<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Sejauh 2 Km, Warga Diminta Jauhi Alur Sungai</title><description>Informasi tersebut disampaikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/320/3238891/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-sejauh-2-km-warga-diminta-jauhi-alur-sungai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/320/3238891/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-sejauh-2-km-warga-diminta-jauhi-alur-sungai"/><item><title>Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Sejauh 2 Km, Warga Diminta Jauhi Alur Sungai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/320/3238891/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-sejauh-2-km-warga-diminta-jauhi-alur-sungai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/320/3238891/gunung-merapi-keluarkan-awan-panas-sejauh-2-km-warga-diminta-jauhi-alur-sungai</guid><pubDate>Sabtu 29 Agustus 2026 07:17 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/29/320/3238891/badan_geologi-Pnjq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi mengeluarkan awan panas sejauh sekitar 2 kilometer (Km) ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. (Foto: Okezone.com/Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/29/320/3238891/badan_geologi-Pnjq_large.jpg</image><title>Gunung Merapi mengeluarkan awan panas sejauh sekitar 2 kilometer (Km) ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. (Foto: Okezone.com/Instagram)</title></images><description>JAKARTA- Gunung Merapi mengeluarkan awan panas sejauh sekitar 2 kilometer (Km) ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 21.22 WIB.&#13;
&#13;
Informasi tersebut disampaikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berdasarkan laporan tersebut, awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimum 87,74 milimeter dengan durasi 116,97 detik.&#13;
&#13;
Badan Geologi menyebut awan panas guguran mengarah ke barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih. Masyarakat diminta menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,&amp;rdquo; tulis Badan Geologi dalam unggahan Instagramnya, Sabtu (29/8/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi meminta masyarakat tetap mematuhi rekomendasi dan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Merapi.&#13;
&#13;
Badan Geologi juga mengarahkan masyarakat untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui informasi resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA- Gunung Merapi mengeluarkan awan panas sejauh sekitar 2 kilometer (Km) ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih pada Jumat (28/8/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 21.22 WIB.&#13;
&#13;
Informasi tersebut disampaikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berdasarkan laporan tersebut, awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimum 87,74 milimeter dengan durasi 116,97 detik.&#13;
&#13;
Badan Geologi menyebut awan panas guguran mengarah ke barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih. Masyarakat diminta menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,&amp;rdquo; tulis Badan Geologi dalam unggahan Instagramnya, Sabtu (29/8/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi meminta masyarakat tetap mematuhi rekomendasi dan informasi resmi terkait aktivitas Gunung Merapi.&#13;
&#13;
Badan Geologi juga mengarahkan masyarakat untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui informasi resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
