<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Anggap APBN Kuat karena Disiplin Kelola Uang Negara</title><description>Presiden Prabowo Subianto menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236190/prabowo-anggap-apbn-kuat-karena-disiplin-kelola-uang-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236190/prabowo-anggap-apbn-kuat-karena-disiplin-kelola-uang-negara"/><item><title>Prabowo Anggap APBN Kuat karena Disiplin Kelola Uang Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236190/prabowo-anggap-apbn-kuat-karena-disiplin-kelola-uang-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/14/320/3236190/prabowo-anggap-apbn-kuat-karena-disiplin-kelola-uang-negara</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2026 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/14/320/3236190/presiden_prabowo-eyJz_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/14/320/3236190/presiden_prabowo-eyJz_large.png</image><title>Presiden Prabowo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari penerapan disiplin fiskal dalam pengelolaan keuangan negara.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
Prabowo mengatakan Indonesia memasuki 2026 dalam kondisi dunia yang tidak mudah. Harga energi meningkat, suku bunga global masih tinggi, nilai tukar berbagai negara tertekan, serta ketegangan geopolitik mengganggu perdagangan dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, di tengah tekanan tersebut, perekonomian Indonesia tetap berdiri tegak. Ekonomi kita pada semester pertama tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Dia menilai kinerja APBN juga menunjukkan kondisi yang positif. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang lebih penting, APBN kita bekerja optimal. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, belanja negara tumbuh 18,2 persen. Menurut Prabowo, belanja tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta menggerakkan perekonomian.&#13;
&#13;
Meski belanja negara tumbuh, Prabowo menyebut defisit APBN masih terjaga pada level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
&#13;
&amp;quot;Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama disiplin fiskal,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan pemerintah tidak perlu memilih antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kehati-hatian fiskal. Menurutnya, kedua hal tersebut dapat dijalankan secara bersamaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih keduanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan keduanya,&amp;quot; tegas Prabowo.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan disiplin fiskal tidak hanya berlaku ketika anggaran disahkan. Disiplin tersebut, kata dia, harus diterapkan hingga tahap pelaksanaan setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Disiplin fiskal tidak berhenti ketika anggaran disahkan. Disiplin fiskal harus hadir sampai pada eksekusi setiap rupiah yang dibelanjakan,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
Dia pun menyoroti praktik pengadaan barang oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang dinilai masih dilakukan secara terpisah meski barang yang dibeli memiliki spesifikasi sama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama ini, terlalu banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah membeli barang yang sama tapi membeli sendiri-sendiri,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, pengadaan secara terpisah membuat proses pembelian berulang, jumlah pengadaan terpecah, dan daya tawar pemerintah menjadi lemah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Spesifikasinya sama, tapi karena prosesnya berulang, karena jumlahnya terpecah, dan daya tawar negara menjadi lemah,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Karena itu, Prabowo meminta praktik tersebut dihentikan agar penggunaan APBN lebih efisien.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus hentikan APBN digunakan membeli barang yang sama tanpa koordinasi seolah-olah seperti ribuan pembeli yang tidak saling berbicara,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari penerapan disiplin fiskal dalam pengelolaan keuangan negara.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
Prabowo mengatakan Indonesia memasuki 2026 dalam kondisi dunia yang tidak mudah. Harga energi meningkat, suku bunga global masih tinggi, nilai tukar berbagai negara tertekan, serta ketegangan geopolitik mengganggu perdagangan dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, di tengah tekanan tersebut, perekonomian Indonesia tetap berdiri tegak. Ekonomi kita pada semester pertama tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
Dia menilai kinerja APBN juga menunjukkan kondisi yang positif. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang lebih penting, APBN kita bekerja optimal. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di sisi lain, belanja negara tumbuh 18,2 persen. Menurut Prabowo, belanja tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta menggerakkan perekonomian.&#13;
&#13;
Meski belanja negara tumbuh, Prabowo menyebut defisit APBN masih terjaga pada level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
&#13;
&amp;quot;Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama disiplin fiskal,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan pemerintah tidak perlu memilih antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kehati-hatian fiskal. Menurutnya, kedua hal tersebut dapat dijalankan secara bersamaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih keduanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan keduanya,&amp;quot; tegas Prabowo.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan disiplin fiskal tidak hanya berlaku ketika anggaran disahkan. Disiplin tersebut, kata dia, harus diterapkan hingga tahap pelaksanaan setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Disiplin fiskal tidak berhenti ketika anggaran disahkan. Disiplin fiskal harus hadir sampai pada eksekusi setiap rupiah yang dibelanjakan,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
Dia pun menyoroti praktik pengadaan barang oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang dinilai masih dilakukan secara terpisah meski barang yang dibeli memiliki spesifikasi sama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama ini, terlalu banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah membeli barang yang sama tapi membeli sendiri-sendiri,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, pengadaan secara terpisah membuat proses pembelian berulang, jumlah pengadaan terpecah, dan daya tawar pemerintah menjadi lemah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Spesifikasinya sama, tapi karena prosesnya berulang, karena jumlahnya terpecah, dan daya tawar negara menjadi lemah,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Karena itu, Prabowo meminta praktik tersebut dihentikan agar penggunaan APBN lebih efisien.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita harus hentikan APBN digunakan membeli barang yang sama tanpa koordinasi seolah-olah seperti ribuan pembeli yang tidak saling berbicara,&amp;quot; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
