<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kopdes Dibangun di Atas Gunung, Zulhas: Mobil Enggak Bisa Naik, Masa Ada?</title><description>Salah satunya terdapat koperasi yang dibangun di lokasi pegunungan yang sulit dijangkau.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/12/320/3235759/kopdes-dibangun-di-atas-gunung-zulhas-mobil-enggak-bisa-naik-masa-ada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/12/320/3235759/kopdes-dibangun-di-atas-gunung-zulhas-mobil-enggak-bisa-naik-masa-ada"/><item><title>Kopdes Dibangun di Atas Gunung, Zulhas: Mobil Enggak Bisa Naik, Masa Ada?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/12/320/3235759/kopdes-dibangun-di-atas-gunung-zulhas-mobil-enggak-bisa-naik-masa-ada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/12/320/3235759/kopdes-dibangun-di-atas-gunung-zulhas-mobil-enggak-bisa-naik-masa-ada</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2026 20:34 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/12/320/3235759/kopdes-RqcL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti pembangunan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: Okezone.com/Wikanto Arung)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/12/320/3235759/kopdes-RqcL_large.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti pembangunan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih. (Foto: Okezone.com/Wikanto Arung)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti pembangunan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang masih menghadapi sejumlah persoalan di lapangan. Salah satunya terdapat koperasi yang dibangun di lokasi pegunungan yang sulit dijangkau.&#13;
&#13;
Zulhas mengatakan pembangunan koperasi dalam jumlah besar bukan pekerjaan mudah. Pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaannya, termasuk terkait lokasi pembangunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada juga pekerjaan yang besar membangun koperasi 80.000, tidak gampang. Oh, ada yang di gunung, ya kita tertibkan,&amp;quot; ujarnya dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) di Jakarta, Rabu (12/8/2026).&#13;
&#13;
Dia mempertanyakan pembangunan koperasi di lokasi yang sulit diakses masyarakat maupun kendaraan. Menurutnya, lokasi koperasi harus mempertimbangkan aspek aksesibilitas agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau di gunung orang enggak bisa naik, mobil enggak bisa naik, masa ada,&amp;quot; ujar Zulhas.&#13;
&#13;
Zulhas mengatakan pemerintah tidak akan membiarkan persoalan tersebut. Dia mengaku tengah mengecek lokasi dan mencari tahu penyebab koperasi bisa dibangun di tempat yang sulit dijangkau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, itu ya kita tertibkan, tapi saya lagi cek di mana, apa sebab dan kenapa. Kita akan tertibkan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Menurut Zulhas, pembangunan 80.000 koperasi merupakan salah satu pekerjaan besar pemerintah yang membutuhkan pengawasan agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan awal. Dia menegaskan pemerintah akan melakukan penertiban apabila ditemukan pelaksanaan yang tidak sesuai.&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli saat membahas evaluasi sejumlah program pemerintah. Dia mengatakan ada program yang telah berjalan baik, tetapi terdapat pula program yang belum berhasil dan masih membutuhkan pembenahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang tidak berhasil kita minta maaf, kita bekerja keras, ya, kita perbaiki,&amp;quot; kata Zulhas.&#13;
&#13;
Dia menegaskan dirinya akan terus mengawal program pemerintah agar pelaksanaannya memberikan dampak nyata kepada masyarakat, termasuk pembangunan Kopdes yang diharapkan dapat memperkuat perekonomian di tingkat desa.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti pembangunan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang masih menghadapi sejumlah persoalan di lapangan. Salah satunya terdapat koperasi yang dibangun di lokasi pegunungan yang sulit dijangkau.&#13;
&#13;
Zulhas mengatakan pembangunan koperasi dalam jumlah besar bukan pekerjaan mudah. Pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap berbagai persoalan dalam pelaksanaannya, termasuk terkait lokasi pembangunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada juga pekerjaan yang besar membangun koperasi 80.000, tidak gampang. Oh, ada yang di gunung, ya kita tertibkan,&amp;quot; ujarnya dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) di Jakarta, Rabu (12/8/2026).&#13;
&#13;
Dia mempertanyakan pembangunan koperasi di lokasi yang sulit diakses masyarakat maupun kendaraan. Menurutnya, lokasi koperasi harus mempertimbangkan aspek aksesibilitas agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau di gunung orang enggak bisa naik, mobil enggak bisa naik, masa ada,&amp;quot; ujar Zulhas.&#13;
&#13;
Zulhas mengatakan pemerintah tidak akan membiarkan persoalan tersebut. Dia mengaku tengah mengecek lokasi dan mencari tahu penyebab koperasi bisa dibangun di tempat yang sulit dijangkau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, itu ya kita tertibkan, tapi saya lagi cek di mana, apa sebab dan kenapa. Kita akan tertibkan,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Menurut Zulhas, pembangunan 80.000 koperasi merupakan salah satu pekerjaan besar pemerintah yang membutuhkan pengawasan agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan awal. Dia menegaskan pemerintah akan melakukan penertiban apabila ditemukan pelaksanaan yang tidak sesuai.&#13;
&#13;
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli saat membahas evaluasi sejumlah program pemerintah. Dia mengatakan ada program yang telah berjalan baik, tetapi terdapat pula program yang belum berhasil dan masih membutuhkan pembenahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang tidak berhasil kita minta maaf, kita bekerja keras, ya, kita perbaiki,&amp;quot; kata Zulhas.&#13;
&#13;
Dia menegaskan dirinya akan terus mengawal program pemerintah agar pelaksanaannya memberikan dampak nyata kepada masyarakat, termasuk pembangunan Kopdes yang diharapkan dapat memperkuat perekonomian di tingkat desa.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
