<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Zulhas Ngaku Pernah Dikasih Dana USD50 Juta dari George Soros</title><description>Zulkifli Hasan menyatakan Pemerintah sudah sempat mendapatkan pendanaan dari lembaga donor utama yang didirikan dan dikelola oleh George Soros sebesar USD50 juta atau setara Rp890 miliar (kurs:Rp17.870). &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235735/menko-zulhas-ngaku-pernah-dikasih-dana-usd50-juta-dari-george-soros</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235735/menko-zulhas-ngaku-pernah-dikasih-dana-usd50-juta-dari-george-soros"/><item><title>Menko Zulhas Ngaku Pernah Dikasih Dana USD50 Juta dari George Soros</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235735/menko-zulhas-ngaku-pernah-dikasih-dana-usd50-juta-dari-george-soros</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235735/menko-zulhas-ngaku-pernah-dikasih-dana-usd50-juta-dari-george-soros</guid><pubDate>Kamis 13 Agustus 2026 05:18 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/12/320/3235735/menko_zulhas-XBSd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Zulhas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/12/320/3235735/menko_zulhas-XBSd_large.jpg</image><title>Menko Zulhas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyatakan Pemerintah sudah sempat mendapatkan pendanaan dari lembaga donor utama yang didirikan dan dikelola oleh George Soros sebesar USD50 juta atau setara Rp890 miliar (kurs:Rp17.870).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Zulhas mengatakan pendanaan itu diberikan saat ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan pada 2009-2014 untuk mendanai proyek kelestarian lingkungan dan menjaga hutan di Indonesia. Namun ia akui dana tersebut sulit digunakan karena terganjal regulasi yang masih rumit pada saat itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;George Soros yang datang ke kantor saya taruh uang USD50 juta. Tapi sampai saya berakhir sebagai Menteri Kehutanan, saya enggak bisa pakai karena syaratnya rumit,&amp;quot; ujarnya saat ditemui Di Kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).&#13;
&#13;
Zulhas menjelaskan, kehadiran BPDLH diharapkan mampu memangkas regulasi agar pendanaan dari luar bisa dengan mudah diterima dan digunakan oleh berbagai daerah sesuai dengan kepentingannya masing-masing. BPDLH sendiri merupakan BLU dibawah Kementerian Keuangan yang berfungsi untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan pembiayaan lingkungan hidup dari berbagai sumber, baik dari anggaran negara, pinjaman, maupun dukungan mitra internasional&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi lembaga ini dibentuk agar transparan, akuntabel, mendukung pelestarian lingkungan, pengendalian perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Tujuannya itu,&amp;quot; kata Zulhas.&#13;
&#13;
Ia mengaku pendanaan dari George Soros sudah ada sejak ia sebagai Menteri Kehutanan melalui skema Result-Based Payment (RBP) REDD+. Akan tetapi dana tersebut justru kerap habis hanya untuk agenda-agenda rapat instansi dengan menjadikan alasan pencairan yang sulit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi jangan gara-gara cari alasan sulit. Sulitnya sampai hampir enggak bisa jalan. Akhirnya uang kita habis rapat-rapat aja gitu karena sulit dalam pelaksanaannya. Misalnya, nanti rapat lagi di luar negeri mana-mana kita ya bertahun-tahun muter muter muter muter uangnya habis itu,&amp;quot; kata Zulhas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu ini dibentuk agar ini bisa berjalan dengan baik. Zaman saya enggak jalan, saya akui. Sulit sekali karena baru zaman itu. Pertama kali REDD+ itu zaman saya. Itu duitnya juga susah, maka George Soros yang taruh. Tapi selesai saya tadi masih USD50 juta,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Zulhas Akui Pernah Dikasih Dana Rp890 Miliar dari George Soros&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyatakan Pemerintah sudah sempat mendapatkan pendanaan dari lembaga donor utama yang didirikan dan dikelola oleh George Soros sebesar USD50 juta atau setara Rp890 miliar (kurs:Rp17.870).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Zulhas mengatakan pendanaan itu diberikan saat ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan pada 2009-2014 untuk mendanai proyek kelestarian lingkungan dan menjaga hutan di Indonesia. Namun ia akui dana tersebut sulit digunakan karena terganjal regulasi yang masih rumit pada saat itu.&#13;
&#13;
&amp;quot;George Soros yang datang ke kantor saya taruh uang USD50 juta. Tapi sampai saya berakhir sebagai Menteri Kehutanan, saya enggak bisa pakai karena syaratnya rumit,&amp;quot; ujarnya saat ditemui Di Kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).&#13;
&#13;
Zulhas menjelaskan, kehadiran BPDLH diharapkan mampu memangkas regulasi agar pendanaan dari luar bisa dengan mudah diterima dan digunakan oleh berbagai daerah sesuai dengan kepentingannya masing-masing. BPDLH sendiri merupakan BLU dibawah Kementerian Keuangan yang berfungsi untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan pembiayaan lingkungan hidup dari berbagai sumber, baik dari anggaran negara, pinjaman, maupun dukungan mitra internasional&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi lembaga ini dibentuk agar transparan, akuntabel, mendukung pelestarian lingkungan, pengendalian perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Tujuannya itu,&amp;quot; kata Zulhas.&#13;
&#13;
Ia mengaku pendanaan dari George Soros sudah ada sejak ia sebagai Menteri Kehutanan melalui skema Result-Based Payment (RBP) REDD+. Akan tetapi dana tersebut justru kerap habis hanya untuk agenda-agenda rapat instansi dengan menjadikan alasan pencairan yang sulit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi jangan gara-gara cari alasan sulit. Sulitnya sampai hampir enggak bisa jalan. Akhirnya uang kita habis rapat-rapat aja gitu karena sulit dalam pelaksanaannya. Misalnya, nanti rapat lagi di luar negeri mana-mana kita ya bertahun-tahun muter muter muter muter uangnya habis itu,&amp;quot; kata Zulhas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu ini dibentuk agar ini bisa berjalan dengan baik. Zaman saya enggak jalan, saya akui. Sulit sekali karena baru zaman itu. Pertama kali REDD+ itu zaman saya. Itu duitnya juga susah, maka George Soros yang taruh. Tapi selesai saya tadi masih USD50 juta,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Baca selengkapnya: Zulhas Akui Pernah Dikasih Dana Rp890 Miliar dari George Soros&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
