<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Ajukan Calon Bos Bursa Mineral dan Komoditas Strategis ke DPR, Siapa?</title><description>Prabowo mengajukan calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) ke DPR.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236817/prabowo-ajukan-calon-bos-bursa-mineral-dan-komoditas-strategis-ke-dpr-siapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236817/prabowo-ajukan-calon-bos-bursa-mineral-dan-komoditas-strategis-ke-dpr-siapa"/><item><title>Prabowo Ajukan Calon Bos Bursa Mineral dan Komoditas Strategis ke DPR, Siapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236817/prabowo-ajukan-calon-bos-bursa-mineral-dan-komoditas-strategis-ke-dpr-siapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236817/prabowo-ajukan-calon-bos-bursa-mineral-dan-komoditas-strategis-ke-dpr-siapa</guid><pubDate>Selasa 18 Agustus 2026 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/18/320/3236817/prabowo-Qs7z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prabowo Ajukan Calon Bos Bursa Mineral dan Komoditas Strategis ke DPR, Siapa? (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/18/320/3236817/prabowo-Qs7z_large.jpg</image><title>Prabowo Ajukan Calon Bos Bursa Mineral dan Komoditas Strategis ke DPR, Siapa? (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.&#13;
&#13;
Hal ini diketahui dalam surat presiden (surpres) yang dibacakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;R-38 tanggal 10 Agustus 2026 hal Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan,&amp;quot; kata Dasco saat memimpin rapat.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Dasco tidak menyebut secara rinci siapa sosok yang diajukan ke DPR untuk menempati kursi strategis tersebut.&#13;
&#13;
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyoroti Indonesia yang selama ini menjadi salah satu produsen komoditas terbesar dunia, tetapi harga komoditasnya justru ditentukan di luar negeri.&#13;
&#13;
Untuk mengubah kondisi ini, Prabowo pun menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebagai salah satu strategi agar Indonesia memiliki acuan harga komoditas sendiri.&#13;
&#13;
Prabowo mengatakan, Indonesia selama puluhan tahun menjadi produsen besar berbagai komoditas, seperti kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, dan karet.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, harga komoditas yang dihasilkan dari sumber daya alam dan kerja masyarakat Indonesia masih kerap mengacu pada harga yang terbentuk di bursa komoditas luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama puluhan tahun, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar dunia untuk kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan berbagai komoditas lainnya,&amp;rdquo; ujar Prabowo, dalam Pidato Presiden RI pada Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 Beserta Nota Keuangannya, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi terlalu sering harga kekayaan yang keluar dari bumi dan keringat rakyat Indonesia justru ditentukan di luar negeri, di bursa komoditas luar negeri, dengan acuan yang tidak kita bentuk sendiri,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, kondisi tersebut harus diubah. Pemerintah karena itu akan segera mengoperasikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai 1 Januari 2027.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini saya mengumumkan tahap lanjutan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) dan kebijakan ekspor satu pintu kita. Kita akan segera memiliki Bursa Mineral dan Komoditas Strategis,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah mengajukan calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.&#13;
&#13;
Hal ini diketahui dalam surat presiden (surpres) yang dibacakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;R-38 tanggal 10 Agustus 2026 hal Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan,&amp;quot; kata Dasco saat memimpin rapat.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Dasco tidak menyebut secara rinci siapa sosok yang diajukan ke DPR untuk menempati kursi strategis tersebut.&#13;
&#13;
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyoroti Indonesia yang selama ini menjadi salah satu produsen komoditas terbesar dunia, tetapi harga komoditasnya justru ditentukan di luar negeri.&#13;
&#13;
Untuk mengubah kondisi ini, Prabowo pun menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebagai salah satu strategi agar Indonesia memiliki acuan harga komoditas sendiri.&#13;
&#13;
Prabowo mengatakan, Indonesia selama puluhan tahun menjadi produsen besar berbagai komoditas, seperti kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, dan karet.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, harga komoditas yang dihasilkan dari sumber daya alam dan kerja masyarakat Indonesia masih kerap mengacu pada harga yang terbentuk di bursa komoditas luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama puluhan tahun, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar dunia untuk kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, karet, dan berbagai komoditas lainnya,&amp;rdquo; ujar Prabowo, dalam Pidato Presiden RI pada Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 Beserta Nota Keuangannya, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi terlalu sering harga kekayaan yang keluar dari bumi dan keringat rakyat Indonesia justru ditentukan di luar negeri, di bursa komoditas luar negeri, dengan acuan yang tidak kita bentuk sendiri,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Menurut Prabowo, kondisi tersebut harus diubah. Pemerintah karena itu akan segera mengoperasikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai 1 Januari 2027.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hari ini saya mengumumkan tahap lanjutan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) dan kebijakan ekspor satu pintu kita. Kita akan segera memiliki Bursa Mineral dan Komoditas Strategis,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
