<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> APBN 2027 Hampir Rp4.000 Triliun, Ketua DPR: Tak Ada yang Pernah Lihat Uang Sebesar Itu</title><description>Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 mendekati Rp4.000 triliun. Angka ini sangat besar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236165/apbn-2027-hampir-rp4-000-triliun-ketua-dpr-tak-ada-yang-pernah-lihat-uang-sebesar-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236165/apbn-2027-hampir-rp4-000-triliun-ketua-dpr-tak-ada-yang-pernah-lihat-uang-sebesar-itu"/><item><title> APBN 2027 Hampir Rp4.000 Triliun, Ketua DPR: Tak Ada yang Pernah Lihat Uang Sebesar Itu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236165/apbn-2027-hampir-rp4-000-triliun-ketua-dpr-tak-ada-yang-pernah-lihat-uang-sebesar-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236165/apbn-2027-hampir-rp4-000-triliun-ketua-dpr-tak-ada-yang-pernah-lihat-uang-sebesar-itu</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2026 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/14/320/3236165/puan-uxBN_large.png" expression="full" type="image/jpeg"> APBN 2027 Hampir Rp4.000 Triliun, Ketua DPR: Tak Ada yang Pernah Lihat Uang Sebesar Itu</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/14/320/3236165/puan-uxBN_large.png</image><title> APBN 2027 Hampir Rp4.000 Triliun, Ketua DPR: Tak Ada yang Pernah Lihat Uang Sebesar Itu</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 mendekati Rp4.000 triliun. Angka ini sangat besar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;quot;APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp4.000-an triliun,&amp;quot; kata Puan dalam membuka agenda Rapat Paripurna ke-1 masa persidangan I Tahun 2026-2027 pada Jumat (14/8/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin tidak ada satupun di antara kita yang pernah melihat banyaknya uang sebesar hampir Rp4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya bahkan sangat besar,&amp;quot; sambung Puan.&#13;
&#13;
Puan menjelaskan, APBN adalah pilihan politik tentang ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang diprioritaskan, dan manfaat apa yang harus dirasakan oleh rakyat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada tahun 2000, APBN berada pada besaran Rp197 trilliun; tahun 2010 sebesar Rp1.126 triliun; dalam 10 tahun tersebut. &amp;quot;Belanja Negara naik hampir 6 kali lipat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sementara, pada tahun 2026, APBN sebesar Rp3.842 triliun, naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi bagi seorang petani yang sedang menunggu panennya menghasilkan; seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya; rakyat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan; seorang pencari kerja untuk menghidupi keluarganya; atau urusan rakyat lainnya; angka sebesar apa pun terasa tidak bermakna apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat,&amp;quot; kata Puan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, APBN kata Puan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dapat dibelanjakan. &amp;quot;APBN harus dinilai dari kinerjanya dalam memenuhi harapan rakyat dan banyaknya kehidupan rakyat yang dapat diubah menjadi lebih baik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Tema kebijakan fiskal Tahun 2027, Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, harus dimaknai sebagai komitmen untuk mempertemukan pertumbuhan dengan pemerataan; kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial. &amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 mendekati Rp4.000 triliun. Angka ini sangat besar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;quot;APBN Tahun 2027, yang sebentar lagi akan disampaikan oleh Bapak Presiden, bisa jadi APBN kita sudah mendekati besaran belanja Rp4.000-an triliun,&amp;quot; kata Puan dalam membuka agenda Rapat Paripurna ke-1 masa persidangan I Tahun 2026-2027 pada Jumat (14/8/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin tidak ada satupun di antara kita yang pernah melihat banyaknya uang sebesar hampir Rp4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya bahkan sangat besar,&amp;quot; sambung Puan.&#13;
&#13;
Puan menjelaskan, APBN adalah pilihan politik tentang ke mana sumber daya negara diarahkan, siapa yang diprioritaskan, dan manfaat apa yang harus dirasakan oleh rakyat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada tahun 2000, APBN berada pada besaran Rp197 trilliun; tahun 2010 sebesar Rp1.126 triliun; dalam 10 tahun tersebut. &amp;quot;Belanja Negara naik hampir 6 kali lipat,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sementara, pada tahun 2026, APBN sebesar Rp3.842 triliun, naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi bagi seorang petani yang sedang menunggu panennya menghasilkan; seorang anak yang ingin sekolah setinggi-tingginya; rakyat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan; seorang pencari kerja untuk menghidupi keluarganya; atau urusan rakyat lainnya; angka sebesar apa pun terasa tidak bermakna apabila belum dapat menjawab harapan dan urusan rakyat,&amp;quot; kata Puan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Oleh karena itu, APBN kata Puan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dapat dibelanjakan. &amp;quot;APBN harus dinilai dari kinerjanya dalam memenuhi harapan rakyat dan banyaknya kehidupan rakyat yang dapat diubah menjadi lebih baik,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Tema kebijakan fiskal Tahun 2027, Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat, harus dimaknai sebagai komitmen untuk mempertemukan pertumbuhan dengan pemerataan; kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial. &amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
