<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Optimistis PFII Bisa Tarik Investasi Asing Lebih dari Rp500 Triliun</title><description>Purbaya memperkirakan nilai investasi yang masuk dapat menembus angka lebih dari Rp500 triliun&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/12/320/3235744/purbaya-optimistis-pfii-bisa-tarik-investasi-asing-lebih-dari-rp500-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/12/320/3235744/purbaya-optimistis-pfii-bisa-tarik-investasi-asing-lebih-dari-rp500-triliun"/><item><title>Purbaya Optimistis PFII Bisa Tarik Investasi Asing Lebih dari Rp500 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/12/320/3235744/purbaya-optimistis-pfii-bisa-tarik-investasi-asing-lebih-dari-rp500-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/12/320/3235744/purbaya-optimistis-pfii-bisa-tarik-investasi-asing-lebih-dari-rp500-triliun</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2026 19:19 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/12/320/3235744/purbaya-0Ppi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). (foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/12/320/3235744/purbaya-0Ppi_large.jpg</image><title> Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). (foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bakal menjadi magnet besar bagi masuknya arus modal asing ke dalam negeri.&#13;
&#13;
Purbaya memperkirakan nilai investasi yang masuk dapat menembus angka lebih dari Rp500 triliun, selama paket insentif dan fasilitas yang disediakan mampu memikat para investor global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau itu menarik dan berhasil, mungkin bisa lebih besar daripada itu (Rp500 triliun),&amp;quot; ujar Purbaya usai menerima kunjungan Menteri ESDM di kantornya, Selasa (11/8/2026).&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan bahwa kalkulasi tersebut masih berupa perkiraan awal.&#13;
&#13;
Perhitungan mengenai potensi dana yang dapat dihimpun akan diserahkan kepada Danantara, selaku pihak yang menyiapkan modal awal untuk pengembangan kawasan keuangan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu nanti Danantara yang hitung,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Purbaya memastikan bahwa pemberian berbagai fasilitas dan insentif perpajakan di kawasan PFII tidak akan menggerus penerimaan negara maupun memicu kerugian fiskal.&#13;
&#13;
Dia menegaskan bahwa fasilitas seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) tidak bisa dianggap sebagai potensi penerimaan yang hilang (potential loss), sebab aktivitas bisnis di kawasan finansial tersebut merupakan kegiatan baru yang sebelumnya belum beroperasi di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kan sebelumnya enggak ada. Jadi enggak ada potensi loss. Kira-kira potensi loss-nya nol,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Konsep PFII dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan baru di kawasan regional.&#13;
&#13;
Saat ini, pemerintah tengah mematangkan berbagai kerangka pendukung, mulai dari kelembagaan, penentuan lokasi strategis, hingga formulasi insentif bagi pelaku industri keuangan dunia.&#13;
&#13;
Melalui dukungan permodalan awal dari Danantara serta kemudahan berinvestasi yang disiapkan, pemerintah berharap PFII dapat menjadi instrumen utama dalam memperdalam sektor keuangan nasional, memperluas basis investasi, dan menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bakal menjadi magnet besar bagi masuknya arus modal asing ke dalam negeri.&#13;
&#13;
Purbaya memperkirakan nilai investasi yang masuk dapat menembus angka lebih dari Rp500 triliun, selama paket insentif dan fasilitas yang disediakan mampu memikat para investor global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau itu menarik dan berhasil, mungkin bisa lebih besar daripada itu (Rp500 triliun),&amp;quot; ujar Purbaya usai menerima kunjungan Menteri ESDM di kantornya, Selasa (11/8/2026).&#13;
&#13;
Purbaya menambahkan bahwa kalkulasi tersebut masih berupa perkiraan awal.&#13;
&#13;
Perhitungan mengenai potensi dana yang dapat dihimpun akan diserahkan kepada Danantara, selaku pihak yang menyiapkan modal awal untuk pengembangan kawasan keuangan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu nanti Danantara yang hitung,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Purbaya memastikan bahwa pemberian berbagai fasilitas dan insentif perpajakan di kawasan PFII tidak akan menggerus penerimaan negara maupun memicu kerugian fiskal.&#13;
&#13;
Dia menegaskan bahwa fasilitas seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) tidak bisa dianggap sebagai potensi penerimaan yang hilang (potential loss), sebab aktivitas bisnis di kawasan finansial tersebut merupakan kegiatan baru yang sebelumnya belum beroperasi di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kan sebelumnya enggak ada. Jadi enggak ada potensi loss. Kira-kira potensi loss-nya nol,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&#13;
Konsep PFII dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan baru di kawasan regional.&#13;
&#13;
Saat ini, pemerintah tengah mematangkan berbagai kerangka pendukung, mulai dari kelembagaan, penentuan lokasi strategis, hingga formulasi insentif bagi pelaku industri keuangan dunia.&#13;
&#13;
Melalui dukungan permodalan awal dari Danantara serta kemudahan berinvestasi yang disiapkan, pemerintah berharap PFII dapat menjadi instrumen utama dalam memperdalam sektor keuangan nasional, memperluas basis investasi, dan menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
