<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kado Mentan untuk HUT Ke-81 RI: Swasembada Pangan dari 4 Tahun Jadi 1 Tahun</title><description>Produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri diperkirakan 31,10 juta ton.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/17/320/3236642/kado-mentan-untuk-hut-ke-81-ri-swasembada-pangan-dari-4-tahun-jadi-1-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/17/320/3236642/kado-mentan-untuk-hut-ke-81-ri-swasembada-pangan-dari-4-tahun-jadi-1-tahun"/><item><title>Kado Mentan untuk HUT Ke-81 RI: Swasembada Pangan dari 4 Tahun Jadi 1 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/17/320/3236642/kado-mentan-untuk-hut-ke-81-ri-swasembada-pangan-dari-4-tahun-jadi-1-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/17/320/3236642/kado-mentan-untuk-hut-ke-81-ri-swasembada-pangan-dari-4-tahun-jadi-1-tahun</guid><pubDate>Senin 17 Agustus 2026 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/17/320/3236642/amran-Ga9V_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia mencatat surplus beras sekitar 3,67 juta ton pada 2026. (Foto :Okezone.com/Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/17/320/3236642/amran-Ga9V_large.jpg</image><title>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia mencatat surplus beras sekitar 3,67 juta ton pada 2026. (Foto :Okezone.com/Kementan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia mencatat surplus beras sekitar 3,67 juta ton pada 2026. Produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri diperkirakan 31,10 juta ton.&#13;
&#13;
Capaian tersebut disampaikan Amran saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, surplus beras menjadi salah satu bukti keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Amran menambahkan, posisi Indonesia dalam produksi beras juga semakin kuat. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai 38,6 juta ton pada 2026/2027. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN dan peringkat keempat dunia.&#13;
&#13;
Di sisi lain, stok cadangan beras nasional juga berada pada level tinggi. Amran menyebut stok cadangan beras hingga Agustus 2026 mencapai 5,25 juta ton. Menurutnya, kondisi surplus tersebut memungkinkan Indonesia kembali membuka pasar ekspor beras.&#13;
&#13;
Indonesia telah menargetkan ekspor beras ke Malaysia dengan pengiriman awal sebanyak 1.000 ton.&#13;
&#13;
Amran menyebut peluang ekspor beras ke Malaysia masih dapat berkembang. Dari pengiriman awal tersebut, pasar ekspor berpotensi meningkat hingga 200.000 ton, bahkan mencapai 1 juta ton.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus, bahkan ekspor beras ke negara lain,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain produksi dan ekspor beras, Amran menyoroti peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84, yang menurutnya merupakan level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Capaian yang menggembirakan adalah kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun,&amp;quot; ujar Amran.&#13;
&#13;
Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari perdagangan. Amran menyebut nilai ekspor sektor pertanian mencapai sekitar Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Dengan demikian, sektor pertanian memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia mencatat surplus beras sekitar 3,67 juta ton pada 2026. Produksi beras nasional diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri diperkirakan 31,10 juta ton.&#13;
&#13;
Capaian tersebut disampaikan Amran saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, surplus beras menjadi salah satu bukti keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Amran menambahkan, posisi Indonesia dalam produksi beras juga semakin kuat. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai 38,6 juta ton pada 2026/2027. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di ASEAN dan peringkat keempat dunia.&#13;
&#13;
Di sisi lain, stok cadangan beras nasional juga berada pada level tinggi. Amran menyebut stok cadangan beras hingga Agustus 2026 mencapai 5,25 juta ton. Menurutnya, kondisi surplus tersebut memungkinkan Indonesia kembali membuka pasar ekspor beras.&#13;
&#13;
Indonesia telah menargetkan ekspor beras ke Malaysia dengan pengiriman awal sebanyak 1.000 ton.&#13;
&#13;
Amran menyebut peluang ekspor beras ke Malaysia masih dapat berkembang. Dari pengiriman awal tersebut, pasar ekspor berpotensi meningkat hingga 200.000 ton, bahkan mencapai 1 juta ton.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus, bahkan ekspor beras ke negara lain,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain produksi dan ekspor beras, Amran menyoroti peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84, yang menurutnya merupakan level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Capaian yang menggembirakan adalah kesejahteraan petani tertinggi selama 34 tahun,&amp;quot; ujar Amran.&#13;
&#13;
Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari perdagangan. Amran menyebut nilai ekspor sektor pertanian mencapai sekitar Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Dengan demikian, sektor pertanian memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20%. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
