<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Danantara soal Restrukturisasi BUMN Karya: Cukup Rumit, Utangnya Besar</title><description>Danantara menargetkan penyelesaian proses restrukturisasi BUMN sektor konstruksi atau BUMN karya sebelum penutupan tahun 2026.&#13;
&#13;
 &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236938/bos-danantara-soal-restrukturisasi-bumn-karya-cukup-rumit-utangnya-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236938/bos-danantara-soal-restrukturisasi-bumn-karya-cukup-rumit-utangnya-besar"/><item><title>Bos Danantara soal Restrukturisasi BUMN Karya: Cukup Rumit, Utangnya Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236938/bos-danantara-soal-restrukturisasi-bumn-karya-cukup-rumit-utangnya-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/18/320/3236938/bos-danantara-soal-restrukturisasi-bumn-karya-cukup-rumit-utangnya-besar</guid><pubDate>Selasa 18 Agustus 2026 20:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/18/320/3236938/dony-yCWf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos Danantara soal Restrukturisasi BUMN Karya: Cukup Rumit, Utangnya Besar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/18/320/3236938/dony-yCWf_large.jpg</image><title>Bos Danantara soal Restrukturisasi BUMN Karya: Cukup Rumit, Utangnya Besar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Danantara menargetkan penyelesaian proses restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) sektor konstruksi atau BUMN karya sebelum penutupan tahun 2026.&#13;
&#13;
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria menargetkan langkah penataan korporasi tersebut mampu memulihkan aspek keuangan serta memperbaiki fundamental bisnis perusahaan BUMN karya di masa mendatang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tetap mengupayakan akhir tahun ini sudah selesai, tetapi dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit,&amp;rdquo; ujar Dony kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/8/2026).&#13;
&#13;
Dony membeberkan bahwa program penyehatan korporasi di sejumlah BUMN karya tergolong cukup pelik. Hal tersebut dipicu oleh tingginya tumpukan utang luar biasa serta kompleksitas persoalan bisnis yang membelit masing-masing perseroan.&#13;
&#13;
Kondisi ini kian rumit karena beban utang dan benang kusut bisnis tersebut telah merembet ke lini anak hingga cucu usaha perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Utangnya besar-besar, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tetapi dia punya anak-anak perusahaan juga bermasalah,&amp;rdquo; ungkap Dony.&#13;
&#13;
Melalui jalannya restrukturisasi ini, fokus bisnis BUMN karya nantinya akan dikerucutkan ke dalam tiga pilar utama, yang meliputi lini infrastruktur, jasa konstruksi gedung, serta sektor rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau EPC (engineering, procurement, and construction).&#13;
&#13;
Secara menyeluruh, perombakan struktural ini merupakan bagian dari peta jalan pemerintah dalam merampingkan atau merger postur perusahaan milik negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun opsi skema yang ditempuh dalam penataan BUMN karya ini mencakup likuidasi bagi entitas yang sudah tidak aktif beroperasi, aksi divestasi untuk melepas lini bisnis tertentu, konsolidasi atau merger antarperusahaan sejenis, serta langkah restrukturisasi mendalam guna menyehatkan neraca keuangan dan efisiensi operasional.&#13;
&#13;
Dalam cetak biru yang disiapkan, Danantara merancang skema konsolidasi dengan menggabungkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ke dalam naungan PT Hutama Karya (Persero).&#13;
&#13;
PT PP (Persero) Tbk atau PTPP diarahkan untuk berfokus menggarap dua pilar usaha utama, yaitu rekayasa sipil serta EPC, yang memosisikan perseroan memegang kendali penuh dari hulu ke hilir atas keseluruhan tahapan proyek konstruksi.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, ada PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) akan dilebur ke dalam struktur PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), sementara PTPP tetap dipertahankan beroperasi sebagai entitas mandiri yang berdiri sendiri.&#13;
&#13;
Adapun, entitas hasil penggabungan di bawah Hutama Karya dan Adhi Karya bakal memusatkan keahlian mereka pada jasa teknik sipil, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, hingga perawatan berbagai proyek infrastruktur serta sarana publik seperti gedung, jalan raya, jembatan, bendungan, hingga sistem jaringan utilitas lainnya.&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Danantara menargetkan penyelesaian proses restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN) sektor konstruksi atau BUMN karya sebelum penutupan tahun 2026.&#13;
&#13;
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria menargetkan langkah penataan korporasi tersebut mampu memulihkan aspek keuangan serta memperbaiki fundamental bisnis perusahaan BUMN karya di masa mendatang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya tetap mengupayakan akhir tahun ini sudah selesai, tetapi dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit,&amp;rdquo; ujar Dony kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/8/2026).&#13;
&#13;
Dony membeberkan bahwa program penyehatan korporasi di sejumlah BUMN karya tergolong cukup pelik. Hal tersebut dipicu oleh tingginya tumpukan utang luar biasa serta kompleksitas persoalan bisnis yang membelit masing-masing perseroan.&#13;
&#13;
Kondisi ini kian rumit karena beban utang dan benang kusut bisnis tersebut telah merembet ke lini anak hingga cucu usaha perusahaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Utangnya besar-besar, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tetapi dia punya anak-anak perusahaan juga bermasalah,&amp;rdquo; ungkap Dony.&#13;
&#13;
Melalui jalannya restrukturisasi ini, fokus bisnis BUMN karya nantinya akan dikerucutkan ke dalam tiga pilar utama, yang meliputi lini infrastruktur, jasa konstruksi gedung, serta sektor rekayasa, pengadaan, dan konstruksi atau EPC (engineering, procurement, and construction).&#13;
&#13;
Secara menyeluruh, perombakan struktural ini merupakan bagian dari peta jalan pemerintah dalam merampingkan atau merger postur perusahaan milik negara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun opsi skema yang ditempuh dalam penataan BUMN karya ini mencakup likuidasi bagi entitas yang sudah tidak aktif beroperasi, aksi divestasi untuk melepas lini bisnis tertentu, konsolidasi atau merger antarperusahaan sejenis, serta langkah restrukturisasi mendalam guna menyehatkan neraca keuangan dan efisiensi operasional.&#13;
&#13;
Dalam cetak biru yang disiapkan, Danantara merancang skema konsolidasi dengan menggabungkan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ke dalam naungan PT Hutama Karya (Persero).&#13;
&#13;
PT PP (Persero) Tbk atau PTPP diarahkan untuk berfokus menggarap dua pilar usaha utama, yaitu rekayasa sipil serta EPC, yang memosisikan perseroan memegang kendali penuh dari hulu ke hilir atas keseluruhan tahapan proyek konstruksi.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, ada PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) akan dilebur ke dalam struktur PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), sementara PTPP tetap dipertahankan beroperasi sebagai entitas mandiri yang berdiri sendiri.&#13;
&#13;
Adapun, entitas hasil penggabungan di bawah Hutama Karya dan Adhi Karya bakal memusatkan keahlian mereka pada jasa teknik sipil, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, hingga perawatan berbagai proyek infrastruktur serta sarana publik seperti gedung, jalan raya, jembatan, bendungan, hingga sistem jaringan utilitas lainnya.&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
