<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TransNusa Bidik 2-3 Penerbangan Lampung-Kuala Lumpur per Hari</title><description>TransNusa menyatakan rute penerbangan langsung Lampung-Kuala Lumpur, Malaysia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/25/320/3238229/transnusa-bidik-2-3-penerbangan-lampung-kuala-lumpur-per-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/25/320/3238229/transnusa-bidik-2-3-penerbangan-lampung-kuala-lumpur-per-hari"/><item><title>TransNusa Bidik 2-3 Penerbangan Lampung-Kuala Lumpur per Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/25/320/3238229/transnusa-bidik-2-3-penerbangan-lampung-kuala-lumpur-per-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/25/320/3238229/transnusa-bidik-2-3-penerbangan-lampung-kuala-lumpur-per-hari</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2026 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Firas Shifa Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/25/320/3238229/penerbangan_trans_nusa-6FeK_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Penerbangan TransNusa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/25/320/3238229/penerbangan_trans_nusa-6FeK_large.png</image><title>Penerbangan TransNusa (Foto: Okezone)</title></images><description>KUALA LUMPUR - TransNusa menyatakan rute penerbangan langsung Lampung-Kuala Lumpur, Malaysia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maskapai tersebut bahkan membuka peluang menambah frekuensi penerbangan menjadi dua hingga tiga kali sehari jika permintaan penumpang terus meningkat.&#13;
&#13;
Ketua Pegawai Eksekutif Kumpulan Penerbangan, Datuk Bernard Francis, mengatakan rute Lampung-Kuala Lumpur menjadi salah satu jaringan penting bagi TransNusa untuk menghubungkan Pulau Sumatera dengan Malaysia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Daripada segi TransNusa, ini termasuk jaringan terpenting untuk TransNusa menyambung Sumatera ke Kuala Lumpur,&amp;quot; kata Bernard.&#13;
&#13;
Menurut dia, potensi rute tersebut tidak hanya berasal dari sektor pariwisata. Dengan jumlah penduduk Lampung yang mencapai sekitar 9,5 juta jiwa, pasar penerbangan dinilai cukup besar dan dapat mencakup berbagai segmen, mulai dari bisnis, pemerintahan, tenaga kerja hingga wisata medis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Market akan mencakup semua, bisnis, pemerintah. Antara Lampung dan Malaysia mempunyai banyak hubungan kontrak kerjasama, dari manpower supply untuk pekerjaan di Indonesia. Dan juga halal bisnis dari Malaysia ke Lampung dan medical tourism,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Bernard membandingkan potensi Lampung dengan rute Medan-Kuala Lumpur yang saat ini memiliki sekitar 10 penerbangan per hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Daripada segi market, Medan to Kuala Lumpur punya 10 flight. Untuk Lampung saya lebih confident dengan populasi 9,5 juta ini satu flight, mungkin ke depannya bisa dua atau tiga flight setiap hari,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Target Okupansi Tembus 70 Persen&#13;
&#13;
TransNusa saat ini memulai penerbangan Lampung-Kuala Lumpur dengan satu penerbangan setiap hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan tersebut telah melalui perhitungan komersial, termasuk studi mengenai potensi pasar, permintaan dan penawaran, serta dukungan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
Bernard menyebut dukungan Pemerintah Provinsi Lampung turut meningkatkan keyakinan maskapai untuk membuka rute tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Project penerbangan satu kali flight setiap hari Lampung ke Malaysia tentu punya hitungan komersial dan membuat studi potensi dan juga permintaan dan penawaran. Dan juga dukungan dari pemerintah Lampung, Pak Gub, Sekda, transportasi luar biasa. Sebab itu kita lebih confident membuat penerbangan setiap hari,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Untuk rute baru, TransNusa menargetkan tingkat keterisian penumpang atau load factor awal sekitar 50 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka tersebut dinilai sudah cukup baik untuk tahap awal operasional. Namun, perusahaan optimistis tingkat keterisian dapat meningkat dalam beberapa bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Proyeksi untuk rute baru seperti ini, kita mulai dengan 50 persen itu sudah bagus. Tapi dalam waktu tiga sampai enam bulan pasti akan meningkat lebih dari 70 persen,&amp;quot; ujar Bernard.&#13;
&#13;
Bisa Tambah Frekuensi hingga Rute Singapura&#13;
&#13;
Selain membuka akses langsung Lampung-Kuala Lumpur, TransNusa juga memiliki jaringan penerbangan dari Lampung menuju Jakarta. Dari Jakarta, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi internasional maupun domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bukan hanya terbang ke Kuala Lumpur, kita juga flight ke Jakarta tiga kali setiap hari. Flight itu sudah sambung ke Singapura, ke Bangkok, dan juga domestik, ke Bali, Jogja, Singkawang dan sebagainya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Jika respons pasar Lampung positif, TransNusa tidak menutup kemungkinan meningkatkan frekuensi penerbangan ke Kuala Lumpur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahkan, maskapai juga mempertimbangkan pembukaan rute menuju kota-kota lain di Malaysia maupun Singapura.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau ada potensi yang baik di Lampung, pasti kita akan mau menambah frekuensi, ke Kuala Lumpur dulu, ataupun kota-kota lain di Malaysia ataupun mungkin juga Singapura,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>KUALA LUMPUR - TransNusa menyatakan rute penerbangan langsung Lampung-Kuala Lumpur, Malaysia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Maskapai tersebut bahkan membuka peluang menambah frekuensi penerbangan menjadi dua hingga tiga kali sehari jika permintaan penumpang terus meningkat.&#13;
&#13;
Ketua Pegawai Eksekutif Kumpulan Penerbangan, Datuk Bernard Francis, mengatakan rute Lampung-Kuala Lumpur menjadi salah satu jaringan penting bagi TransNusa untuk menghubungkan Pulau Sumatera dengan Malaysia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Daripada segi TransNusa, ini termasuk jaringan terpenting untuk TransNusa menyambung Sumatera ke Kuala Lumpur,&amp;quot; kata Bernard.&#13;
&#13;
Menurut dia, potensi rute tersebut tidak hanya berasal dari sektor pariwisata. Dengan jumlah penduduk Lampung yang mencapai sekitar 9,5 juta jiwa, pasar penerbangan dinilai cukup besar dan dapat mencakup berbagai segmen, mulai dari bisnis, pemerintahan, tenaga kerja hingga wisata medis.&#13;
&#13;
&amp;quot;Market akan mencakup semua, bisnis, pemerintah. Antara Lampung dan Malaysia mempunyai banyak hubungan kontrak kerjasama, dari manpower supply untuk pekerjaan di Indonesia. Dan juga halal bisnis dari Malaysia ke Lampung dan medical tourism,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Bernard membandingkan potensi Lampung dengan rute Medan-Kuala Lumpur yang saat ini memiliki sekitar 10 penerbangan per hari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Daripada segi market, Medan to Kuala Lumpur punya 10 flight. Untuk Lampung saya lebih confident dengan populasi 9,5 juta ini satu flight, mungkin ke depannya bisa dua atau tiga flight setiap hari,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Target Okupansi Tembus 70 Persen&#13;
&#13;
TransNusa saat ini memulai penerbangan Lampung-Kuala Lumpur dengan satu penerbangan setiap hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan tersebut telah melalui perhitungan komersial, termasuk studi mengenai potensi pasar, permintaan dan penawaran, serta dukungan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
Bernard menyebut dukungan Pemerintah Provinsi Lampung turut meningkatkan keyakinan maskapai untuk membuka rute tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Project penerbangan satu kali flight setiap hari Lampung ke Malaysia tentu punya hitungan komersial dan membuat studi potensi dan juga permintaan dan penawaran. Dan juga dukungan dari pemerintah Lampung, Pak Gub, Sekda, transportasi luar biasa. Sebab itu kita lebih confident membuat penerbangan setiap hari,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Untuk rute baru, TransNusa menargetkan tingkat keterisian penumpang atau load factor awal sekitar 50 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka tersebut dinilai sudah cukup baik untuk tahap awal operasional. Namun, perusahaan optimistis tingkat keterisian dapat meningkat dalam beberapa bulan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Proyeksi untuk rute baru seperti ini, kita mulai dengan 50 persen itu sudah bagus. Tapi dalam waktu tiga sampai enam bulan pasti akan meningkat lebih dari 70 persen,&amp;quot; ujar Bernard.&#13;
&#13;
Bisa Tambah Frekuensi hingga Rute Singapura&#13;
&#13;
Selain membuka akses langsung Lampung-Kuala Lumpur, TransNusa juga memiliki jaringan penerbangan dari Lampung menuju Jakarta. Dari Jakarta, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi internasional maupun domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bukan hanya terbang ke Kuala Lumpur, kita juga flight ke Jakarta tiga kali setiap hari. Flight itu sudah sambung ke Singapura, ke Bangkok, dan juga domestik, ke Bali, Jogja, Singkawang dan sebagainya,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Jika respons pasar Lampung positif, TransNusa tidak menutup kemungkinan meningkatkan frekuensi penerbangan ke Kuala Lumpur.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Bahkan, maskapai juga mempertimbangkan pembukaan rute menuju kota-kota lain di Malaysia maupun Singapura.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau ada potensi yang baik di Lampung, pasti kita akan mau menambah frekuensi, ke Kuala Lumpur dulu, ataupun kota-kota lain di Malaysia ataupun mungkin juga Singapura,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
