<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Strategi yang Bikin Laba BTN Meroket 40,8 Persen Jadi Rp2,4 Triliun</title><description>Pada periode yang sama, aset BTN mencapai Rp545 triliun, kredit dan pembiayaan Rp418 triliun, serta dana pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/278/3238952/ini-strategi-yang-bikin-laba-btn-meroket-40-8-persen-jadi-rp2-4-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/278/3238952/ini-strategi-yang-bikin-laba-btn-meroket-40-8-persen-jadi-rp2-4-triliun"/><item><title>Ini Strategi yang Bikin Laba BTN Meroket 40,8 Persen Jadi Rp2,4 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/278/3238952/ini-strategi-yang-bikin-laba-btn-meroket-40-8-persen-jadi-rp2-4-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/278/3238952/ini-strategi-yang-bikin-laba-btn-meroket-40-8-persen-jadi-rp2-4-triliun</guid><pubDate>Sabtu 29 Agustus 2026 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/29/278/3238952/btn-t0BR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I-2026, atau tumbuh 40,8% secara tahunan. (Foto: Okezone.com/BTN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/29/278/3238952/btn-t0BR_large.jpg</image><title> PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I-2026, atau tumbuh 40,8% secara tahunan. (Foto: Okezone.com/BTN)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I-2026, atau tumbuh 40,8% secara tahunan. Pada periode yang sama, aset BTN mencapai Rp545 triliun, kredit dan pembiayaan Rp418 triliun, serta dana pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun.&#13;
&#13;
Kualitas kredit juga membaik dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun menjadi 2,99% dari 3,3%. Sementara itu, cost of credit turun dari 2,0% menjadi 0,7%.&#13;
&#13;
Kinerja positif tersebut dinilai merupakan hasil transformasi BTN dari mortgage bank menjadi bank berbasis housing financial ecosystem. Transformasi BTN tidak hanya terlihat dari ekspansi bisnis dan digitalisasi, tetapi juga dari peningkatan kinerja serta perbaikan kualitas aset.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Transformasi sudah mulai terlihat hasilnya. Bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perbaikan kualitas kredit dan penguatan fundamental,&amp;rdquo; ujar CEO The Finance Research Eko B Supriyanto, Sabtu (28/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, transformasi BTN juga terlihat dari keberanian perseroan memperluas bisnis dari sekadar pembiayaan KPR menjadi beyond mortgage. BTN mulai membangun ekosistem yang mengikuti perjalanan finansial nasabah, mulai dari membeli rumah hingga memenuhi kebutuhan keuangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN tidak meninggalkan bisnis perumahan. Justru bisnis perumahan diperluas menjadi ekosistem. Bank tidak lagi hanya melihat nasabah sebagai debitur, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Transformasi tersebut diperkuat melalui digitalisasi, salah satunya melalui Bale by BTN. Superapp andalan BTN tersebut kini memiliki sekitar 4,5 juta pengguna, didukung 358 ribu merchant dan 14 ribu developer, serta terintegrasi dengan 59 pemerintah daerah. Volume transaksinya mencapai 2,63 miliar transaksi dengan nilai Rp134 triliun.&#13;
&#13;
Selain memperluas ekosistem, BTN juga mulai masuk ke segmen di luar mortgage melalui akuisisi portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia senilai hampir Rp20 triliun. Langkah tersebut dinilai memperkuat kemampuan BTN dalam melayani kebutuhan finansial nasabah hingga masa pensiun.&#13;
&#13;
Meski memperluas bisnis, Eko menilai BTN tetap harus menjaga mandat utamanya dalam pembiayaan perumahan nasional. Pada semester I-2026, kredit perumahan subsidi BTN tumbuh 8,1% menjadi Rp196,96 triliun, sementara Kredit Program Perumahan telah mencapai Rp4,1 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau melihat perjalanannya, arahnya sudah benar dan hasilnya mulai terlihat. Tantangannya sekarang adalah menjaga momentum transformasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan ekosistem yang dibangun BTN terus memberikan nilai bagi masyarakat,&amp;rdquo; pungkas Eko.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun pada semester I-2026, atau tumbuh 40,8% secara tahunan. Pada periode yang sama, aset BTN mencapai Rp545 triliun, kredit dan pembiayaan Rp418 triliun, serta dana pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun.&#13;
&#13;
Kualitas kredit juga membaik dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun menjadi 2,99% dari 3,3%. Sementara itu, cost of credit turun dari 2,0% menjadi 0,7%.&#13;
&#13;
Kinerja positif tersebut dinilai merupakan hasil transformasi BTN dari mortgage bank menjadi bank berbasis housing financial ecosystem. Transformasi BTN tidak hanya terlihat dari ekspansi bisnis dan digitalisasi, tetapi juga dari peningkatan kinerja serta perbaikan kualitas aset.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Transformasi sudah mulai terlihat hasilnya. Bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perbaikan kualitas kredit dan penguatan fundamental,&amp;rdquo; ujar CEO The Finance Research Eko B Supriyanto, Sabtu (28/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, transformasi BTN juga terlihat dari keberanian perseroan memperluas bisnis dari sekadar pembiayaan KPR menjadi beyond mortgage. BTN mulai membangun ekosistem yang mengikuti perjalanan finansial nasabah, mulai dari membeli rumah hingga memenuhi kebutuhan keuangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN tidak meninggalkan bisnis perumahan. Justru bisnis perumahan diperluas menjadi ekosistem. Bank tidak lagi hanya melihat nasabah sebagai debitur, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Transformasi tersebut diperkuat melalui digitalisasi, salah satunya melalui Bale by BTN. Superapp andalan BTN tersebut kini memiliki sekitar 4,5 juta pengguna, didukung 358 ribu merchant dan 14 ribu developer, serta terintegrasi dengan 59 pemerintah daerah. Volume transaksinya mencapai 2,63 miliar transaksi dengan nilai Rp134 triliun.&#13;
&#13;
Selain memperluas ekosistem, BTN juga mulai masuk ke segmen di luar mortgage melalui akuisisi portofolio kredit pensiun SMBC Indonesia senilai hampir Rp20 triliun. Langkah tersebut dinilai memperkuat kemampuan BTN dalam melayani kebutuhan finansial nasabah hingga masa pensiun.&#13;
&#13;
Meski memperluas bisnis, Eko menilai BTN tetap harus menjaga mandat utamanya dalam pembiayaan perumahan nasional. Pada semester I-2026, kredit perumahan subsidi BTN tumbuh 8,1% menjadi Rp196,96 triliun, sementara Kredit Program Perumahan telah mencapai Rp4,1 triliun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau melihat perjalanannya, arahnya sudah benar dan hasilnya mulai terlihat. Tantangannya sekarang adalah menjaga momentum transformasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan ekosistem yang dibangun BTN terus memberikan nilai bagi masyarakat,&amp;rdquo; pungkas Eko.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
