<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bulog Pasok 90 Ribu Ton Beras untuk Korban Bencana di NTT</title><description>Perum Bulog menyiagakan pasokan beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan kondisi tanggap darurat bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Akumulasi volume tersebut bersumber dari ketersediaan cadangan beras di wilayah NTT serta dukungan mobilisasi antardaerah dari sejumlah kantor wilayah Bulog terdekat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/24/320/3238058/bulog-pasok-90-ribu-ton-beras-untuk-korban-bencana-di-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/24/320/3238058/bulog-pasok-90-ribu-ton-beras-untuk-korban-bencana-di-ntt"/><item><title>Bulog Pasok 90 Ribu Ton Beras untuk Korban Bencana di NTT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/24/320/3238058/bulog-pasok-90-ribu-ton-beras-untuk-korban-bencana-di-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/24/320/3238058/bulog-pasok-90-ribu-ton-beras-untuk-korban-bencana-di-ntt</guid><pubDate>Senin 24 Agustus 2026 21:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/24/320/3238058/pasokan_beras-iI5z_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Pasokan Beras di NTT (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/24/320/3238058/pasokan_beras-iI5z_large.png</image><title>Pasokan Beras di NTT (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perum Bulog menyiagakan pasokan beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan kondisi tanggap darurat bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Akumulasi volume tersebut bersumber dari ketersediaan cadangan beras di wilayah NTT serta dukungan mobilisasi antardaerah dari sejumlah kantor wilayah Bulog terdekat.&#13;
&#13;
Mengacu pada data per 22 Agustus 2026, stok fisik beras yang siap disalurkan di wilayah NTT tercatat mencapai 26.336 ton. Guna mempertebal cadangan pangan tersebut, Bulog menyiapkan skema movement nasional (Movenas) sebanyak 67.446 ton yang didatangkan dari Kantor Wilayah DKI Jakarta-Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.&#13;
&#13;
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan komitmen perseroan dalam menjalankan mandat pemerintah untuk menanggulangi situasi darurat bencana, terutama dalam memastikan keterjaminan pasokan pangan bagi masyarakat terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bulog menyiagakan stok beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan bencana di NTT. Stok tersebut berasal dari ketersediaan beras di wilayah NTT dan dukungan mobilisasi dari wilayah lain. Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat segera dipenuhi,&amp;rdquo; ujar Ahmad dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).&#13;
&#13;
Dengan realisasi penuh seluruh rencana mobilisasi antardaerah tersebut, total beras yang disiagakan untuk penanganan bencana di NTT secara keseluruhan mencapai 93.782 ton. Kesiapsiagaan cadangan ini disiapkan guna menjamin kebutuhan pangan warga terdampak sekaligus mengantisipasi potensi bencana lanjutan maupun perpanjangan status tanggap darurat.&#13;
&#13;
Berdasarkan pemetaan Bulog, estimasi kebutuhan beras untuk masa tanggap darurat selama 14 hari pertama mencapai 1.890 ton guna menopang 150.576 korban terdampak. Untuk memitigasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali, Bulog mengalokasikan cadangan tambahan hingga 18.900 ton.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di samping penanganan darurat langsung, Bulog turut memperhitungkan alokasi program Bantuan Pangan untuk periode tiga bulan ke depan bagi 852.631 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Dengan jatah 10 kilogram per PBP per bulan, kebutuhan tersebut menyerap sekitar 25.578 ton, sehingga total proyeksi kebutuhan beras di NTT diestimasi mencapai 46.368 ton.&#13;
&#13;
Dari total pasokan yang disiagakan sebesar 93.782 ton, Bulog masih memiliki sisa ruang ketersediaan (buffer stock) sebesar 47.414 ton setelah menutup seluruh estimasi kebutuhan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Cadangan berlebih ini menegaskan kesiapan logistik yang sangat memadai dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat NTT di tengah situasi krisis.&#13;
&#13;
Secara nasional, total stok beras yang dikuasai Bulog per 22 Agustus 2026 bertengger di angka 5.170.098 ton. Besarnya cadangan nasional ini menjadi tumpuan strategis bagi Bulog dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memberikan keleluasaan mobilisasi stok ke berbagai daerah yang membutuhkan bantuan darurat.&#13;
&#13;
Ahmad menambahkan, penyiapan cadangan ini dirancang komprehensif bukan hanya untuk merespons kebutuhan mendesak saat bencana, melainkan sebagai langkah mitigasi jangka panjang terhadap kemungkinan perpanjangan masa darurat atau timbulnya bencana susulan di wilayah NTT.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tidak hanya menghitung kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan ruang stok untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Prinsipnya, masyarakat terdampak bencana tidak boleh mengalami kesulitan mendapatkan pangan,&amp;rdquo; ucap Ahmad.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perum Bulog menyiagakan pasokan beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan kondisi tanggap darurat bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Akumulasi volume tersebut bersumber dari ketersediaan cadangan beras di wilayah NTT serta dukungan mobilisasi antardaerah dari sejumlah kantor wilayah Bulog terdekat.&#13;
&#13;
Mengacu pada data per 22 Agustus 2026, stok fisik beras yang siap disalurkan di wilayah NTT tercatat mencapai 26.336 ton. Guna mempertebal cadangan pangan tersebut, Bulog menyiapkan skema movement nasional (Movenas) sebanyak 67.446 ton yang didatangkan dari Kantor Wilayah DKI Jakarta-Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.&#13;
&#13;
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan komitmen perseroan dalam menjalankan mandat pemerintah untuk menanggulangi situasi darurat bencana, terutama dalam memastikan keterjaminan pasokan pangan bagi masyarakat terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bulog menyiagakan stok beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan bencana di NTT. Stok tersebut berasal dari ketersediaan beras di wilayah NTT dan dukungan mobilisasi dari wilayah lain. Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat segera dipenuhi,&amp;rdquo; ujar Ahmad dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).&#13;
&#13;
Dengan realisasi penuh seluruh rencana mobilisasi antardaerah tersebut, total beras yang disiagakan untuk penanganan bencana di NTT secara keseluruhan mencapai 93.782 ton. Kesiapsiagaan cadangan ini disiapkan guna menjamin kebutuhan pangan warga terdampak sekaligus mengantisipasi potensi bencana lanjutan maupun perpanjangan status tanggap darurat.&#13;
&#13;
Berdasarkan pemetaan Bulog, estimasi kebutuhan beras untuk masa tanggap darurat selama 14 hari pertama mencapai 1.890 ton guna menopang 150.576 korban terdampak. Untuk memitigasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali, Bulog mengalokasikan cadangan tambahan hingga 18.900 ton.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di samping penanganan darurat langsung, Bulog turut memperhitungkan alokasi program Bantuan Pangan untuk periode tiga bulan ke depan bagi 852.631 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Dengan jatah 10 kilogram per PBP per bulan, kebutuhan tersebut menyerap sekitar 25.578 ton, sehingga total proyeksi kebutuhan beras di NTT diestimasi mencapai 46.368 ton.&#13;
&#13;
Dari total pasokan yang disiagakan sebesar 93.782 ton, Bulog masih memiliki sisa ruang ketersediaan (buffer stock) sebesar 47.414 ton setelah menutup seluruh estimasi kebutuhan tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Cadangan berlebih ini menegaskan kesiapan logistik yang sangat memadai dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat NTT di tengah situasi krisis.&#13;
&#13;
Secara nasional, total stok beras yang dikuasai Bulog per 22 Agustus 2026 bertengger di angka 5.170.098 ton. Besarnya cadangan nasional ini menjadi tumpuan strategis bagi Bulog dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memberikan keleluasaan mobilisasi stok ke berbagai daerah yang membutuhkan bantuan darurat.&#13;
&#13;
Ahmad menambahkan, penyiapan cadangan ini dirancang komprehensif bukan hanya untuk merespons kebutuhan mendesak saat bencana, melainkan sebagai langkah mitigasi jangka panjang terhadap kemungkinan perpanjangan masa darurat atau timbulnya bencana susulan di wilayah NTT.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tidak hanya menghitung kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan ruang stok untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Prinsipnya, masyarakat terdampak bencana tidak boleh mengalami kesulitan mendapatkan pangan,&amp;rdquo; ucap Ahmad.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
