<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenhub Ungkap Kronologi Ban Pesawat Garuda Pecah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar</title><description>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi insiden pesawat Garuda Indonesia GA604 yang mengalami pecah ban roda utama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (3/9/2026).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/03/320/3239901/kemenhub-ungkap-kronologi-ban-pesawat-garuda-pecah-di-bandara-sultan-hasanuddin-makassar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/03/320/3239901/kemenhub-ungkap-kronologi-ban-pesawat-garuda-pecah-di-bandara-sultan-hasanuddin-makassar"/><item><title>Kemenhub Ungkap Kronologi Ban Pesawat Garuda Pecah di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/03/320/3239901/kemenhub-ungkap-kronologi-ban-pesawat-garuda-pecah-di-bandara-sultan-hasanuddin-makassar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/03/320/3239901/kemenhub-ungkap-kronologi-ban-pesawat-garuda-pecah-di-bandara-sultan-hasanuddin-makassar</guid><pubDate>Kamis 03 September 2026 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/03/320/3239901/pesawat_garuda_indonesia-zwNb_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/03/320/3239901/pesawat_garuda_indonesia-zwNb_large.jpg</image><title>Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi insiden pesawat Garuda Indonesia GA604 yang mengalami pecah ban roda utama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (3/9/2026).&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat dengan registrasi PK-GFS dan tipe Boeing 737-800 tersebut terbang dengan rute Jakarta&amp;ndash;Makassar. Pesawat kemudian berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, meski sebelumnya diketahui mengalami kerusakan pada salah satu roda utama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Informasi mengenai pecahnya ban main wheel nomor 3 diterima setelah pesawat mengudara dari Bandara Soekarno-Hatta,&amp;quot; ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pada pukul 05.52 WIB, Tower JATSC Bandara Soekarno-Hatta menyampaikan informasi kepada Pilot in Command (PIC) bahwa setelah airborne, roda utama nomor 3 pesawat mengalami pecah ban.&#13;
&#13;
Sekitar 12 menit kemudian, pada pukul 06.04 WIB, PIC melakukan koordinasi melalui komunikasi Ground to Air (GTA). Setelah mempertimbangkan kondisi penerbangan, pilot memutuskan untuk melanjutkan penerbangan menuju Bandara Sultan Hasanuddin.&#13;
&#13;
Kemenhub bersama pihak terkait kemudian melakukan koordinasi dengan Bandara Sultan Hasanuddin untuk mengantisipasi potensi runway blocked ketika pesawat melakukan pendaratan.&#13;
&#13;
Selain itu, langkah-langkah penanganan juga disiapkan untuk memastikan proses pendaratan dapat berlangsung dengan aman. Pesawat GA604 akhirnya mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah pesawat berhasil mendarat, landas pacu Bandara Sultan Hasanuddin ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional sekaligus memberikan ruang bagi proses penanganan pesawat.&#13;
&#13;
Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan melalui koordinasi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar bersama tim teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia, ditemukan adanya pecah ban pada main wheel nomor 3.&#13;
&#13;
Pesawat selanjutnya ditarik atau towing dari runway menuju parking stand. Pesawat akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses perbaikan, termasuk penggantian main wheel.&#13;
&#13;
Dalam insiden tersebut, sebanyak 141 penumpang dan 8 awak pesawat telah ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.&#13;
&#13;
Kemenhub juga memastikan pemeriksaan dan pembersihan landas pacu telah dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta maupun Bandara Sultan Hasanuddin. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan penanganan insiden dilakukan melalui koordinasi antara awak pesawat, pengelola bandara, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, serta tim teknis.&#13;
&#13;
Kemenhub mengapresiasi respons cepat dan koordinasi seluruh pihak sehingga pesawat dapat mendarat dengan selamat dan penanganan pascakejadian dapat dilakukan sesuai prosedur.&#13;
&#13;
Kemenhub menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Pemantauan terhadap proses pemeriksaan dan penanganan pesawat GA604 juga akan terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi insiden pesawat Garuda Indonesia GA604 yang mengalami pecah ban roda utama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (3/9/2026).&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat dengan registrasi PK-GFS dan tipe Boeing 737-800 tersebut terbang dengan rute Jakarta&amp;ndash;Makassar. Pesawat kemudian berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, meski sebelumnya diketahui mengalami kerusakan pada salah satu roda utama.&#13;
&#13;
&amp;quot;Informasi mengenai pecahnya ban main wheel nomor 3 diterima setelah pesawat mengudara dari Bandara Soekarno-Hatta,&amp;quot; ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pada pukul 05.52 WIB, Tower JATSC Bandara Soekarno-Hatta menyampaikan informasi kepada Pilot in Command (PIC) bahwa setelah airborne, roda utama nomor 3 pesawat mengalami pecah ban.&#13;
&#13;
Sekitar 12 menit kemudian, pada pukul 06.04 WIB, PIC melakukan koordinasi melalui komunikasi Ground to Air (GTA). Setelah mempertimbangkan kondisi penerbangan, pilot memutuskan untuk melanjutkan penerbangan menuju Bandara Sultan Hasanuddin.&#13;
&#13;
Kemenhub bersama pihak terkait kemudian melakukan koordinasi dengan Bandara Sultan Hasanuddin untuk mengantisipasi potensi runway blocked ketika pesawat melakukan pendaratan.&#13;
&#13;
Selain itu, langkah-langkah penanganan juga disiapkan untuk memastikan proses pendaratan dapat berlangsung dengan aman. Pesawat GA604 akhirnya mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah pesawat berhasil mendarat, landas pacu Bandara Sultan Hasanuddin ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional sekaligus memberikan ruang bagi proses penanganan pesawat.&#13;
&#13;
Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan melalui koordinasi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar bersama tim teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia, ditemukan adanya pecah ban pada main wheel nomor 3.&#13;
&#13;
Pesawat selanjutnya ditarik atau towing dari runway menuju parking stand. Pesawat akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses perbaikan, termasuk penggantian main wheel.&#13;
&#13;
Dalam insiden tersebut, sebanyak 141 penumpang dan 8 awak pesawat telah ditangani dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.&#13;
&#13;
Kemenhub juga memastikan pemeriksaan dan pembersihan landas pacu telah dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta maupun Bandara Sultan Hasanuddin. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan penanganan insiden dilakukan melalui koordinasi antara awak pesawat, pengelola bandara, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, serta tim teknis.&#13;
&#13;
Kemenhub mengapresiasi respons cepat dan koordinasi seluruh pihak sehingga pesawat dapat mendarat dengan selamat dan penanganan pascakejadian dapat dilakukan sesuai prosedur.&#13;
&#13;
Kemenhub menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Pemantauan terhadap proses pemeriksaan dan penanganan pesawat GA604 juga akan terus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
