<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Produk Lokal Berkualitas Bisa Tekan Impor dan Dongkrak Ekspor</title><description>Produk lokal yang semakin berkualitas dapat mendorong produksi dalam negeri, menekan ketergantungan terhadap produk impor, dan membuka peluang ekspor.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235878/mendag-produk-lokal-berkualitas-bisa-tekan-impor-dan-dongkrak-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235878/mendag-produk-lokal-berkualitas-bisa-tekan-impor-dan-dongkrak-ekspor"/><item><title>Mendag: Produk Lokal Berkualitas Bisa Tekan Impor dan Dongkrak Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235878/mendag-produk-lokal-berkualitas-bisa-tekan-impor-dan-dongkrak-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235878/mendag-produk-lokal-berkualitas-bisa-tekan-impor-dan-dongkrak-ekspor</guid><pubDate>Kamis 13 Agustus 2026 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/13/320/3235878/mendag-gYRd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santosa mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk lokal agar semakin memenuhi kebutuhan konsumen. (foto: Okezone.com/Feby Novalius)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/13/320/3235878/mendag-gYRd_large.jpg</image><title>Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santosa mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk lokal agar semakin memenuhi kebutuhan konsumen. (foto: Okezone.com/Feby Novalius)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santosa mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk lokal agar semakin memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri sekaligus memiliki daya saing di pasar global. Produk lokal yang semakin berkualitas dapat mendorong produksi dalam negeri, menekan ketergantungan terhadap produk impor, dan membuka peluang ekspor.&#13;
&#13;
Budi mengatakan, penguatan kualitas produk harus diikuti dengan pembangunan ekosistem perdagangan digital yang sehat. Ekosistem tersebut mencakup produk, platform perdagangan, dan konsumen yang saling mendukung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekosistem e-commerce harus dibangun dengan baik. Di dalamnya ada produk, platform, dan konsumen. Konsumen ini penting karena kalau ada penjual tetapi tidak ada platform dan konsumen, siapa yang akan membeli?&amp;quot; kata Budi di Jakarta, Kamis (13/8/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, kepuasan konsumen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perdagangan. Ketika konsumen mendapatkan produk lokal dengan kualitas yang baik, peluang untuk melakukan pembelian ulang akan semakin besar.&#13;
&#13;
Budi menilai peningkatan kualitas produk lokal pada akhirnya dapat memperkuat produksi dalam negeri. Semakin banyak masyarakat menggunakan produk lokal berkualitas, semakin besar pula peluang produk tersebut menggantikan sebagian kebutuhan terhadap produk impor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kualitas produk lokal bagus, itu juga bisa mendorong produksi dalam negeri menjadi lebih baik. Kalau semakin banyak digunakan, bisa menekan produk impor,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Budi mengapresiasi respons pelaku platform perdagangan digital terhadap kebijakan pemerintah, termasuk Shopee yang meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal setelah terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026.&#13;
&#13;
Dia mengatakan kebijakan tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat posisi produk lokal dalam ekosistem perdagangan digital sehingga lebih cepat dikenal konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Produk lokal harus diutamakan di dalam ekosistem ini sehingga lebih cepat dikenal oleh konsumen. Dengan demikian, produksi juga semakin banyak,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
Menurut Budi, pemerintah juga memiliki sejumlah program untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Salah satunya program kurasi produk lokal yang dilakukan secara berkala. Produk yang terpilih kemudian berkesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI), yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-41.&#13;
&#13;
Budi mengatakan pameran tersebut menjadi salah satu sarana mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan sebelumnya, tercatat ribuan buyer dari luar negeri mengikuti kegiatan tersebut dan menghasilkan transaksi perdagangan senilai sekitar USD22,82 miliar, termasuk transaksi yang melibatkan UMKM.&#13;
&#13;
Menurut dia, peluang ekspor juga dapat berawal dari transaksi ritel. Produk yang awalnya dibeli dalam jumlah kecil oleh konsumen atau pelaku usaha dari luar negeri dapat berkembang menjadi transaksi bisnis apabila kualitas produk dinilai memenuhi kebutuhan pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau produk bagus, yang awalnya retail bisa berkembang menjadi business to business. Pembeli dari Singapura atau Malaysia, misalnya, mungkin awalnya membeli satuan. Tetapi kalau produknya bagus, pembeli itu bisa menjadi importir dan kemudian produknya dapat diekspor,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kementerian Perdagangan, lanjut Budi, juga memfasilitasi pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pasar melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Pelaku usaha dapat mempresentasikan produknya kepada calon pembeli yang kemudian dapat ditindaklanjuti melalui proses bisnis.&#13;
&#13;
Dia menyebut fasilitasi perdagangan tersebut telah menghasilkan transaksi ekspor yang terus berkembang. Pada periode Januari-Juni 2026, nilai transaksi yang difasilitasi mencapai sekitar USD251 juta. Sebagian besar UMKM yang difasilitasi tersebut sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini yang kami fasilitasi. Sekitar 60 persen UMKM yang kami dampingi belum pernah ekspor dan bahkan belum pernah bertemu dengan buyer. Jadi kami membantu mempertemukan mereka dengan pasar,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Selain membuka akses pasar, pemerintah juga melakukan kurasi untuk memastikan produk yang ditawarkan memiliki kualitas dan kesiapan yang memadai. Produk yang telah lolos kurasi kemudian dapat diperluas akses pemasarannya melalui kerja sama dengan jaringan ritel dan pusat distribusi.&#13;
&#13;
Budi mengatakan sejumlah produk hasil kurasi telah mendapatkan kesempatan masuk ke jaringan seperti Indomaret, Indogrosir, dan Point Coffee.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau produknya bagus, kami tes dan kurasi. Kalau sudah masuk dalam produk pilihan, kami dapat bekerja sama dengan jaringan ritel sehingga produk yang terpilih bisa diterima di sana,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan pemerintah memiliki peran dalam membuka dan mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, sedangkan pelaku usaha perlu memastikan produk yang dihasilkan berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tugas kami mencarikan pasar. Bapak dan Ibu membuat produk, kami membantu mencarikan pasarnya. Tetapi ekosistemnya harus dijaga dengan baik,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
Selain akses pasar, pemerintah juga mendorong kemudahan layanan bagi penjual, termasuk dalam pemenuhan berbagai persyaratan usaha. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah fasilitasi sertifikasi halal agar pelaku usaha lebih mudah memenuhi persyaratan dan memperluas akses pasar.&#13;
&#13;
Budi menilai penguatan ekosistem perdagangan secara menyeluruh, mulai dari kualitas produk, konsumen, platform, hingga akses pasar, akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan daya saing produk Indonesia.&#13;
&#13;
Dengan produk lokal yang semakin berkualitas dan akses pasar yang semakin luas, pemerintah berharap konsumsi produk dalam negeri dapat meningkat, ketergantungan terhadap produk impor berkurang, dan semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas menjadi eksportir.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santosa mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk lokal agar semakin memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri sekaligus memiliki daya saing di pasar global. Produk lokal yang semakin berkualitas dapat mendorong produksi dalam negeri, menekan ketergantungan terhadap produk impor, dan membuka peluang ekspor.&#13;
&#13;
Budi mengatakan, penguatan kualitas produk harus diikuti dengan pembangunan ekosistem perdagangan digital yang sehat. Ekosistem tersebut mencakup produk, platform perdagangan, dan konsumen yang saling mendukung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ekosistem e-commerce harus dibangun dengan baik. Di dalamnya ada produk, platform, dan konsumen. Konsumen ini penting karena kalau ada penjual tetapi tidak ada platform dan konsumen, siapa yang akan membeli?&amp;quot; kata Budi di Jakarta, Kamis (13/8/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, kepuasan konsumen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perdagangan. Ketika konsumen mendapatkan produk lokal dengan kualitas yang baik, peluang untuk melakukan pembelian ulang akan semakin besar.&#13;
&#13;
Budi menilai peningkatan kualitas produk lokal pada akhirnya dapat memperkuat produksi dalam negeri. Semakin banyak masyarakat menggunakan produk lokal berkualitas, semakin besar pula peluang produk tersebut menggantikan sebagian kebutuhan terhadap produk impor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kualitas produk lokal bagus, itu juga bisa mendorong produksi dalam negeri menjadi lebih baik. Kalau semakin banyak digunakan, bisa menekan produk impor,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Budi mengapresiasi respons pelaku platform perdagangan digital terhadap kebijakan pemerintah, termasuk Shopee yang meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal setelah terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026.&#13;
&#13;
Dia mengatakan kebijakan tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat posisi produk lokal dalam ekosistem perdagangan digital sehingga lebih cepat dikenal konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Produk lokal harus diutamakan di dalam ekosistem ini sehingga lebih cepat dikenal oleh konsumen. Dengan demikian, produksi juga semakin banyak,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
Menurut Budi, pemerintah juga memiliki sejumlah program untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Salah satunya program kurasi produk lokal yang dilakukan secara berkala. Produk yang terpilih kemudian berkesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI), yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-41.&#13;
&#13;
Budi mengatakan pameran tersebut menjadi salah satu sarana mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan sebelumnya, tercatat ribuan buyer dari luar negeri mengikuti kegiatan tersebut dan menghasilkan transaksi perdagangan senilai sekitar USD22,82 miliar, termasuk transaksi yang melibatkan UMKM.&#13;
&#13;
Menurut dia, peluang ekspor juga dapat berawal dari transaksi ritel. Produk yang awalnya dibeli dalam jumlah kecil oleh konsumen atau pelaku usaha dari luar negeri dapat berkembang menjadi transaksi bisnis apabila kualitas produk dinilai memenuhi kebutuhan pasar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau produk bagus, yang awalnya retail bisa berkembang menjadi business to business. Pembeli dari Singapura atau Malaysia, misalnya, mungkin awalnya membeli satuan. Tetapi kalau produknya bagus, pembeli itu bisa menjadi importir dan kemudian produknya dapat diekspor,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kementerian Perdagangan, lanjut Budi, juga memfasilitasi pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pasar melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Pelaku usaha dapat mempresentasikan produknya kepada calon pembeli yang kemudian dapat ditindaklanjuti melalui proses bisnis.&#13;
&#13;
Dia menyebut fasilitasi perdagangan tersebut telah menghasilkan transaksi ekspor yang terus berkembang. Pada periode Januari-Juni 2026, nilai transaksi yang difasilitasi mencapai sekitar USD251 juta. Sebagian besar UMKM yang difasilitasi tersebut sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini yang kami fasilitasi. Sekitar 60 persen UMKM yang kami dampingi belum pernah ekspor dan bahkan belum pernah bertemu dengan buyer. Jadi kami membantu mempertemukan mereka dengan pasar,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Selain membuka akses pasar, pemerintah juga melakukan kurasi untuk memastikan produk yang ditawarkan memiliki kualitas dan kesiapan yang memadai. Produk yang telah lolos kurasi kemudian dapat diperluas akses pemasarannya melalui kerja sama dengan jaringan ritel dan pusat distribusi.&#13;
&#13;
Budi mengatakan sejumlah produk hasil kurasi telah mendapatkan kesempatan masuk ke jaringan seperti Indomaret, Indogrosir, dan Point Coffee.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau produknya bagus, kami tes dan kurasi. Kalau sudah masuk dalam produk pilihan, kami dapat bekerja sama dengan jaringan ritel sehingga produk yang terpilih bisa diterima di sana,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menegaskan pemerintah memiliki peran dalam membuka dan mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, sedangkan pelaku usaha perlu memastikan produk yang dihasilkan berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tugas kami mencarikan pasar. Bapak dan Ibu membuat produk, kami membantu mencarikan pasarnya. Tetapi ekosistemnya harus dijaga dengan baik,&amp;quot; kata Budi.&#13;
&#13;
Selain akses pasar, pemerintah juga mendorong kemudahan layanan bagi penjual, termasuk dalam pemenuhan berbagai persyaratan usaha. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah fasilitasi sertifikasi halal agar pelaku usaha lebih mudah memenuhi persyaratan dan memperluas akses pasar.&#13;
&#13;
Budi menilai penguatan ekosistem perdagangan secara menyeluruh, mulai dari kualitas produk, konsumen, platform, hingga akses pasar, akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan daya saing produk Indonesia.&#13;
&#13;
Dengan produk lokal yang semakin berkualitas dan akses pasar yang semakin luas, pemerintah berharap konsumsi produk dalam negeri dapat meningkat, ketergantungan terhadap produk impor berkurang, dan semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas menjadi eksportir.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
