<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerbangan Langsung Lampung-Kuala Lumpur, Bidik Pasar Umrah hingga Medis</title><description>Maskapai TransNusa membidik pasar perjalanan umrah asal Lampung melalui pembukaan rute penerbangan langsung Bandar Lampung-Kuala Lumpur, Malaysia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/25/320/3238140/penerbangan-langsung-lampung-kuala-lumpur-bidik-pasar-umrah-hingga-medis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/25/320/3238140/penerbangan-langsung-lampung-kuala-lumpur-bidik-pasar-umrah-hingga-medis"/><item><title>Penerbangan Langsung Lampung-Kuala Lumpur, Bidik Pasar Umrah hingga Medis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/25/320/3238140/penerbangan-langsung-lampung-kuala-lumpur-bidik-pasar-umrah-hingga-medis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/25/320/3238140/penerbangan-langsung-lampung-kuala-lumpur-bidik-pasar-umrah-hingga-medis</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2026 13:18 WIB</pubDate><dc:creator>Firas Shifa Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/25/320/3238140/transnusa-WmgF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penerbangan Langsung Lampung-Kuala Lumpur, Bidik Pasar Umrah hingga Medis (Foto: Firas/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/25/320/3238140/transnusa-WmgF_large.jpg</image><title>Penerbangan Langsung Lampung-Kuala Lumpur, Bidik Pasar Umrah hingga Medis (Foto: Firas/Okezone)</title></images><description>BANDAR LAMPUNG - Maskapai TransNusa membidik pasar perjalanan umrah asal Lampung melalui pembukaan rute penerbangan langsung Bandar Lampung-Kuala Lumpur, Malaysia.&#13;
&#13;
Rute internasional ini mulai beroperasi pada 24 Agustus 2026 dan menjadi alternatif bagi masyarakat Lampung yang selama ini harus transit melalui Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Malaysia maupun negara lainnya.&#13;
&#13;
Potensi pasar umrah menjadi salah satu alasan TransNusa membuka konektivitas tersebut. Pemerintah Provinsi Lampung mencatat sekitar 24 ribu jemaah asal Lampung melakukan perjalanan umrah setiap tahunnya.&#13;
&#13;
Direktur Utama TransNusa Bayu Sutanto mengatakan Kuala Lumpur menjadi salah satu titik penting untuk menghubungkan masyarakat Lampung dengan berbagai destinasi internasional, termasuk perjalanan lanjutan menuju Arab Saudi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi tidak hanya point to point Jakarta ke Lampung, tapi kita juga mengkoneksikan orang Lampung yang selama ini mau pergi ke Malaysia atau umrah harus lewat Jakarta. Sekarang mereka bisa langsung akses dari Tanjung Karang atau Lampung ke Kuala Lumpur Malaysia,&amp;rdquo; ujar Bayu, Selasa (25/8/2026).&#13;
&#13;
Penerbangan perdana dengan nomor 8B 661 berangkat dari Bandara Radin Inten II, Bandar Lampung, pukul 11.40 WIB dan tiba di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pukul 14.25 waktu setempat.&#13;
&#13;
Dengan adanya rute ini, masyarakat Lampung tidak perlu lagi menuju Jakarta terlebih dahulu untuk mendapatkan akses penerbangan internasional ke Malaysia.&#13;
&#13;
Bayu mengatakan potensi perjalanan masyarakat Lampung ke Malaysia tidak hanya berasal dari kebutuhan umrah. Perjalanan medis, wisata, bisnis hingga kunjungan keluarga dan kerabat atau visit friends and relatives (VFR) juga menjadi bagian dari pasar yang dibidik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Demand banyak dari Lampung sebagian besar ke Malaysia untuk umrah dan medis. Dari Jakarta, dari mana pun, medis ke Malaysia itu masih tetap tinggi. Pelayanan medis di Malaysia bisa memenuhi oleh pasien dari kita,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bidik Wisatawan Malaysia ke Lampung&#13;
&#13;
Tak hanya mengincar penumpang dari Lampung menuju Malaysia, TransNusa juga melihat peluang besar dari sisi sebaliknya, yakni mendatangkan wisatawan Malaysia ke Lampung.&#13;
&#13;
Selama ini, wisatawan Malaysia yang hendak berlibur ke Indonesia lebih banyak memilih destinasi seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali hingga Lombok.&#13;
&#13;
TransNusa ingin menawarkan Lampung sebagai alternatif destinasi wisata baru bagi wisatawan Malaysia.&#13;
&#13;
Bayu menilai Lampung memiliki potensi wisata alam yang cukup kuat, terutama wisata konservasi dan petualangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama ini relatif lebih ke wisata nature atau wisata petualangan alam. Ada reservasi Way Kambas macam-macam di sana dan juga beberapa pantai. Ini memang relatif wisatawan asing masih kurang, kita coba paling dekat dulu negara tetangga,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Keberadaan penerbangan langsung diharapkan dapat mengurangi hambatan konektivitas yang selama ini membuat wisatawan mancanegara lebih memilih destinasi lain di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama ini sudah melakukan visit kunjungan wisata ke kota-kota di Pulau Jawa, Jakarta, Bandung, Jogja, Bali, Lombok. Jadi kita coba beri alternatif opsi wisata di Indonesia bukan hanya di Pulau Jawa, Lombok atau Bali, tapi juga di Bandar Lampung yang jaraknya relatif dekat,&amp;rdquo; tutur Bayu.&#13;
&#13;
Terbang 2 Kali Sehari&#13;
&#13;
Untuk tahap awal, TransNusa mengoperasikan penerbangan langsung Bandar Lampung-Kuala Lumpur sebanyak dua kali sehari.&#13;
&#13;
Frekuensi tersebut memberikan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel bagi masyarakat Lampung maupun wisatawan Malaysia.&#13;
&#13;
Bagi Lampung, rute ini diharapkan menjadi pintu baru menuju konektivitas internasional. Sementara bagi Malaysia, penerbangan langsung tersebut membuka peluang untuk menjadikan Lampung sebagai destinasi wisata alternatif di Indonesia.&#13;
&#13;
Dengan demikian, TransNusa tidak hanya membidik pasar penumpang Lampung yang bepergian ke Kuala Lumpur, tetapi juga mengembangkan pasar dua arah melalui umrah, wisata, perjalanan medis, bisnis, serta kunjungan keluarga.&#13;
&#13;
Konektivitas langsung Lampung-Kuala Lumpur pun diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus aktivitas ekonomi Lampung dan memperkuat posisi Bandara Radin Inten II sebagai salah satu gerbang penerbangan internasional dari Sumatera.&#13;
</description><content:encoded>BANDAR LAMPUNG - Maskapai TransNusa membidik pasar perjalanan umrah asal Lampung melalui pembukaan rute penerbangan langsung Bandar Lampung-Kuala Lumpur, Malaysia.&#13;
&#13;
Rute internasional ini mulai beroperasi pada 24 Agustus 2026 dan menjadi alternatif bagi masyarakat Lampung yang selama ini harus transit melalui Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Malaysia maupun negara lainnya.&#13;
&#13;
Potensi pasar umrah menjadi salah satu alasan TransNusa membuka konektivitas tersebut. Pemerintah Provinsi Lampung mencatat sekitar 24 ribu jemaah asal Lampung melakukan perjalanan umrah setiap tahunnya.&#13;
&#13;
Direktur Utama TransNusa Bayu Sutanto mengatakan Kuala Lumpur menjadi salah satu titik penting untuk menghubungkan masyarakat Lampung dengan berbagai destinasi internasional, termasuk perjalanan lanjutan menuju Arab Saudi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi tidak hanya point to point Jakarta ke Lampung, tapi kita juga mengkoneksikan orang Lampung yang selama ini mau pergi ke Malaysia atau umrah harus lewat Jakarta. Sekarang mereka bisa langsung akses dari Tanjung Karang atau Lampung ke Kuala Lumpur Malaysia,&amp;rdquo; ujar Bayu, Selasa (25/8/2026).&#13;
&#13;
Penerbangan perdana dengan nomor 8B 661 berangkat dari Bandara Radin Inten II, Bandar Lampung, pukul 11.40 WIB dan tiba di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pukul 14.25 waktu setempat.&#13;
&#13;
Dengan adanya rute ini, masyarakat Lampung tidak perlu lagi menuju Jakarta terlebih dahulu untuk mendapatkan akses penerbangan internasional ke Malaysia.&#13;
&#13;
Bayu mengatakan potensi perjalanan masyarakat Lampung ke Malaysia tidak hanya berasal dari kebutuhan umrah. Perjalanan medis, wisata, bisnis hingga kunjungan keluarga dan kerabat atau visit friends and relatives (VFR) juga menjadi bagian dari pasar yang dibidik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Demand banyak dari Lampung sebagian besar ke Malaysia untuk umrah dan medis. Dari Jakarta, dari mana pun, medis ke Malaysia itu masih tetap tinggi. Pelayanan medis di Malaysia bisa memenuhi oleh pasien dari kita,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bidik Wisatawan Malaysia ke Lampung&#13;
&#13;
Tak hanya mengincar penumpang dari Lampung menuju Malaysia, TransNusa juga melihat peluang besar dari sisi sebaliknya, yakni mendatangkan wisatawan Malaysia ke Lampung.&#13;
&#13;
Selama ini, wisatawan Malaysia yang hendak berlibur ke Indonesia lebih banyak memilih destinasi seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali hingga Lombok.&#13;
&#13;
TransNusa ingin menawarkan Lampung sebagai alternatif destinasi wisata baru bagi wisatawan Malaysia.&#13;
&#13;
Bayu menilai Lampung memiliki potensi wisata alam yang cukup kuat, terutama wisata konservasi dan petualangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama ini relatif lebih ke wisata nature atau wisata petualangan alam. Ada reservasi Way Kambas macam-macam di sana dan juga beberapa pantai. Ini memang relatif wisatawan asing masih kurang, kita coba paling dekat dulu negara tetangga,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Keberadaan penerbangan langsung diharapkan dapat mengurangi hambatan konektivitas yang selama ini membuat wisatawan mancanegara lebih memilih destinasi lain di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selama ini sudah melakukan visit kunjungan wisata ke kota-kota di Pulau Jawa, Jakarta, Bandung, Jogja, Bali, Lombok. Jadi kita coba beri alternatif opsi wisata di Indonesia bukan hanya di Pulau Jawa, Lombok atau Bali, tapi juga di Bandar Lampung yang jaraknya relatif dekat,&amp;rdquo; tutur Bayu.&#13;
&#13;
Terbang 2 Kali Sehari&#13;
&#13;
Untuk tahap awal, TransNusa mengoperasikan penerbangan langsung Bandar Lampung-Kuala Lumpur sebanyak dua kali sehari.&#13;
&#13;
Frekuensi tersebut memberikan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel bagi masyarakat Lampung maupun wisatawan Malaysia.&#13;
&#13;
Bagi Lampung, rute ini diharapkan menjadi pintu baru menuju konektivitas internasional. Sementara bagi Malaysia, penerbangan langsung tersebut membuka peluang untuk menjadikan Lampung sebagai destinasi wisata alternatif di Indonesia.&#13;
&#13;
Dengan demikian, TransNusa tidak hanya membidik pasar penumpang Lampung yang bepergian ke Kuala Lumpur, tetapi juga mengembangkan pasar dua arah melalui umrah, wisata, perjalanan medis, bisnis, serta kunjungan keluarga.&#13;
&#13;
Konektivitas langsung Lampung-Kuala Lumpur pun diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus aktivitas ekonomi Lampung dan memperkuat posisi Bandara Radin Inten II sebagai salah satu gerbang penerbangan internasional dari Sumatera.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
