<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CNG Mengalir ke 46 Dapur MBG, Hemat Biaya Energi 20 Persen</title><description>Gas bumi berbasis Compressed Natural Gas (CNG) mengalir ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/20/320/3237327/cng-mengalir-ke-46-dapur-mbg-hemat-biaya-energi-20-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/20/320/3237327/cng-mengalir-ke-46-dapur-mbg-hemat-biaya-energi-20-persen"/><item><title>CNG Mengalir ke 46 Dapur MBG, Hemat Biaya Energi 20 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/20/320/3237327/cng-mengalir-ke-46-dapur-mbg-hemat-biaya-energi-20-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/20/320/3237327/cng-mengalir-ke-46-dapur-mbg-hemat-biaya-energi-20-persen</guid><pubDate>Kamis 20 Agustus 2026 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/20/320/3237327/dapur_mbg-9olj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CNG Mengalir ke 46 Dapur MBG, Hemat Biaya Energi 20 Persen (Foto: Dani/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/20/320/3237327/dapur_mbg-9olj_large.jpg</image><title>CNG Mengalir ke 46 Dapur MBG, Hemat Biaya Energi 20 Persen (Foto: Dani/Okezone)</title></images><description>MAGELANG - Gas bumi berbasis Compressed Natural Gas (CNG) mengalir ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penggunaan CNG di dapur MBG ini menghemat biaya energi sekitar 15-20 persen.&#13;
&#13;
Penggunaan CNG sebagai bahan bakar dapur MBG ini salah satunya di SPPG Cepit Kulon yang berada di Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
Dapur MBG tersebut menggunakan CNG yang dipasok PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia. Hingga saat ini sudah ada 46 SPPG yang menggunakan CNG.&#13;
&#13;
Kepala SPPG Cepit Kulon Achmad Choirul Jaza mengatakan, SPPG tersebut telah menggunakan CNG sejak pertama kali beroperasi pada 25 September 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak keuntungan menggunakan CNG. Apalagi aktivitas dapur dilakukan dari malam hingga pagi hari. Kami tidak perlu khawatir kehabisan gas, lebih aman,&amp;rdquo; kata Achmad di Magelang, Rabu (19/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
SPPG Cepit Kulon saat ini melayani kebutuhan makan sebanyak 2.179 porsi setiap hari untuk 20 sekolah dan 16 posyandu.&#13;
&#13;
Menurut Achmad, penggunaan CNG juga membantu menekan biaya operasional. Konsumsi CNG mencapai sekitar 800-1.000 meter kubik per bulan dengan biaya sekitar Rp 12 juta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Biayanya sekitar Rp12 juta per bulan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia mengatakan, biaya tersebut lebih hemat sekitar 15-20 persen dibandingkan penggunaan sumber energi lainnya.&#13;
&#13;
Achmad mengatakan, dalam operasionalnya, pengelola SPPG mendapatkan informasi dan layanan terkait penggunaan CNG, termasuk mekanisme penggantian tabung apabila persediaan habis serta penanganan gangguan pada instalasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Layanan tersebut diberikan sesuai dengan mekanisme operasional SPPG yang ditetapkan Badan Gizi Nasional,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pengelola juga mendapatkan pemberitahuan mengenai prosedur penggantian tabung dan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kendala selama penggunaan CNG.&#13;
&#13;
Pengisian CNG dilakukan sekitar dua hari sekali, meski frekuensinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Pengecekan dan pembersihan peralatan juga dilakukan secara rutin untuk memastikan instalasi tetap berfungsi dengan baik.&#13;
&#13;
Petugas turut memberikan panduan penanganan gangguan, termasuk apabila terjadi penyumbatan aliran gas maupun prosedur membuka katup.&#13;
&#13;
Saat ini, SPPG Cepit Kulon menggunakan delapan tabung CNG. Konsumsi energi tersebut diperkirakan mencapai 800-1.000 meter kubik per bulan untuk menunjang kebutuhan memasak kebutuhan MBG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gagas Energi Perluas CNG di Dapur MBG&#13;
&#13;
Penggunaan Compressed Natural Gas untuk mendukung operasional SPPG dalam program MBG terus diperluas. Saat ini, terdapat sekitar 46 pelanggan CNG dari SPPG yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Batam.&#13;
&#13;
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan mengatakan, upaya memperkenalkan penggunaan CNG kepada SPPG telah dilakukan melalui sosialisasi secara daring kepada SPPG di seluruh Indonesia sekitar tiga bulan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sosialisasi bagaimana penggunaan CNG untuk SPPG. Sudah pernah kami lakukan secara online kepada seluruh SPPG yang ada di Indonesia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hanya saja, pengembangan CNG untuk kebutuhan SPPG masih terkendala oleh infrastruktur, terutama SPBG atau mother station untuk pengisian CNG yang masih belum merata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kendalanya itu, tidak semua lokasi ada SPBG. Tapi kami terus mendorong supaya CNG bisa digunakan di lebih banyak wilayah,&amp;quot; ungkap Santiaji.&#13;
&#13;
&amp;quot;Makanya kalau memang CNG komitmen berniat ya, kalau bisa di beberapa wilayah harus ada SPBG-SPBG yang untuk bisa menciptakan CNG,&amp;quot; kata Santiaji.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>MAGELANG - Gas bumi berbasis Compressed Natural Gas (CNG) mengalir ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penggunaan CNG di dapur MBG ini menghemat biaya energi sekitar 15-20 persen.&#13;
&#13;
Penggunaan CNG sebagai bahan bakar dapur MBG ini salah satunya di SPPG Cepit Kulon yang berada di Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
Dapur MBG tersebut menggunakan CNG yang dipasok PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia. Hingga saat ini sudah ada 46 SPPG yang menggunakan CNG.&#13;
&#13;
Kepala SPPG Cepit Kulon Achmad Choirul Jaza mengatakan, SPPG tersebut telah menggunakan CNG sejak pertama kali beroperasi pada 25 September 2025.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Banyak keuntungan menggunakan CNG. Apalagi aktivitas dapur dilakukan dari malam hingga pagi hari. Kami tidak perlu khawatir kehabisan gas, lebih aman,&amp;rdquo; kata Achmad di Magelang, Rabu (19/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
SPPG Cepit Kulon saat ini melayani kebutuhan makan sebanyak 2.179 porsi setiap hari untuk 20 sekolah dan 16 posyandu.&#13;
&#13;
Menurut Achmad, penggunaan CNG juga membantu menekan biaya operasional. Konsumsi CNG mencapai sekitar 800-1.000 meter kubik per bulan dengan biaya sekitar Rp 12 juta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Biayanya sekitar Rp12 juta per bulan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia mengatakan, biaya tersebut lebih hemat sekitar 15-20 persen dibandingkan penggunaan sumber energi lainnya.&#13;
&#13;
Achmad mengatakan, dalam operasionalnya, pengelola SPPG mendapatkan informasi dan layanan terkait penggunaan CNG, termasuk mekanisme penggantian tabung apabila persediaan habis serta penanganan gangguan pada instalasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Layanan tersebut diberikan sesuai dengan mekanisme operasional SPPG yang ditetapkan Badan Gizi Nasional,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pengelola juga mendapatkan pemberitahuan mengenai prosedur penggantian tabung dan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kendala selama penggunaan CNG.&#13;
&#13;
Pengisian CNG dilakukan sekitar dua hari sekali, meski frekuensinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Pengecekan dan pembersihan peralatan juga dilakukan secara rutin untuk memastikan instalasi tetap berfungsi dengan baik.&#13;
&#13;
Petugas turut memberikan panduan penanganan gangguan, termasuk apabila terjadi penyumbatan aliran gas maupun prosedur membuka katup.&#13;
&#13;
Saat ini, SPPG Cepit Kulon menggunakan delapan tabung CNG. Konsumsi energi tersebut diperkirakan mencapai 800-1.000 meter kubik per bulan untuk menunjang kebutuhan memasak kebutuhan MBG.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Gagas Energi Perluas CNG di Dapur MBG&#13;
&#13;
Penggunaan Compressed Natural Gas untuk mendukung operasional SPPG dalam program MBG terus diperluas. Saat ini, terdapat sekitar 46 pelanggan CNG dari SPPG yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Batam.&#13;
&#13;
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan mengatakan, upaya memperkenalkan penggunaan CNG kepada SPPG telah dilakukan melalui sosialisasi secara daring kepada SPPG di seluruh Indonesia sekitar tiga bulan lalu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami sosialisasi bagaimana penggunaan CNG untuk SPPG. Sudah pernah kami lakukan secara online kepada seluruh SPPG yang ada di Indonesia,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hanya saja, pengembangan CNG untuk kebutuhan SPPG masih terkendala oleh infrastruktur, terutama SPBG atau mother station untuk pengisian CNG yang masih belum merata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kendalanya itu, tidak semua lokasi ada SPBG. Tapi kami terus mendorong supaya CNG bisa digunakan di lebih banyak wilayah,&amp;quot; ungkap Santiaji.&#13;
&#13;
&amp;quot;Makanya kalau memang CNG komitmen berniat ya, kalau bisa di beberapa wilayah harus ada SPBG-SPBG yang untuk bisa menciptakan CNG,&amp;quot; kata Santiaji.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
