<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapan Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 Berlaku?</title><description>Bahlil Lahadalia buka-bukaan soal rencana pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pertalite untuk masyarakat di desil 9-10.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/01/320/3239393/kapan-pembatasan-pertalite-untuk-desil-9-10-berlaku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/01/320/3239393/kapan-pembatasan-pertalite-untuk-desil-9-10-berlaku"/><item><title>Kapan Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 Berlaku?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/01/320/3239393/kapan-pembatasan-pertalite-untuk-desil-9-10-berlaku</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/01/320/3239393/kapan-pembatasan-pertalite-untuk-desil-9-10-berlaku</guid><pubDate>Selasa 01 September 2026 08:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/01/320/3239393/bahlil-Ovaj_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Kapan Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 Berlaku? (Foto: Bahlil/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/01/320/3239393/bahlil-Ovaj_large.png</image><title>Kapan Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 Berlaku? (Foto: Bahlil/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan soal rencana pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pertalite untuk masyarakat di desil 9-10.&#13;
&#13;
Menurut Bahlil, pembatasan penyaluran BBM bersubsidi pertalite untuk masyarakat di desil 9-10 menunggu validitas data.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu (pembatasan pertalite) masih dikaji. Karena apa? Kami ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah, salah satu cara untuk membuat tepat sasaran, data kami harus valid,&amp;rdquo; ujar Bahlil ketika dijumpai setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Bahlil menyampaikan ketepatan data desil tersebut yang saat ini sedang diperiksa oleh pemerintah.&#13;
&#13;
Dia berharap, melalui ketepatan data pembagian desil masyarakat, tujuan pemerintah agar penyaluran pertalite tepat sasaran dapat tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan sampai harapan kami baik, tetapi ternyata dalam implementasinya, karena datanya tidak valid, membuat sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kami,&amp;rdquo; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Pemerintah menganggarkan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun, atau sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp318,9 triliun.&#13;
&#13;
Sedangkan, apabila digabung dengan kompensasi, maka anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah untuk ketahanan energi sebesar Rp381,3 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hitung Potensi Kenaikan Konsumsi Pertalite&#13;
&#13;
Sementara itu, Bahlil masih menghitung potensi kenaikan konsumsi pertalite yang diproyeksikan melebihi kuota penyaluran dalam APBN 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tetap menghitung potensi kelebihannya berapa,&amp;rdquo; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan terjadi peralihan konsumen dari pertamax yang merupakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke pertalite yang merupakan BBM bersubsidi sejak kenaikan harga pertamax pada 10 Juni 2026 lalu.&#13;
&#13;
Harga pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni, sebelum turun menjadi Rp15.950 per liter pada 1 Agustus 2026. Peralihan konsumen tersebutlah yang saat ini masih dihitung oleh Bahlil.&#13;
&#13;
Meskipun demikian, dalam kesempatan tersebut Bahlil kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga harga pertalite tetap di angka Rp10 ribu per liter hingga akhir tahun 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apa pun yang terjadi, saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi itu tidak akan kami naikkan sampai dengan Desember 2026, sambil kita melihat perkembangan global,&amp;rdquo; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rencana Pembatasan Pertalite&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana pembatasan BBM subsidi untuk desil 10 dapat menghemat sekitar 10 persen dari anggaran subsidi energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembatasan itu dilakukan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Purbaya juga mengatakan pengendalian subsidi BBM khususnya pertalite dilakukan secara bertahap dan sistem yang dimiliki Pertamina juga mumpuni untuk pembatasan tersebut.&#13;
&#13;
Dia mengatakan bahwa pengendalian subsidi BBM dapat dilakukan dengan tidak diperbolehkannya masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 membeli pertalite. Masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 harus membeli BBM nonsubsidi.&#13;
&#13;
Menurut dia, pengendalian subsidi BBM saat ini masih dalam pembahasan dan diharapkan dalam waktu tidak lama setelah semua sistem siap dapat diimplementasikan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan soal rencana pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pertalite untuk masyarakat di desil 9-10.&#13;
&#13;
Menurut Bahlil, pembatasan penyaluran BBM bersubsidi pertalite untuk masyarakat di desil 9-10 menunggu validitas data.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu (pembatasan pertalite) masih dikaji. Karena apa? Kami ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah, salah satu cara untuk membuat tepat sasaran, data kami harus valid,&amp;rdquo; ujar Bahlil ketika dijumpai setelah Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 31 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Bahlil menyampaikan ketepatan data desil tersebut yang saat ini sedang diperiksa oleh pemerintah.&#13;
&#13;
Dia berharap, melalui ketepatan data pembagian desil masyarakat, tujuan pemerintah agar penyaluran pertalite tepat sasaran dapat tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan sampai harapan kami baik, tetapi ternyata dalam implementasinya, karena datanya tidak valid, membuat sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kami,&amp;rdquo; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Pemerintah menganggarkan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun, atau sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp318,9 triliun.&#13;
&#13;
Sedangkan, apabila digabung dengan kompensasi, maka anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah untuk ketahanan energi sebesar Rp381,3 triliun.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hitung Potensi Kenaikan Konsumsi Pertalite&#13;
&#13;
Sementara itu, Bahlil masih menghitung potensi kenaikan konsumsi pertalite yang diproyeksikan melebihi kuota penyaluran dalam APBN 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tetap menghitung potensi kelebihannya berapa,&amp;rdquo; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
Bahlil menjelaskan terjadi peralihan konsumen dari pertamax yang merupakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke pertalite yang merupakan BBM bersubsidi sejak kenaikan harga pertamax pada 10 Juni 2026 lalu.&#13;
&#13;
Harga pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni, sebelum turun menjadi Rp15.950 per liter pada 1 Agustus 2026. Peralihan konsumen tersebutlah yang saat ini masih dihitung oleh Bahlil.&#13;
&#13;
Meskipun demikian, dalam kesempatan tersebut Bahlil kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga harga pertalite tetap di angka Rp10 ribu per liter hingga akhir tahun 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apa pun yang terjadi, saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi itu tidak akan kami naikkan sampai dengan Desember 2026, sambil kita melihat perkembangan global,&amp;rdquo; ujar Bahlil.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rencana Pembatasan Pertalite&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana pembatasan BBM subsidi untuk desil 10 dapat menghemat sekitar 10 persen dari anggaran subsidi energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembatasan itu dilakukan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Purbaya juga mengatakan pengendalian subsidi BBM khususnya pertalite dilakukan secara bertahap dan sistem yang dimiliki Pertamina juga mumpuni untuk pembatasan tersebut.&#13;
&#13;
Dia mengatakan bahwa pengendalian subsidi BBM dapat dilakukan dengan tidak diperbolehkannya masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 membeli pertalite. Masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 harus membeli BBM nonsubsidi.&#13;
&#13;
Menurut dia, pengendalian subsidi BBM saat ini masih dalam pembahasan dan diharapkan dalam waktu tidak lama setelah semua sistem siap dapat diimplementasikan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
