<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Zulhas Ungkap Penyebab Keracunan MBG: Dapur Bagus, Kelalaian SPPG dalam Distribusi</title><description>Zulhas mengungkapkan bahwa kasus keracunan makanan 748 penerima program MBG dipicu oleh kelalaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/05/320/3240281/zulhas-ungkap-penyebab-keracunan-mbg-dapur-bagus-kelalaian-sppg-dalam-distribusi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/05/320/3240281/zulhas-ungkap-penyebab-keracunan-mbg-dapur-bagus-kelalaian-sppg-dalam-distribusi"/><item><title>Zulhas Ungkap Penyebab Keracunan MBG: Dapur Bagus, Kelalaian SPPG dalam Distribusi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/05/320/3240281/zulhas-ungkap-penyebab-keracunan-mbg-dapur-bagus-kelalaian-sppg-dalam-distribusi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/05/320/3240281/zulhas-ungkap-penyebab-keracunan-mbg-dapur-bagus-kelalaian-sppg-dalam-distribusi</guid><pubDate>Sabtu 05 September 2026 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/05/320/3240281/zulhas-kyUe_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Zulhas Ungkap Penyebab Keracunan MBG: Dapur Bagus, Kelalaian SPPG dalam Distribusi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/05/320/3240281/zulhas-kyUe_large.png</image><title>Zulhas Ungkap Penyebab Keracunan MBG: Dapur Bagus, Kelalaian SPPG dalam Distribusi (Foto: Okezone)</title></images><description>LAMPUNG - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa kasus keracunan makanan 748 penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh kelalaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada proses distribusi.&#13;
&#13;
Kelalaian tersebut meliputi keterlambatan pengiriman makanan hingga penempatan hidangan yang sembarangan di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena gini, dapur bagus, semua bagus, tapi budaya, budaya ya. Misalnya masak, harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11 (siang) itu menimbul keracunan, kalau masak jam 6, makannya jam 11,&amp;quot; ujar Zulhas saat ditemui usai LPS Lampung Financial Festival, Sabtu (5/9/2026).&#13;
&#13;
Zulhas menjelaskan bahwa jarak waktu antara proses memasak, pengiriman, hingga makanan dikonsumsi memiliki batas ketat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keterlambatan distribusi berisiko tinggi mengubah kualitas makanan hingga memicu keracunan. Selain faktor waktu, kecerobohan lokasi penempatan makanan juga menjadi catatan evaluasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada juga misalnya distribusi naronya sembarangan. Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini kan menyangkut 60 juta orang, ini yang kita lagi tertibkan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Pemerintah telah memeriksa kebersihan dan kelayakan operasional fasilitas dapur MBG yang dipastikan sudah berada dalam kondisi baik. Kunci permasalahan murni terletak pada kebiasaan serta kedisiplinan sumber daya manusia saat mendistribusikan makanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Udah dicek, dapurnya bagus. Tapi tadi udah selesai masak, harus dikirim, nggak dikirim,&amp;quot; kata Zulhas.&#13;
&#13;
Melihat besarnya dampak keselamatan bagi para siswa, Zulhas menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi pihak-pihak yang abai terhadap prosedur keselamatan pangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu kan murni kesalahan manusia, bisa juga kelalai atau sengaja. Saya minta ditindak tegas, nggak boleh ada toleransi,&amp;quot; kata Zulhas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya udah minta tidak boleh ada toleransi, yang lalai, ganti SPPG-nya, siapa aja yang terlibat, ganti,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa perlindungan terhadap anak-anak tidak bisa dikompromikan hanya karena kelalaian oknum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak boleh mempertaruhkan anak kita, walaupun satu orang keracunan, kalau yang gak disiplin, yang lalai, ganti,&amp;quot; pungkas Zulhas. Mengenai potensi penanganan secara pidana, langkah penindakan akan disesuaikan dengan derajat kesalahan yang ditemukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Proses hukum?) Lhiat nanti kesalahannya, kalau sengaja, kalau lalai ya dipecat,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal TNI Trenggono menyampaikan bahwa mayoritas dari 748 &amp;nbsp;santri yang terdampak telah kembali ke pondok usai mendapatkan perawatan medis.&#13;
&#13;
Sebagai bentuk penanganan awal, BGN telah membekukan operasional SPPG Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sejak Rabu (2/9/2026) guna kepentingan investigasi dan evaluasi atas dugaan ketidakpatuhan terhadap standard operating procedure (SOP).&#13;
&#13;
Selain penghentian sementara, BGN turut mencopot kepala dapur lokasi tersebut untuk mendalami pemicu pasti insiden keracunan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>LAMPUNG - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa kasus keracunan makanan 748 penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh kelalaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada proses distribusi.&#13;
&#13;
Kelalaian tersebut meliputi keterlambatan pengiriman makanan hingga penempatan hidangan yang sembarangan di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena gini, dapur bagus, semua bagus, tapi budaya, budaya ya. Misalnya masak, harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan, dikirimnya jam 11 (siang) itu menimbul keracunan, kalau masak jam 6, makannya jam 11,&amp;quot; ujar Zulhas saat ditemui usai LPS Lampung Financial Festival, Sabtu (5/9/2026).&#13;
&#13;
Zulhas menjelaskan bahwa jarak waktu antara proses memasak, pengiriman, hingga makanan dikonsumsi memiliki batas ketat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keterlambatan distribusi berisiko tinggi mengubah kualitas makanan hingga memicu keracunan. Selain faktor waktu, kecerobohan lokasi penempatan makanan juga menjadi catatan evaluasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada juga misalnya distribusi naronya sembarangan. Ini kan menyangkut banyak kebiasaan kita, karena ini kan menyangkut 60 juta orang, ini yang kita lagi tertibkan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Pemerintah telah memeriksa kebersihan dan kelayakan operasional fasilitas dapur MBG yang dipastikan sudah berada dalam kondisi baik. Kunci permasalahan murni terletak pada kebiasaan serta kedisiplinan sumber daya manusia saat mendistribusikan makanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Udah dicek, dapurnya bagus. Tapi tadi udah selesai masak, harus dikirim, nggak dikirim,&amp;quot; kata Zulhas.&#13;
&#13;
Melihat besarnya dampak keselamatan bagi para siswa, Zulhas menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi pihak-pihak yang abai terhadap prosedur keselamatan pangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu kan murni kesalahan manusia, bisa juga kelalai atau sengaja. Saya minta ditindak tegas, nggak boleh ada toleransi,&amp;quot; kata Zulhas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya udah minta tidak boleh ada toleransi, yang lalai, ganti SPPG-nya, siapa aja yang terlibat, ganti,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa perlindungan terhadap anak-anak tidak bisa dikompromikan hanya karena kelalaian oknum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak boleh mempertaruhkan anak kita, walaupun satu orang keracunan, kalau yang gak disiplin, yang lalai, ganti,&amp;quot; pungkas Zulhas. Mengenai potensi penanganan secara pidana, langkah penindakan akan disesuaikan dengan derajat kesalahan yang ditemukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Proses hukum?) Lhiat nanti kesalahannya, kalau sengaja, kalau lalai ya dipecat,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal TNI Trenggono menyampaikan bahwa mayoritas dari 748 &amp;nbsp;santri yang terdampak telah kembali ke pondok usai mendapatkan perawatan medis.&#13;
&#13;
Sebagai bentuk penanganan awal, BGN telah membekukan operasional SPPG Kali Tengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, sejak Rabu (2/9/2026) guna kepentingan investigasi dan evaluasi atas dugaan ketidakpatuhan terhadap standard operating procedure (SOP).&#13;
&#13;
Selain penghentian sementara, BGN turut mencopot kepala dapur lokasi tersebut untuk mendalami pemicu pasti insiden keracunan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
