<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pangan Naik di Hari Kemerdekaan RI, Begini Penjelasan Mendag</title><description>Mayoritas harga pangan mengalami kenaikan pada Hari Kemerdekaan Indonesia pada Senin (17/8/2026)..&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236763/harga-pangan-naik-di-hari-kemerdekaan-ri-begini-penjelasan-mendag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236763/harga-pangan-naik-di-hari-kemerdekaan-ri-begini-penjelasan-mendag"/><item><title>Harga Pangan Naik di Hari Kemerdekaan RI, Begini Penjelasan Mendag</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236763/harga-pangan-naik-di-hari-kemerdekaan-ri-begini-penjelasan-mendag</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236763/harga-pangan-naik-di-hari-kemerdekaan-ri-begini-penjelasan-mendag</guid><pubDate>Selasa 18 Agustus 2026 07:16 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/18/320/3236763/daging-HjfV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Pangan Naik di Hari Kemerdekaan RI, Begini Penjelasan Mendag (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/18/320/3236763/daging-HjfV_large.jpg</image><title>Harga Pangan Naik di Hari Kemerdekaan RI, Begini Penjelasan Mendag (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mayoritas harga pangan mengalami kenaikan pada Hari Kemerdekaan Indonesia pada&amp;nbsp;Senin (17/8/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, baik bawang, beras, cabai, minyak goreng, hingga telur alami lonjakan harga.&#13;
&#13;
Menanggapi kenaikan tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso atau akrab disapa Busan mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).&#13;
&#13;
Menurutnya, secara nasional harga sejumlah komoditas masih berada di sekitar harga eceran tertinggi (HET), meski terdapat daerah tertentu yang mencatat harga jauh lebih tinggi akibat kendala distribusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gini ya, jadi coba cek di SP2KP. Kemarin kan juga ada, misalnya begini, kayak telur, telur itu sekarang harga rata-rata nasional itu Rp26 ribu, memang ada yang tinggi,&amp;quot; jelas Busan saat dijumpai di Kementerian Perdagangan.&#13;
&#13;
Dia mencontohkan kondisi di Papua Pegunungan. Menurut dia, harga telur di wilayah tersebut masih relatif tinggi karena distribusi yang tidak semudah daerah lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Papua Pegunungan itu kan memang distribusinya tidak semudah dengan tempat yang lain ya, jadi kecenderungan masih tinggi walaupun kita terus berusaha untuk mensuplai dari daerah yang lain,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, Mendag menegaskan harga pangan secara rata-rata nasional masih mendekati HET. Ia bahkan mengakui harga daging ayam memang mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp34.000-Rp36.000 per kilogram.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian yang kedua, ayam, daging ayam. Daging ayam itu rata-rata nasional sekarang Rp38 ribu, HET-nya kan Rp45 ribu, memang naik dari sebelumnya itu Rp34-36 ribu harga ayam, sekarang Rp36 ribu, ini sebenarnya setelah kemarin ada kebijakan dari MBG,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, kebijakan MBG mengharuskan pembelian telur dan daging ayam mengikuti harga acuan. Dengan demikian, komoditas yang sebelumnya dijual dengan harga lebih rendah kini terserap oleh program tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tidak boleh juga MBG membeli harga yang rendah, tapi harus sesuai dengan harga acuan. Sehingga harga yang tadinya murah ya sekarang menjadi terserap oleh MBG,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kendati demikian, pemerintah tetap mewaspadai daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga jauh di atas HET, khususnya wilayah dengan kendala distribusi seperti Papua Pegunungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau ada kenaikan memang kenaikan dari rendah naik, tetapi masih mendekati HET-lah. Kecuali daerah tertentu yang disampaikan tadi, misalnya kayak Papua Pegunungan itu itu memang tinggi jauh di atas HET,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mayoritas harga pangan mengalami kenaikan pada Hari Kemerdekaan Indonesia pada&amp;nbsp;Senin (17/8/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, baik bawang, beras, cabai, minyak goreng, hingga telur alami lonjakan harga.&#13;
&#13;
Menanggapi kenaikan tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso atau akrab disapa Busan mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).&#13;
&#13;
Menurutnya, secara nasional harga sejumlah komoditas masih berada di sekitar harga eceran tertinggi (HET), meski terdapat daerah tertentu yang mencatat harga jauh lebih tinggi akibat kendala distribusi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Gini ya, jadi coba cek di SP2KP. Kemarin kan juga ada, misalnya begini, kayak telur, telur itu sekarang harga rata-rata nasional itu Rp26 ribu, memang ada yang tinggi,&amp;quot; jelas Busan saat dijumpai di Kementerian Perdagangan.&#13;
&#13;
Dia mencontohkan kondisi di Papua Pegunungan. Menurut dia, harga telur di wilayah tersebut masih relatif tinggi karena distribusi yang tidak semudah daerah lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Papua Pegunungan itu kan memang distribusinya tidak semudah dengan tempat yang lain ya, jadi kecenderungan masih tinggi walaupun kita terus berusaha untuk mensuplai dari daerah yang lain,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, Mendag menegaskan harga pangan secara rata-rata nasional masih mendekati HET. Ia bahkan mengakui harga daging ayam memang mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp34.000-Rp36.000 per kilogram.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kemudian yang kedua, ayam, daging ayam. Daging ayam itu rata-rata nasional sekarang Rp38 ribu, HET-nya kan Rp45 ribu, memang naik dari sebelumnya itu Rp34-36 ribu harga ayam, sekarang Rp36 ribu, ini sebenarnya setelah kemarin ada kebijakan dari MBG,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, kebijakan MBG mengharuskan pembelian telur dan daging ayam mengikuti harga acuan. Dengan demikian, komoditas yang sebelumnya dijual dengan harga lebih rendah kini terserap oleh program tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tidak boleh juga MBG membeli harga yang rendah, tapi harus sesuai dengan harga acuan. Sehingga harga yang tadinya murah ya sekarang menjadi terserap oleh MBG,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Kendati demikian, pemerintah tetap mewaspadai daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga jauh di atas HET, khususnya wilayah dengan kendala distribusi seperti Papua Pegunungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kalau ada kenaikan memang kenaikan dari rendah naik, tetapi masih mendekati HET-lah. Kecuali daerah tertentu yang disampaikan tadi, misalnya kayak Papua Pegunungan itu itu memang tinggi jauh di atas HET,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
