<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Gandeng Alpaca, Investor RI Makin Mudah Akses Bursa Global</title><description>Kemitraan ini ditujukan untuk membuka akses investasi lintas batas dua arah, memfasilitasi pelaku pasar domestik menjangkau bursa dunia&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/01/278/3239513/bei-gandeng-alpaca-investor-ri-makin-mudah-akses-bursa-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/01/278/3239513/bei-gandeng-alpaca-investor-ri-makin-mudah-akses-bursa-global"/><item><title>BEI Gandeng Alpaca, Investor RI Makin Mudah Akses Bursa Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/01/278/3239513/bei-gandeng-alpaca-investor-ri-makin-mudah-akses-bursa-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/01/278/3239513/bei-gandeng-alpaca-investor-ri-makin-mudah-akses-bursa-global</guid><pubDate>Selasa 01 September 2026 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/01/278/3239513/bei_alpaca-X1Ju_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan penyedia infrastruktur pialang dan teknologi finansial global, AlpacaDB, Inc. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/01/278/3239513/bei_alpaca-X1Ju_large.jpg</image><title>Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan penyedia infrastruktur pialang dan teknologi finansial global, AlpacaDB, Inc. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan penyedia infrastruktur pialang dan teknologi finansial global, AlpacaDB, Inc., untuk memperluas integrasi pasar modal domestik ke dalam ekosistem keuangan internasional.&#13;
&#13;
Kemitraan ini ditujukan untuk membuka akses investasi lintas batas dua arah, memfasilitasi pelaku pasar domestik menjangkau bursa dunia, sekaligus menarik investor mancanegara ke pasar saham Indonesia.&#13;
&#13;
Langkah ekspansi konektivitas global ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Kesepakatan tersebut diposisikan sebagai titik tolak penting dalam meningkatkan daya saing pasar modal nasional di kancah global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini, satu lagi milestone penting di pasar modal Indonesia akan kita ukir bersama dalam acara penandatanganan MoU antara Bursa Efek Indonesia dengan AlpacaDB Incorporated. Ini merupakan momentum yang penting bagi kita dalam melakukan hal-hal yang berupaya untuk memperkuat konektivitas pasar modal Indonesia dengan ekosistem keuangan global,&amp;quot; ujar Dirut BEI Jeffrey Hendrik dalam momen penandatanganan kerja sama di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (1/9/2026).&#13;
&#13;
Inisiatif ini, kata Jeffrey, dirancang selaras dengan visi BEI untuk membangun pasar modal yang mudah diakses (accessible), efisien, terpercaya (trusted), dan terkoneksi secara internasional (globally connected).&#13;
&#13;
Keterhubungan pasar yang semakin solid diharapkan mampu memperkaya pilihan produk finansial, memacu lahirnya inovasi, serta menghadirkan manfaat maksimal bagi investor ritel maupun institusi.&#13;
&#13;
Penguatan interkoneksi pasar ini ditujukan untuk menciptakan keterbukaan akses investasi dua arah yang saling menguntungkan. Skema tersebut membuka peluang bagi para Anggota Bursa (AB) untuk memperluas jangkauan ke bursa luar negeri, sekaligus memberikan saluran yang lebih mulus bagi pialang asing untuk berinvestasi di efek domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di satu sisi, kita ingin membuka peluang bagi anggota bursa untuk dapat mengakses pasar global. Di sisi lain, kita juga ingin mengeksplorasi bagaimana broker internasional dan pelaku pasar global dapat memperoleh akses yang lebih baik ke pasar modal Indonesia,&amp;quot; jelas Jeffrey.&#13;
&#13;
Kendati peluang keterhubungan sangat terbuka, otoritas bursa menyadari bahwa integrasi pasar lintas batas tidak sekadar bertumpu pada penyambungan sistem teknologi. Diperlukan penyelarasan menyeluruh pada kerangka regulasi, keandalan infrastruktur perdagangan, kesiapan operasional seluruh pelaku industri, serta kepastian perlindungan investor.&#13;
&#13;
Implementasi kesepakatan ini akan ditindaklanjuti secara bertahap melalui berbagai aksi nyata yang melibatkan otoritas pengawas dan asosiasi industri. Pembahasan bersama diarahkan pada model kerja sama praktis yang tetap tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Membangun akses pasar lintas batas bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan hanya dengan menghubungkan sistem atau infrastruktur, tetapi ada aspek keselarasan regulasi, kesiapan teknologi, hingga perlindungan investor. Kami tentu berharap ini dapat dilanjutkan secara konkret melalui knowledge sharing, pengkajian kesiapan infrastruktur pasar, serta engagement dengan regulator dan pelaku pasar,&amp;quot; tutur Jeffrey.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Alpaca menyambut positif kolaborasi resmi ini sebagai kelanjutan dari rekam jejak operasionalnya di industri keuangan nasional. Perusahaan yang kini didukung oleh 450 tenaga profesional di berbagai belahan dunia tersebut sebelumnya telah beroperasi selama hampir lima tahun di Indonesia dengan menyediakan infrastruktur bagi sederet platform investasi terkemuka.&#13;
&#13;
Dukungan teknologi Alpaca telah dimanfaatkan oleh perusahaan perantara pedagang efek dan aplikasi investasi lokal seperti Ajaib, GoTrade, Valbury, Reku, hingga Nanovest. Kerja sama tersebut difokuskan pada penyediaan akses perdagangan efek Amerika Serikat dan portofolio global dengan tetap mematuhi batasan regulasi serta standar perlindungan konsumen di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini adalah milestone yang sangat penting bagi kami dan menjadi awal dari apa yang akan kami lakukan bersama IDX. Perjalanan Alpaca di Indonesia sendiri telah berjalan selama hampir lima tahun bersama mitra-mitra luar biasa untuk menawarkan kesempatan ke pasar modal global dengan tetap memastikan keselarasan terhadap regulasi pasar Indonesia yang unik,&amp;quot; kata CEO AlpacaDB, Inc. Yoshi Yokokawa dalam kesempatan yang sama.&#13;
&#13;
Melalui jaringan infrastruktur pialang (broker-dealer) yang terhubung di 50 negara, Alpaca menjalankan fungsi interkoneksi pasar saham dunia, mulai dari Nasdaq, New York Stock Exchange (NYSE), hingga Xetra di Eropa. Integrasi bersama BEI diharapkan dapat menyatukan likuiditas global dengan potensi pertumbuhan ekonomi domestik.&#13;
&#13;
Kemampuan distribusi lintas negara tersebut diproyeksikan membuka akses bagi jutaan nasabah ritel internasional untuk menanamkan modalnya pada instrumen saham di Bursa Efek Indonesia. Sinergi ini juga mempermudah investor domestik mendiversifikasikan portofolionya ke aset-aset kelas dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tugas kami di Alpaca adalah menghubungkan pasar modal di seluruh dunia, mulai dari Nasdaq, New York Stock Exchange, Xetra, hingga bursa-bursa lainnya, di mana yang terpenting saat ini adalah menghubungkan pasar modal global dan BEI bersama-sama. Tujuannya menawarkan aksesibilitas pasar global bagi investor ritel Indonesia, dan sebaliknya, bagaimana pasar saham Indonesia dapat diakses oleh nasabah ritel serta broker-dealer di 50 negara mitra kami,&amp;quot; ungkap Yoshi.&#13;
&#13;
Secara struktur bisnis, peran Alpaca dalam ekosistem finansial setara dengan fungsi general clearing member (anggota kliring umum). Entitas ini mengantongi izin resmi sebagai penyedia layanan kliring dan kustodi di bawah regulasi ketat Securities and Exchange Commission (SEC) dan Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) di Amerika Serikat, serta terdaftar sebagai anggota Depository Trust &amp;amp; Clearing Corporation (DTCC).&#13;
&#13;
Kepemilikan lisensi multiyurisdiksi tersebut memungkinkan Alpaca memfasilitasi kemitraan teknologi secara aman bagi ratusan pialang, bank digital, dan perusahaan fintech global. Standar kepatuhan internasional ini menjadi fondasi operasional penting dalam menjalin konektivitas pasar dengan berbagai otoritas di Asia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami adalah perusahaan broker-dealer kliring dan kustodi terdaftar di berbagai yurisdiksi, termasuk di Amerika Serikat di bawah SEC dan FINRA, serta anggota DTCC. Kami juga beruntung telah mengantongi lisensi resmi di berbagai negara, seperti Monetary Authority of Singapore (MAS) di Singapura serta registrasi perusahaan di Jepang, yang memungkinkan kami bekerja sama dengan berbagai bank digital dan fintech secara global,&amp;quot; urai Yoshi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan penyedia infrastruktur pialang dan teknologi finansial global, AlpacaDB, Inc., untuk memperluas integrasi pasar modal domestik ke dalam ekosistem keuangan internasional.&#13;
&#13;
Kemitraan ini ditujukan untuk membuka akses investasi lintas batas dua arah, memfasilitasi pelaku pasar domestik menjangkau bursa dunia, sekaligus menarik investor mancanegara ke pasar saham Indonesia.&#13;
&#13;
Langkah ekspansi konektivitas global ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Kesepakatan tersebut diposisikan sebagai titik tolak penting dalam meningkatkan daya saing pasar modal nasional di kancah global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini, satu lagi milestone penting di pasar modal Indonesia akan kita ukir bersama dalam acara penandatanganan MoU antara Bursa Efek Indonesia dengan AlpacaDB Incorporated. Ini merupakan momentum yang penting bagi kita dalam melakukan hal-hal yang berupaya untuk memperkuat konektivitas pasar modal Indonesia dengan ekosistem keuangan global,&amp;quot; ujar Dirut BEI Jeffrey Hendrik dalam momen penandatanganan kerja sama di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (1/9/2026).&#13;
&#13;
Inisiatif ini, kata Jeffrey, dirancang selaras dengan visi BEI untuk membangun pasar modal yang mudah diakses (accessible), efisien, terpercaya (trusted), dan terkoneksi secara internasional (globally connected).&#13;
&#13;
Keterhubungan pasar yang semakin solid diharapkan mampu memperkaya pilihan produk finansial, memacu lahirnya inovasi, serta menghadirkan manfaat maksimal bagi investor ritel maupun institusi.&#13;
&#13;
Penguatan interkoneksi pasar ini ditujukan untuk menciptakan keterbukaan akses investasi dua arah yang saling menguntungkan. Skema tersebut membuka peluang bagi para Anggota Bursa (AB) untuk memperluas jangkauan ke bursa luar negeri, sekaligus memberikan saluran yang lebih mulus bagi pialang asing untuk berinvestasi di efek domestik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di satu sisi, kita ingin membuka peluang bagi anggota bursa untuk dapat mengakses pasar global. Di sisi lain, kita juga ingin mengeksplorasi bagaimana broker internasional dan pelaku pasar global dapat memperoleh akses yang lebih baik ke pasar modal Indonesia,&amp;quot; jelas Jeffrey.&#13;
&#13;
Kendati peluang keterhubungan sangat terbuka, otoritas bursa menyadari bahwa integrasi pasar lintas batas tidak sekadar bertumpu pada penyambungan sistem teknologi. Diperlukan penyelarasan menyeluruh pada kerangka regulasi, keandalan infrastruktur perdagangan, kesiapan operasional seluruh pelaku industri, serta kepastian perlindungan investor.&#13;
&#13;
Implementasi kesepakatan ini akan ditindaklanjuti secara bertahap melalui berbagai aksi nyata yang melibatkan otoritas pengawas dan asosiasi industri. Pembahasan bersama diarahkan pada model kerja sama praktis yang tetap tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Membangun akses pasar lintas batas bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan hanya dengan menghubungkan sistem atau infrastruktur, tetapi ada aspek keselarasan regulasi, kesiapan teknologi, hingga perlindungan investor. Kami tentu berharap ini dapat dilanjutkan secara konkret melalui knowledge sharing, pengkajian kesiapan infrastruktur pasar, serta engagement dengan regulator dan pelaku pasar,&amp;quot; tutur Jeffrey.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Alpaca menyambut positif kolaborasi resmi ini sebagai kelanjutan dari rekam jejak operasionalnya di industri keuangan nasional. Perusahaan yang kini didukung oleh 450 tenaga profesional di berbagai belahan dunia tersebut sebelumnya telah beroperasi selama hampir lima tahun di Indonesia dengan menyediakan infrastruktur bagi sederet platform investasi terkemuka.&#13;
&#13;
Dukungan teknologi Alpaca telah dimanfaatkan oleh perusahaan perantara pedagang efek dan aplikasi investasi lokal seperti Ajaib, GoTrade, Valbury, Reku, hingga Nanovest. Kerja sama tersebut difokuskan pada penyediaan akses perdagangan efek Amerika Serikat dan portofolio global dengan tetap mematuhi batasan regulasi serta standar perlindungan konsumen di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini adalah milestone yang sangat penting bagi kami dan menjadi awal dari apa yang akan kami lakukan bersama IDX. Perjalanan Alpaca di Indonesia sendiri telah berjalan selama hampir lima tahun bersama mitra-mitra luar biasa untuk menawarkan kesempatan ke pasar modal global dengan tetap memastikan keselarasan terhadap regulasi pasar Indonesia yang unik,&amp;quot; kata CEO AlpacaDB, Inc. Yoshi Yokokawa dalam kesempatan yang sama.&#13;
&#13;
Melalui jaringan infrastruktur pialang (broker-dealer) yang terhubung di 50 negara, Alpaca menjalankan fungsi interkoneksi pasar saham dunia, mulai dari Nasdaq, New York Stock Exchange (NYSE), hingga Xetra di Eropa. Integrasi bersama BEI diharapkan dapat menyatukan likuiditas global dengan potensi pertumbuhan ekonomi domestik.&#13;
&#13;
Kemampuan distribusi lintas negara tersebut diproyeksikan membuka akses bagi jutaan nasabah ritel internasional untuk menanamkan modalnya pada instrumen saham di Bursa Efek Indonesia. Sinergi ini juga mempermudah investor domestik mendiversifikasikan portofolionya ke aset-aset kelas dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tugas kami di Alpaca adalah menghubungkan pasar modal di seluruh dunia, mulai dari Nasdaq, New York Stock Exchange, Xetra, hingga bursa-bursa lainnya, di mana yang terpenting saat ini adalah menghubungkan pasar modal global dan BEI bersama-sama. Tujuannya menawarkan aksesibilitas pasar global bagi investor ritel Indonesia, dan sebaliknya, bagaimana pasar saham Indonesia dapat diakses oleh nasabah ritel serta broker-dealer di 50 negara mitra kami,&amp;quot; ungkap Yoshi.&#13;
&#13;
Secara struktur bisnis, peran Alpaca dalam ekosistem finansial setara dengan fungsi general clearing member (anggota kliring umum). Entitas ini mengantongi izin resmi sebagai penyedia layanan kliring dan kustodi di bawah regulasi ketat Securities and Exchange Commission (SEC) dan Financial Industry Regulatory Authority (FINRA) di Amerika Serikat, serta terdaftar sebagai anggota Depository Trust &amp;amp; Clearing Corporation (DTCC).&#13;
&#13;
Kepemilikan lisensi multiyurisdiksi tersebut memungkinkan Alpaca memfasilitasi kemitraan teknologi secara aman bagi ratusan pialang, bank digital, dan perusahaan fintech global. Standar kepatuhan internasional ini menjadi fondasi operasional penting dalam menjalin konektivitas pasar dengan berbagai otoritas di Asia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami adalah perusahaan broker-dealer kliring dan kustodi terdaftar di berbagai yurisdiksi, termasuk di Amerika Serikat di bawah SEC dan FINRA, serta anggota DTCC. Kami juga beruntung telah mengantongi lisensi resmi di berbagai negara, seperti Monetary Authority of Singapore (MAS) di Singapura serta registrasi perusahaan di Jepang, yang memungkinkan kami bekerja sama dengan berbagai bank digital dan fintech secara global,&amp;quot; urai Yoshi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
