<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digitalisasi, Industri Daur Ulang Plastik Indonesia Diperkuat </title><description>Indonesia telah memiliki rantai industri daur ulang yang melibatkan masyarakat, bank sampah, pengumpul&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235994/digitalisasi-industri-daur-ulang-plastik-indonesia-diperkuat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235994/digitalisasi-industri-daur-ulang-plastik-indonesia-diperkuat"/><item><title>Digitalisasi, Industri Daur Ulang Plastik Indonesia Diperkuat </title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235994/digitalisasi-industri-daur-ulang-plastik-indonesia-diperkuat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/320/3235994/digitalisasi-industri-daur-ulang-plastik-indonesia-diperkuat</guid><pubDate>Kamis 13 Agustus 2026 20:20 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/13/320/3235994/daur_ulang-nqzU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Industri daur ulang plastik diperkuat. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/13/320/3235994/daur_ulang-nqzU_large.jpg</image><title> Industri daur ulang plastik diperkuat. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Industri daur ulang plastik diperkuat. &amp;nbsp;Saat ini Indonesia telah memiliki rantai industri daur ulang yang melibatkan masyarakat, bank sampah, pengumpul, perusahaan daur ulang, hingga industri yang menggunakan kembali material hasil daur ulang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tantangan berikutnya terletak pada pencatatan aktivitas di sepanjang rantai tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Data mengenai asal material, proses pengumpulan, pengolahan, hingga dampak lingkungan perlu tersedia secara terstruktur agar aktivitas daur ulang dapat diukur dan ditelusuri.&#13;
&#13;
Chairwoman Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) Christine Halim mengatakan, melalui kerja sama aktivitas pengumpulan dan daur ulang akan didorong untuk terhubung dengan sistem pencatatan digital dan material traceability.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sistem ini memungkinkan perjalanan material dari satu titik ke titik lain terdokumentasi secara lebih sistematis,&amp;quot; kata dia dalam keterangannya, &amp;nbsp;Jakarta, Kamis (13/8/2026).&#13;
&#13;
Diketahui, Adupi bersama Indonesia Carbon Trade Association (Idcta) dan PT ESGIN Global Partners memperkuat digitalisasi industri daur ulang plastik melalui sistem ketertelusuran material dan digital monitoring, reporting and verification (Digital MRV).&#13;
&#13;
Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas data lingkungan sekaligus mempersiapkan industri menghadapi perkembangan pasar lingkungan dan pasar karbon.&#13;
&#13;
Ketiga pihak menandatangani memorandum of understanding (MoU) dalam ASEAN Recycling Summit 2026 yang menjadi bagian dari Indo Waste &amp;amp; Recycling 2026 Expo &amp;amp; Forum di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026)&#13;
&#13;
Data tersebut kemudian dapat menjadi bagian dari Digital MRV. Sistem ini digunakan untuk memantau, melaporkan, dan memverifikasi data lingkungan secara digital sehingga informasi yang dihasilkan memiliki dasar pengukuran yang lebih jelas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Data lingkungan yang kredibel selanjutnya dapat digunakan untuk menilai kesiapan aktivitas atau proyek menuju plastic credit maupun peluang pasar karbon, sepanjang memenuhi metodologi, standar, dan ketentuan yang berlaku,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sebagai tahap awal implementasi, ADUPI, Idcta, dan ESGIN akan menjajaki Circular Economy Digital MRV Pilot Project bersama perusahaan anggota Adupi yang berpartisipasi secara sukarela. Pilot project tersebut diarahkan untuk membangun baseline assessment, kerangka digital traceability, Digital MRV, serta environmental impact assessment.&#13;
&#13;
Setelah fondasi tersebut terbentuk, ketiga pihak dapat melakukan kajian kelayakan untuk melihat potensi pengembangan proyek menuju plastic credit maupun peluang pasar karbon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pilot project tersebut juga diharapkan menjadi proof of concept atau proyek pembuktian awal mengenai bagaimana aktivitas daur ulang di lapangan dapat diubah menjadi data lingkungan yang lebih terstruktur, transparan, dan dapat diverifikasi.&#13;
&#13;
Dia mengatakan, Adupi membawa jaringan industri daur ulang yang menghubungkan perusahaan anggota, recycler, collector, bank sampah, dan pelaku industri terkait.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mendukung identifikasi perusahaan dan lokasi yang berpotensi menjadi bagian dari pilot project,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Vice President Regional Head Indonesia ESGIN Global Partners Yayang Ruzaldy mengatakan, ESGIN mendukung pembangunan infrastruktur digital melalui pengembangan Digital MRV, material traceability, digital verification, ESG data management, dashboard, dan digital monitoring.&#13;
&#13;
Chairman Idcta Riza Suarga menambahkan, Idcta memperkuat aspek kesiapan pasar karbon melalui carbon accounting, market integrity, pengembangan kapasitas, jaringan pasar, serta kerja sama nasional dan internasional.&#13;
&#13;
Carbon accounting merupakan proses pencatatan dan penghitungan emisi atau pengurangan emisi berdasarkan metodologi tertentu. Sementara market integrity berkaitan dengan upaya menjaga agar perdagangan dan klaim di pasar karbon berjalan berdasarkan data serta aturan yang dapat dipertanggungjawabkan&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Industri daur ulang plastik diperkuat. &amp;nbsp;Saat ini Indonesia telah memiliki rantai industri daur ulang yang melibatkan masyarakat, bank sampah, pengumpul, perusahaan daur ulang, hingga industri yang menggunakan kembali material hasil daur ulang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tantangan berikutnya terletak pada pencatatan aktivitas di sepanjang rantai tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Data mengenai asal material, proses pengumpulan, pengolahan, hingga dampak lingkungan perlu tersedia secara terstruktur agar aktivitas daur ulang dapat diukur dan ditelusuri.&#13;
&#13;
Chairwoman Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) Christine Halim mengatakan, melalui kerja sama aktivitas pengumpulan dan daur ulang akan didorong untuk terhubung dengan sistem pencatatan digital dan material traceability.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sistem ini memungkinkan perjalanan material dari satu titik ke titik lain terdokumentasi secara lebih sistematis,&amp;quot; kata dia dalam keterangannya, &amp;nbsp;Jakarta, Kamis (13/8/2026).&#13;
&#13;
Diketahui, Adupi bersama Indonesia Carbon Trade Association (Idcta) dan PT ESGIN Global Partners memperkuat digitalisasi industri daur ulang plastik melalui sistem ketertelusuran material dan digital monitoring, reporting and verification (Digital MRV).&#13;
&#13;
Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas data lingkungan sekaligus mempersiapkan industri menghadapi perkembangan pasar lingkungan dan pasar karbon.&#13;
&#13;
Ketiga pihak menandatangani memorandum of understanding (MoU) dalam ASEAN Recycling Summit 2026 yang menjadi bagian dari Indo Waste &amp;amp; Recycling 2026 Expo &amp;amp; Forum di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026)&#13;
&#13;
Data tersebut kemudian dapat menjadi bagian dari Digital MRV. Sistem ini digunakan untuk memantau, melaporkan, dan memverifikasi data lingkungan secara digital sehingga informasi yang dihasilkan memiliki dasar pengukuran yang lebih jelas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Data lingkungan yang kredibel selanjutnya dapat digunakan untuk menilai kesiapan aktivitas atau proyek menuju plastic credit maupun peluang pasar karbon, sepanjang memenuhi metodologi, standar, dan ketentuan yang berlaku,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sebagai tahap awal implementasi, ADUPI, Idcta, dan ESGIN akan menjajaki Circular Economy Digital MRV Pilot Project bersama perusahaan anggota Adupi yang berpartisipasi secara sukarela. Pilot project tersebut diarahkan untuk membangun baseline assessment, kerangka digital traceability, Digital MRV, serta environmental impact assessment.&#13;
&#13;
Setelah fondasi tersebut terbentuk, ketiga pihak dapat melakukan kajian kelayakan untuk melihat potensi pengembangan proyek menuju plastic credit maupun peluang pasar karbon.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pilot project tersebut juga diharapkan menjadi proof of concept atau proyek pembuktian awal mengenai bagaimana aktivitas daur ulang di lapangan dapat diubah menjadi data lingkungan yang lebih terstruktur, transparan, dan dapat diverifikasi.&#13;
&#13;
Dia mengatakan, Adupi membawa jaringan industri daur ulang yang menghubungkan perusahaan anggota, recycler, collector, bank sampah, dan pelaku industri terkait.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mendukung identifikasi perusahaan dan lokasi yang berpotensi menjadi bagian dari pilot project,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Vice President Regional Head Indonesia ESGIN Global Partners Yayang Ruzaldy mengatakan, ESGIN mendukung pembangunan infrastruktur digital melalui pengembangan Digital MRV, material traceability, digital verification, ESG data management, dashboard, dan digital monitoring.&#13;
&#13;
Chairman Idcta Riza Suarga menambahkan, Idcta memperkuat aspek kesiapan pasar karbon melalui carbon accounting, market integrity, pengembangan kapasitas, jaringan pasar, serta kerja sama nasional dan internasional.&#13;
&#13;
Carbon accounting merupakan proses pencatatan dan penghitungan emisi atau pengurangan emisi berdasarkan metodologi tertentu. Sementara market integrity berkaitan dengan upaya menjaga agar perdagangan dan klaim di pasar karbon berjalan berdasarkan data serta aturan yang dapat dipertanggungjawabkan&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
