<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teknologi Pipa Pertagas Hidupkan Kembali Sawah, Panen Bisa 3 Kali Setahun</title><description>Pertagas mengganti saluran irigasi berbahan terpal yang rentan bocor dengan pipa PVC AW 6 inci sepanjang 600 meter.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/320/3238956/teknologi-pipa-pertagas-hidupkan-kembali-sawah-panen-bisa-3-kali-setahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/320/3238956/teknologi-pipa-pertagas-hidupkan-kembali-sawah-panen-bisa-3-kali-setahun"/><item><title>Teknologi Pipa Pertagas Hidupkan Kembali Sawah, Panen Bisa 3 Kali Setahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/320/3238956/teknologi-pipa-pertagas-hidupkan-kembali-sawah-panen-bisa-3-kali-setahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/29/320/3238956/teknologi-pipa-pertagas-hidupkan-kembali-sawah-panen-bisa-3-kali-setahun</guid><pubDate>Sabtu 29 Agustus 2026 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/29/320/3238956/pertagas-ispN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teknologi perpipaan di lahan pertanian dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan petani. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/29/320/3238956/pertagas-ispN_large.jpg</image><title>Teknologi perpipaan di lahan pertanian dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan petani. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)</title></images><description>JAKARTA - Keahlian mengelola jaringan perpipaan yang selama ini menjadi bagian bisnis energi Pertamina Gas (Pertagas) diterapkan untuk menjawab persoalan irigasi petani di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.&#13;
&#13;
Pertagas mengganti saluran irigasi berbahan terpal yang rentan bocor dengan pipa PVC AW 6 inci sepanjang 600 meter. Jaringan tersebut dirancang menggunakan pendekatan Pipe Engineering berbasis Hydraulic Grade Line (HGL) untuk menyesuaikan elevasi dan memastikan distribusi air lebih optimal. Inovasi tersebut kini mendukung pengelolaan air untuk sekitar 16 hektare lahan pertanian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perbaikan sistem irigasi turut membuka peluang peningkatan intensitas tanam, dari sebelumnya hanya satu kali panen menjadi hingga tiga kali dalam setahun, dengan pola dua kali padi dan satu kali palawija.&#13;
&#13;
Perubahan itu menjadi contoh bagaimana kompetensi inti perusahaan di bidang perpipaan dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat di luar kegiatan operasional utama perusahaan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Officer External Relation East Region II Pertagas, Adhelia Hasri Miracahyani, mengatakan penerapan teknologi perpipaan di lahan pertanian dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan petani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari sisi teknik, kami menyesuaikan elevasi pipa. Kami menghitung perbedaan ketinggian dari titik pengambilan air sampai air didorong menggunakan pompa dan mengalir hingga ke ujung jaringan,&amp;rdquo; ujar Adhelia, Sabtu (29/8/2026).&#13;
&#13;
Sebelum program berjalan, petani menggunakan jaringan irigasi berbahan terpal. Saluran tersebut rentan mengalami kebocoran akibat gesekan sehingga distribusi air tidak selalu optimal. Kondisi itu menjadi salah satu kendala bagi petani untuk mengembangkan pola tanam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagian lahan juga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan pengairan. Persoalan tersebut kemudian ditemukan dalam proses pemantauan wilayah oleh tim Pertagas.&#13;
&#13;
Saat melakukan pengecekan jalur pipa, tim mendapat laporan dari petani mengenai kendala irigasi. Pemerintah Desa Ganggangpanjang juga memberikan rekomendasi terkait lahan pertanian yang belum optimal dimanfaatkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari tim yang melakukan pengecekan pipa, kami mendapat laporan dari petani mengenai masalah irigasi. Pemerintah desa juga menyampaikan masih ada lahan yang belum optimal dimanfaatkan karena persoalan pengairan,&amp;rdquo; kata Adhelia.&#13;
&#13;
Dari temuan tersebut, Pertagas kemudian mengembangkan solusi dengan membawa pendekatan teknis yang selama ini digunakan dalam bisnis perpipaan ke sektor pertanian.&#13;
&#13;
Teknologi Pipa untuk Sawah&#13;
&#13;
Penerapan teknologi tidak berhenti pada penggantian material saluran. Pertagas memperhitungkan kondisi elevasi lahan melalui pendekatan Hydraulic Grade Line atau HGL dalam merancang jaringan perpipaan.&#13;
Pendekatan tersebut digunakan untuk membantu menentukan elevasi jaringan sehingga air dari sumber dapat dialirkan menggunakan pompa hingga mencapai titik yang dituju.&#13;
&#13;
Selain jaringan pipa, sistem pompa juga dimodifikasi untuk menyesuaikan kebutuhan pengaliran air di lahan pertanian.&#13;
&#13;
Adhelia menjelaskan, pendekatan tersebut dikembangkan bersama tim teknis dan pihak yang memiliki kompetensi di bidang engineering agar sistem yang dibangun sesuai dengan kondisi lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pipanya kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Dari sisi teknik, kami menggunakan pendekatan elevasi seperti yang kami gunakan dalam operasional perpipaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Inovasi Cita Sembada juga menyentuh persoalan lingkungan.&#13;
&#13;
Material limbah dimanfaatkan menjadi ecobrick yang kemudian digunakan sebagai penyangga pipa. Langkah tersebut dilakukan karena jalur pipa memiliki perbedaan elevasi sehingga membutuhkan struktur penyangga. Sebelumnya, penyangga menggunakan kayu. Namun, material tersebut dinilai kurang stabil ketika digunakan menopang jaringan pipa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari perbedaan elevasi, kami membutuhkan penyangga pipa. Awalnya menggunakan kayu, tetapi karena kondisi di lapangan, kayu bisa bergeser. Kemudian kami memanfaatkan limbah menjadi ecobrick sebagai penyangga,&amp;rdquo; jelas Adhelia.&#13;
&#13;
Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan infrastruktur irigasi sekaligus persoalan limbah dapat ditangani dalam satu program. Material yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna diberi fungsi baru untuk mendukung jaringan irigasi.&#13;
&#13;
Program Cita Sembada dilaksanakan bersama Kelompok Tani Makmur dan BUMDes Jaya Raya. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan Pemerintah Desa Ganggangpanjang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, serta Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo.&#13;
&#13;
Dari Sekali Menjadi Tiga Kali Panen&#13;
&#13;
Dampak perbaikan irigasi mulai dirasakan petani. Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur 1, Sutikno, mengatakan sebelum jaringan diperbaiki, petani sangat bergantung pada hujan dan saluran pembuangan.&#13;
Kondisi tersebut membuat lahan hanya dapat ditanami sekali dalam setahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu kami mengandalkan hujan. Panen hanya satu kali dalam setahun. Sekarang sudah bisa dua kali panen padi dalam setahun dan satu kali palawija. Alhamdulillah sangat membantu petani,&amp;rdquo; ujar Sutikno.&#13;
&#13;
Dengan dukungan jaringan irigasi, sekitar 16 hektare lahan kini dapat dimanfaatkan lebih optimal. Petani memiliki kesempatan untuk mengatur pola tanam hingga tiga kali dalam setahun.&#13;
&#13;
Kelompok Tani Sumber Makmur 1 sendiri memiliki sekitar 62 anggota. Menurut Sutikno, peningkatan aktivitas pertanian mulai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.&#13;
&#13;
Nilai sewa lahan ikut meningkat seiring lahan menjadi lebih produktif. Bahkan, sejumlah warga yang sebelumnya bekerja di sektor industri mulai kembali menggarap sektor pertanian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi mulai meningkat dan masyarakat terbantu. Banyak juga yang sebelumnya bekerja di pabrik sekarang kembali bertani,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Peningkatan produktivitas tersebut juga membuat lahan yang sebelumnya belum optimal dimanfaatkan mulai diminati petani untuk disewa. Aktivitas pertanian yang kembali bergairah turut menggerakkan transaksi ekonomi di tingkat masyarakat.&#13;
Menjaga Keberlanjutan&#13;
Bagi Pertagas, pembangunan jaringan irigasi tidak hanya berhenti pada pemasangan pipa. Keberlanjutan sistem menjadi bagian penting agar manfaat program dapat terus dirasakan masyarakat.&#13;
&#13;
Pengelolaan operasional jaringan dilakukan bersama petani. Kelompok tani ikut menjaga dan menggunakan jaringan tersebut, sementara pemeliharaan terutama diarahkan pada pompa apabila terjadi gangguan.&#13;
&#13;
Pola tersebut diharapkan membuat masyarakat memiliki peran langsung dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun.&#13;
Sutikno berharap dukungan dan pendampingan tetap dapat dilakukan jika pada masa mendatang terdapat kendala pada pompa maupun jaringan irigasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya kalau ke depan ada masalah, terutama terkait pompa atau jaringan, bisa terus dibantu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Program Cita Sembada memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan teknologi yang sepenuhnya baru. Inovasi juga dapat lahir ketika kompetensi yang sudah dimiliki perusahaan diterapkan untuk menjawab persoalan berbeda di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
Di Ganggangpanjang, keahlian Pertagas dalam bidang perpipaan diterjemahkan menjadi solusi irigasi. Pipa PVC sepanjang 600 meter dirancang dengan mempertimbangkan elevasi, pompa dimodifikasi untuk mendukung distribusi air, sementara limbah dimanfaatkan sebagai ecobrick untuk membantu menopang jaringan.&#13;
&#13;
Hasilnya, sistem pengairan yang lebih andal mendukung pemanfaatan sekitar 16 hektare lahan pertanian. Dari sebelumnya hanya satu kali panen, petani kini memiliki peluang untuk mengoptimalkan lahan hingga tiga kali musim tanam dalam setahun.&#13;
&#13;
Dari pipa yang selama ini identik dengan penyaluran energi, lahir energi baru di tengah sawah: air yang mengalir, lahan yang kembali produktif, dan kesempatan ekonomi yang semakin terbuka bagi petani.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Keahlian mengelola jaringan perpipaan yang selama ini menjadi bagian bisnis energi Pertamina Gas (Pertagas) diterapkan untuk menjawab persoalan irigasi petani di Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.&#13;
&#13;
Pertagas mengganti saluran irigasi berbahan terpal yang rentan bocor dengan pipa PVC AW 6 inci sepanjang 600 meter. Jaringan tersebut dirancang menggunakan pendekatan Pipe Engineering berbasis Hydraulic Grade Line (HGL) untuk menyesuaikan elevasi dan memastikan distribusi air lebih optimal. Inovasi tersebut kini mendukung pengelolaan air untuk sekitar 16 hektare lahan pertanian.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Perbaikan sistem irigasi turut membuka peluang peningkatan intensitas tanam, dari sebelumnya hanya satu kali panen menjadi hingga tiga kali dalam setahun, dengan pola dua kali padi dan satu kali palawija.&#13;
&#13;
Perubahan itu menjadi contoh bagaimana kompetensi inti perusahaan di bidang perpipaan dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat di luar kegiatan operasional utama perusahaan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Officer External Relation East Region II Pertagas, Adhelia Hasri Miracahyani, mengatakan penerapan teknologi perpipaan di lahan pertanian dilakukan dengan menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan petani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari sisi teknik, kami menyesuaikan elevasi pipa. Kami menghitung perbedaan ketinggian dari titik pengambilan air sampai air didorong menggunakan pompa dan mengalir hingga ke ujung jaringan,&amp;rdquo; ujar Adhelia, Sabtu (29/8/2026).&#13;
&#13;
Sebelum program berjalan, petani menggunakan jaringan irigasi berbahan terpal. Saluran tersebut rentan mengalami kebocoran akibat gesekan sehingga distribusi air tidak selalu optimal. Kondisi itu menjadi salah satu kendala bagi petani untuk mengembangkan pola tanam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagian lahan juga belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan pengairan. Persoalan tersebut kemudian ditemukan dalam proses pemantauan wilayah oleh tim Pertagas.&#13;
&#13;
Saat melakukan pengecekan jalur pipa, tim mendapat laporan dari petani mengenai kendala irigasi. Pemerintah Desa Ganggangpanjang juga memberikan rekomendasi terkait lahan pertanian yang belum optimal dimanfaatkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari tim yang melakukan pengecekan pipa, kami mendapat laporan dari petani mengenai masalah irigasi. Pemerintah desa juga menyampaikan masih ada lahan yang belum optimal dimanfaatkan karena persoalan pengairan,&amp;rdquo; kata Adhelia.&#13;
&#13;
Dari temuan tersebut, Pertagas kemudian mengembangkan solusi dengan membawa pendekatan teknis yang selama ini digunakan dalam bisnis perpipaan ke sektor pertanian.&#13;
&#13;
Teknologi Pipa untuk Sawah&#13;
&#13;
Penerapan teknologi tidak berhenti pada penggantian material saluran. Pertagas memperhitungkan kondisi elevasi lahan melalui pendekatan Hydraulic Grade Line atau HGL dalam merancang jaringan perpipaan.&#13;
Pendekatan tersebut digunakan untuk membantu menentukan elevasi jaringan sehingga air dari sumber dapat dialirkan menggunakan pompa hingga mencapai titik yang dituju.&#13;
&#13;
Selain jaringan pipa, sistem pompa juga dimodifikasi untuk menyesuaikan kebutuhan pengaliran air di lahan pertanian.&#13;
&#13;
Adhelia menjelaskan, pendekatan tersebut dikembangkan bersama tim teknis dan pihak yang memiliki kompetensi di bidang engineering agar sistem yang dibangun sesuai dengan kondisi lapangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pipanya kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Dari sisi teknik, kami menggunakan pendekatan elevasi seperti yang kami gunakan dalam operasional perpipaan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Inovasi Cita Sembada juga menyentuh persoalan lingkungan.&#13;
&#13;
Material limbah dimanfaatkan menjadi ecobrick yang kemudian digunakan sebagai penyangga pipa. Langkah tersebut dilakukan karena jalur pipa memiliki perbedaan elevasi sehingga membutuhkan struktur penyangga. Sebelumnya, penyangga menggunakan kayu. Namun, material tersebut dinilai kurang stabil ketika digunakan menopang jaringan pipa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari perbedaan elevasi, kami membutuhkan penyangga pipa. Awalnya menggunakan kayu, tetapi karena kondisi di lapangan, kayu bisa bergeser. Kemudian kami memanfaatkan limbah menjadi ecobrick sebagai penyangga,&amp;rdquo; jelas Adhelia.&#13;
&#13;
Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan infrastruktur irigasi sekaligus persoalan limbah dapat ditangani dalam satu program. Material yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna diberi fungsi baru untuk mendukung jaringan irigasi.&#13;
&#13;
Program Cita Sembada dilaksanakan bersama Kelompok Tani Makmur dan BUMDes Jaya Raya. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan Pemerintah Desa Ganggangpanjang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, serta Dinas Pertanian Kabupaten Sidoarjo.&#13;
&#13;
Dari Sekali Menjadi Tiga Kali Panen&#13;
&#13;
Dampak perbaikan irigasi mulai dirasakan petani. Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur 1, Sutikno, mengatakan sebelum jaringan diperbaiki, petani sangat bergantung pada hujan dan saluran pembuangan.&#13;
Kondisi tersebut membuat lahan hanya dapat ditanami sekali dalam setahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dulu kami mengandalkan hujan. Panen hanya satu kali dalam setahun. Sekarang sudah bisa dua kali panen padi dalam setahun dan satu kali palawija. Alhamdulillah sangat membantu petani,&amp;rdquo; ujar Sutikno.&#13;
&#13;
Dengan dukungan jaringan irigasi, sekitar 16 hektare lahan kini dapat dimanfaatkan lebih optimal. Petani memiliki kesempatan untuk mengatur pola tanam hingga tiga kali dalam setahun.&#13;
&#13;
Kelompok Tani Sumber Makmur 1 sendiri memiliki sekitar 62 anggota. Menurut Sutikno, peningkatan aktivitas pertanian mulai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.&#13;
&#13;
Nilai sewa lahan ikut meningkat seiring lahan menjadi lebih produktif. Bahkan, sejumlah warga yang sebelumnya bekerja di sektor industri mulai kembali menggarap sektor pertanian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan ekonomi mulai meningkat dan masyarakat terbantu. Banyak juga yang sebelumnya bekerja di pabrik sekarang kembali bertani,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Peningkatan produktivitas tersebut juga membuat lahan yang sebelumnya belum optimal dimanfaatkan mulai diminati petani untuk disewa. Aktivitas pertanian yang kembali bergairah turut menggerakkan transaksi ekonomi di tingkat masyarakat.&#13;
Menjaga Keberlanjutan&#13;
Bagi Pertagas, pembangunan jaringan irigasi tidak hanya berhenti pada pemasangan pipa. Keberlanjutan sistem menjadi bagian penting agar manfaat program dapat terus dirasakan masyarakat.&#13;
&#13;
Pengelolaan operasional jaringan dilakukan bersama petani. Kelompok tani ikut menjaga dan menggunakan jaringan tersebut, sementara pemeliharaan terutama diarahkan pada pompa apabila terjadi gangguan.&#13;
&#13;
Pola tersebut diharapkan membuat masyarakat memiliki peran langsung dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun.&#13;
Sutikno berharap dukungan dan pendampingan tetap dapat dilakukan jika pada masa mendatang terdapat kendala pada pompa maupun jaringan irigasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Harapannya kalau ke depan ada masalah, terutama terkait pompa atau jaringan, bisa terus dibantu,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Program Cita Sembada memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan teknologi yang sepenuhnya baru. Inovasi juga dapat lahir ketika kompetensi yang sudah dimiliki perusahaan diterapkan untuk menjawab persoalan berbeda di tengah masyarakat.&#13;
&#13;
Di Ganggangpanjang, keahlian Pertagas dalam bidang perpipaan diterjemahkan menjadi solusi irigasi. Pipa PVC sepanjang 600 meter dirancang dengan mempertimbangkan elevasi, pompa dimodifikasi untuk mendukung distribusi air, sementara limbah dimanfaatkan sebagai ecobrick untuk membantu menopang jaringan.&#13;
&#13;
Hasilnya, sistem pengairan yang lebih andal mendukung pemanfaatan sekitar 16 hektare lahan pertanian. Dari sebelumnya hanya satu kali panen, petani kini memiliki peluang untuk mengoptimalkan lahan hingga tiga kali musim tanam dalam setahun.&#13;
&#13;
Dari pipa yang selama ini identik dengan penyaluran energi, lahir energi baru di tengah sawah: air yang mengalir, lahan yang kembali produktif, dan kesempatan ekonomi yang semakin terbuka bagi petani.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
