<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo: BUMN Bukan Milik Direksi-Komisaris, Bukan Sumber Dana Penguasa!</title><description>Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan milik direksi dan komisaris. BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236081/prabowo-bumn-bukan-milik-direksi-komisaris-bukan-sumber-dana-penguasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236081/prabowo-bumn-bukan-milik-direksi-komisaris-bukan-sumber-dana-penguasa"/><item><title>Prabowo: BUMN Bukan Milik Direksi-Komisaris, Bukan Sumber Dana Penguasa!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236081/prabowo-bumn-bukan-milik-direksi-komisaris-bukan-sumber-dana-penguasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236081/prabowo-bumn-bukan-milik-direksi-komisaris-bukan-sumber-dana-penguasa</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2026 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/14/320/3236081/prabowo_subianto-KtJY_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo: BUMN Bukan Milik Direksi-Komisaris, Bukan Sumber Dana Penguasa!</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/14/320/3236081/prabowo_subianto-KtJY_large.png</image><title>Prabowo: BUMN Bukan Milik Direksi-Komisaris, Bukan Sumber Dana Penguasa!</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan milik direksi dan komisaris. BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa,&amp;quot; kata Prabowo saat Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
Prabowo menambahkan, saat membentuk Danantara terdapat 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Menurut Prabowo, hal ini terlalu banyak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlalu banyak yang tidak produktif. Terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Hingga hari ini, lanjut Prabowo sudah menutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, ditargetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, telah menghemat overhead sekitar Rp50 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini artinya setiap tahun Rp50 triliun tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif. Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain itu, kita juga telah melaksanakan perintah Undang Undang Dasar 1945 untuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,&amp;quot; pungkas Prabowo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan milik direksi dan komisaris. BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa,&amp;quot; kata Prabowo saat Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
Prabowo menambahkan, saat membentuk Danantara terdapat 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Menurut Prabowo, hal ini terlalu banyak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlalu banyak yang tidak produktif. Terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Hingga hari ini, lanjut Prabowo sudah menutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, ditargetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, telah menghemat overhead sekitar Rp50 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini artinya setiap tahun Rp50 triliun tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif. Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain itu, kita juga telah melaksanakan perintah Undang Undang Dasar 1945 untuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia, agar dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,&amp;quot; pungkas Prabowo.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
