud di Jakarta.&#13;
&#13;
Berikut fakta-fakta Ekonomi RI hanya tumbuh 5,29 persen yang dirangkum Okezone, Sabtu (8/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Daya Beli Masyarakat&#13;
&#13;
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, daya beli dan konsumsi masyarakat terus menunjukkan tren positif sepanjang periode tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga,&amp;quot; kata Edy, Jakarta.&#13;
&#13;
2. Konsumsi Rumah Tangga Naik&#13;
&#13;
BPS merinci bahwa konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026 mengalami peningkatan sebesar 5,06 persen yoy, sekaligus memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 53,32 persen.&#13;
&#13;
Komponen penopang terbesar kedua berasal dari sektor investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang berhasil tumbuh pesat sebesar 6,87 persen dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 29,36 persen. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, ekspor menjadi penyumbang PDB terbesar ketiga setelah mampu tumbuh sebesar 4,13 persen dengan porsi kontribusi mencapai 23,13 persen.&#13;
&#13;
3. Konsumsi Pemerintah Melonjak&#13;
&#13;
Dari sisi laju pertumbuhan tertinggi per komponen, konsumsi pemerintah mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 15,97 persen, serta memberikan kontribusi sebesar 7,57 persen terhadap PDB.&#13;
&#13;
Adapun pilar penopang PDB lainnya diisi oleh konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 6,93 persen dengan kontribusi sebesar 1,35 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Ekonomi RI di Semester II-2026&#13;
&#13;
Sementara, pada semester I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
