<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prediksi IHSG 31 Agustus-4 September 2026, Pengumuman MSCI Jadi Sorotan</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan 31 Agustus hingga 4 September 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/31/278/3239173/prediksi-ihsg-31-agustus-4-september-2026-pengumuman-msci-jadi-sorotan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/08/31/278/3239173/prediksi-ihsg-31-agustus-4-september-2026-pengumuman-msci-jadi-sorotan"/><item><title>Prediksi IHSG 31 Agustus-4 September 2026, Pengumuman MSCI Jadi Sorotan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/08/31/278/3239173/prediksi-ihsg-31-agustus-4-september-2026-pengumuman-msci-jadi-sorotan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/08/31/278/3239173/prediksi-ihsg-31-agustus-4-september-2026-pengumuman-msci-jadi-sorotan</guid><pubDate>Senin 31 Agustus 2026 07:22 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/31/278/3239173/ihsg-brW8_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prediksi IHSG 31 Agustus-4 September 2026, Pengumuman MSCI Jadi Sorotan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/31/278/3239173/ihsg-brW8_large.jpg</image><title>Prediksi IHSG 31 Agustus-4 September 2026, Pengumuman MSCI Jadi Sorotan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan 31 Agustus hingga 4 September 2026.&#13;
&#13;
Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, secara teknikal, pergerakan indeks saham domestik diperkirakan bakal menguji rentang batas bawah (support) di level 6.230 dan batas atas (resistance) pada posisi 6.628.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.230 dan resist 6.628,&amp;rdquo; kata Herditya kepada Okezone, Jakarta, Senin (31/8/2026).&#13;
&#13;
Analis yang kerap disapa Didit ini menjelaskan, sejumlah sentimen penting yang bakal memengaruhi dinamika pergerakan pasar keuangan domestik maupun global sepanjang sepekan ke depan.&#13;
&#13;
Didit menyoroti agenda rebalancing indeks MSCI yang memasuki masa efektif per 1 September 2026 sebagai fokus perhatian utama pasar. Langkah rebalancing ini diantisipasi investor karena membuka potensi terjadinya aliran modal keluar (outflow) yang cukup signifikan dari lantai bursa.&#13;
&#13;
Selain itu, laju IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data makroekonomi domestik, khususnya laporan PMI Manufaktur Indonesia yang diproyeksikan mengalami melandai, serta pengumuman angka inflasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari mancanegara, perhatian pasar tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat sebagai petunjuk krusial menjelang Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC Meeting) The Fed pada September 2026.&#13;
&#13;
Di saat yang sama, konsolidasi harga emas dan minyak mentah dunia, seiring meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, turut mewarnai arah pergerakan pasar saham.&#13;
&#13;
Berdasarkan data resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 24 hingga 28 Agustus 2026, IHSG mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,12 persen ke posisi 6.518,12 dari posisi akhir pekan sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
Sepanjang perdagangan sepekan lalu, nilai rata-rata transaksi harian bursa tercatat mencapai Rp15,29 triliun.&#13;
&#13;
Sementara itu, pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), IHSG ditutup melandai tipis 0,06 persen atau berkurang 3,63 poin di level 6.518,12, dengan kisaran pergerakan harian berada di rentang 6.495,74 hingga 6.566,90.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan 31 Agustus hingga 4 September 2026.&#13;
&#13;
Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, secara teknikal, pergerakan indeks saham domestik diperkirakan bakal menguji rentang batas bawah (support) di level 6.230 dan batas atas (resistance) pada posisi 6.628.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.230 dan resist 6.628,&amp;rdquo; kata Herditya kepada Okezone, Jakarta, Senin (31/8/2026).&#13;
&#13;
Analis yang kerap disapa Didit ini menjelaskan, sejumlah sentimen penting yang bakal memengaruhi dinamika pergerakan pasar keuangan domestik maupun global sepanjang sepekan ke depan.&#13;
&#13;
Didit menyoroti agenda rebalancing indeks MSCI yang memasuki masa efektif per 1 September 2026 sebagai fokus perhatian utama pasar. Langkah rebalancing ini diantisipasi investor karena membuka potensi terjadinya aliran modal keluar (outflow) yang cukup signifikan dari lantai bursa.&#13;
&#13;
Selain itu, laju IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data makroekonomi domestik, khususnya laporan PMI Manufaktur Indonesia yang diproyeksikan mengalami melandai, serta pengumuman angka inflasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari mancanegara, perhatian pasar tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat sebagai petunjuk krusial menjelang Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC Meeting) The Fed pada September 2026.&#13;
&#13;
Di saat yang sama, konsolidasi harga emas dan minyak mentah dunia, seiring meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, turut mewarnai arah pergerakan pasar saham.&#13;
&#13;
Berdasarkan data resmi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 24 hingga 28 Agustus 2026, IHSG mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,12 persen ke posisi 6.518,12 dari posisi akhir pekan sebelumnya.&amp;nbsp;&#13;
Sepanjang perdagangan sepekan lalu, nilai rata-rata transaksi harian bursa tercatat mencapai Rp15,29 triliun.&#13;
&#13;
Sementara itu, pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), IHSG ditutup melandai tipis 0,06 persen atau berkurang 3,63 poin di level 6.518,12, dengan kisaran pergerakan harian berada di rentang 6.495,74 hingga 6.566,90.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
