<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nyaris Roboh, RTLH Diperbaiki Jadi Hunian Layak Huni</title><description>Memiliki rumah yang aman dan nyaman masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga prasejahtera di Indonesia. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjalankan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/470/3235962/nyaris-roboh-rtlh-diperbaiki-jadi-hunian-layak-huni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/470/3235962/nyaris-roboh-rtlh-diperbaiki-jadi-hunian-layak-huni"/><item><title>Nyaris Roboh, RTLH Diperbaiki Jadi Hunian Layak Huni</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/470/3235962/nyaris-roboh-rtlh-diperbaiki-jadi-hunian-layak-huni</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/13/470/3235962/nyaris-roboh-rtlh-diperbaiki-jadi-hunian-layak-huni</guid><pubDate>Kamis 13 Agustus 2026 18:42 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/13/470/3235962/rumah_subsidi-BcWO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah Subsidi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/13/470/3235962/rumah_subsidi-BcWO_large.jpg</image><title>Rumah Subsidi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Memiliki rumah yang aman dan nyaman masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga prasejahtera di Indonesia. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjalankan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan.&#13;
&#13;
Tahun ini, sebanyak 20 rumah diperbaiki dan tersebar di empat wilayah, yakni Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo. Masing-masing daerah mendapatkan bantuan untuk lima unit rumah.&#13;
&#13;
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi BTN dan PPATK pada 2025 yang telah menyasar 15 rumah. Dengan demikian, selama dua tahun, sebanyak 35 keluarga telah mendapatkan manfaat dari program perbaikan hunian tersebut.&#13;
&#13;
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, penyediaan rumah layak huni tidak hanya dapat dilakukan melalui pembiayaan kepemilikan rumah. Bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas, program bedah rumah menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan hunian yang lebih aman dan nyaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN hidup dari industri perumahan dan kami memahami betul bahwa belum semua segmen masyarakat bisa mendapatkan rumah melalui KPR, terutama masyarakat pada desil 1, 2, 3 dan sebagian desil 4 yang masih memiliki keterbatasan untuk membayar angsuran. Karena itu, salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah melalui bedah rumah,&amp;rdquo; ujar Nixon di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (13/8/2026).&#13;
&#13;
Hunian Tidak Layak&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Nixon, persoalan hunian tidak layak membutuhkan dukungan berbagai pihak. Karena itu, BTN dan PPATK berencana melanjutkan program bedah rumah secara berkelanjutan dengan menyasar wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apa yang kita lakukan hari ini memang masih bagian kecil. Tetapi kalau semua korporasi dan institusi memiliki gerakan yang sama, ribuan rumah bisa kita perbaiki setiap tahun. Kita tidak hanya menunggu pemerintah, korporasi juga bisa bergerak bersama dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Langkah tersebut sejalan dengan transformasi BTN melalui konsep Beyond Mortgage &amp;ndash; Membangun Rumah, Membangun Kehidupan. Hingga kini, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta rumah di berbagai wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, program perbaikan rumah menjadi bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam rangka Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang ke-24, kami bersama seluruh stakeholder, pada kesempatan ini bersama BTN, membangun dan memperbaiki rumah untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan kebutuhan dasar berupa papan. Ke depan kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan bersama BTN,&amp;rdquo; ujar Ivan.&#13;
&#13;
Tak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, kolaborasi tersebut juga akan diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan. Semangat &amp;ldquo;Rumah Bersih, Keuangan Bersih&amp;rdquo; diharapkan dapat mendorong keluarga membangun kebiasaan finansial yang sehat.&#13;
&#13;
Bagi penerima bantuan, kehadiran rumah yang lebih layak memberikan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dirasakan Sanatra yang sebelumnya tinggal bersama keluarga di rumah dengan kondisi rusak dan mengalami kebocoran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu rumahnya mau roboh, bocor. Mau memperbaiki enggak punya uang, karena untuk makan dan kebutuhan anak-anak saja. Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Senang banget, saya, istri, sama anak. Terima kasih banget kepada BTN,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah turut mengapresiasi program tersebut. Ia menyebut persoalan kemiskinan di Kabupaten Lebak masih menjadi tantangan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di hunian dengan kondisi kurang layak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat berterima kasih kepada PPATK yang telah memberikan perhatian kepada daerah kami dan juga kepada BTN. Kabupaten Lebak masih menghadapi persoalan kemiskinan. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus hadir di Kabupaten Lebak,&amp;rdquo; ujar Amir.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Memiliki rumah yang aman dan nyaman masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga prasejahtera di Indonesia. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjalankan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan.&#13;
&#13;
Tahun ini, sebanyak 20 rumah diperbaiki dan tersebar di empat wilayah, yakni Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo. Masing-masing daerah mendapatkan bantuan untuk lima unit rumah.&#13;
&#13;
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi BTN dan PPATK pada 2025 yang telah menyasar 15 rumah. Dengan demikian, selama dua tahun, sebanyak 35 keluarga telah mendapatkan manfaat dari program perbaikan hunian tersebut.&#13;
&#13;
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, penyediaan rumah layak huni tidak hanya dapat dilakukan melalui pembiayaan kepemilikan rumah. Bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas, program bedah rumah menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan hunian yang lebih aman dan nyaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN hidup dari industri perumahan dan kami memahami betul bahwa belum semua segmen masyarakat bisa mendapatkan rumah melalui KPR, terutama masyarakat pada desil 1, 2, 3 dan sebagian desil 4 yang masih memiliki keterbatasan untuk membayar angsuran. Karena itu, salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah melalui bedah rumah,&amp;rdquo; ujar Nixon di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (13/8/2026).&#13;
&#13;
Hunian Tidak Layak&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut Nixon, persoalan hunian tidak layak membutuhkan dukungan berbagai pihak. Karena itu, BTN dan PPATK berencana melanjutkan program bedah rumah secara berkelanjutan dengan menyasar wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apa yang kita lakukan hari ini memang masih bagian kecil. Tetapi kalau semua korporasi dan institusi memiliki gerakan yang sama, ribuan rumah bisa kita perbaiki setiap tahun. Kita tidak hanya menunggu pemerintah, korporasi juga bisa bergerak bersama dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Langkah tersebut sejalan dengan transformasi BTN melalui konsep Beyond Mortgage &amp;ndash; Membangun Rumah, Membangun Kehidupan. Hingga kini, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta rumah di berbagai wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, program perbaikan rumah menjadi bagian dari Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam rangka Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang Indonesia yang ke-24, kami bersama seluruh stakeholder, pada kesempatan ini bersama BTN, membangun dan memperbaiki rumah untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan kebutuhan dasar berupa papan. Ke depan kegiatan seperti ini akan terus kami laksanakan bersama BTN,&amp;rdquo; ujar Ivan.&#13;
&#13;
Tak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, kolaborasi tersebut juga akan diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan. Semangat &amp;ldquo;Rumah Bersih, Keuangan Bersih&amp;rdquo; diharapkan dapat mendorong keluarga membangun kebiasaan finansial yang sehat.&#13;
&#13;
Bagi penerima bantuan, kehadiran rumah yang lebih layak memberikan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dirasakan Sanatra yang sebelumnya tinggal bersama keluarga di rumah dengan kondisi rusak dan mengalami kebocoran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu rumahnya mau roboh, bocor. Mau memperbaiki enggak punya uang, karena untuk makan dan kebutuhan anak-anak saja. Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Senang banget, saya, istri, sama anak. Terima kasih banget kepada BTN,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah turut mengapresiasi program tersebut. Ia menyebut persoalan kemiskinan di Kabupaten Lebak masih menjadi tantangan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di hunian dengan kondisi kurang layak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami sangat berterima kasih kepada PPATK yang telah memberikan perhatian kepada daerah kami dan juga kepada BTN. Kabupaten Lebak masih menghadapi persoalan kemiskinan. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus hadir di Kabupaten Lebak,&amp;rdquo; ujar Amir.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
