<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Prediksi Penjualan Eceran Masih Lesu di Juli 2026</title><description>Secara bulanan, penjualan eceran pada Juli 2026 diprakirakan menurun sebesar -0,3 persen (mtm), dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/11/320/3235403/bi-prediksi-penjualan-eceran-masih-lesu-di-juli-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/11/320/3235403/bi-prediksi-penjualan-eceran-masih-lesu-di-juli-2026"/><item><title>BI Prediksi Penjualan Eceran Masih Lesu di Juli 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/11/320/3235403/bi-prediksi-penjualan-eceran-masih-lesu-di-juli-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/11/320/3235403/bi-prediksi-penjualan-eceran-masih-lesu-di-juli-2026</guid><pubDate>Selasa 11 Agustus 2026 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/11/320/3235403/bank_indonesia-neYK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Prediksi Penjualan Eceran Masih Lesu di Juli 2026 (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/11/320/3235403/bank_indonesia-neYK_large.jpg</image><title>BI Prediksi Penjualan Eceran Masih Lesu di Juli 2026 (Foto: BI)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 0,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sehingga mencapai level 224,4. Namun, secara bulanan diperkirakan menurun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, disertai pertumbuhan positif pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara bulanan, penjualan eceran pada Juli 2026 diprakirakan menurun sebesar -0,3 persen (mtm), dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah,&amp;rdquo; kata Denny dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (11/8/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, BI menilai kinerja penjualan pada Juli 2026 tersebut lebih baik dibandingkan Juli 2025 yang turun -4,1 persen (mtm).&#13;
&#13;
Pada Juni 2026, IPR tercatat sebesar 225,0. Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya.&#13;
&#13;
Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,7 persdn (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat turun sebesar -1,5 persen (mtm).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan tersebut sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode HBKN dan libur sekolah,&amp;rdquo; ungkap Denny.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada September 2026 diprakirakan menurun, sementara pada Desember 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Agustus 2026 sebesar 178,0.&#13;
&#13;
Sementara itu, IEH Desember 2026 diprakirakan sebesar 168,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH November 2026 sebesar 167,5.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 0,9 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sehingga mencapai level 224,4. Namun, secara bulanan diperkirakan menurun.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, disertai pertumbuhan positif pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara bulanan, penjualan eceran pada Juli 2026 diprakirakan menurun sebesar -0,3 persen (mtm), dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah,&amp;rdquo; kata Denny dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (11/8/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, BI menilai kinerja penjualan pada Juli 2026 tersebut lebih baik dibandingkan Juli 2025 yang turun -4,1 persen (mtm).&#13;
&#13;
Pada Juni 2026, IPR tercatat sebesar 225,0. Kinerja tersebut ditopang oleh tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya.&#13;
&#13;
Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,7 persdn (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat turun sebesar -1,5 persen (mtm).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan tersebut sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode HBKN dan libur sekolah,&amp;rdquo; ungkap Denny.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada September 2026 diprakirakan menurun, sementara pada Desember 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 sebesar 155,2, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Agustus 2026 sebesar 178,0.&#13;
&#13;
Sementara itu, IEH Desember 2026 diprakirakan sebesar 168,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH November 2026 sebesar 167,5.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
