<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup hingga 17.30 WIB</title><description>Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. AirNav Indonesia memperpanjang estimasi penutupan operasional hingga pukul 17.30 WIB hari ini, Minggu (6/9/2026).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/06/320/3240440/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bandara-soekarno-hatta-ditutup-hingga-17-30-wib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/06/320/3240440/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bandara-soekarno-hatta-ditutup-hingga-17-30-wib"/><item><title>Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta Ditutup hingga 17.30 WIB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/06/320/3240440/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bandara-soekarno-hatta-ditutup-hingga-17-30-wib</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/06/320/3240440/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-bandara-soekarno-hatta-ditutup-hingga-17-30-wib</guid><pubDate>Minggu 06 September 2026 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/06/320/3240440/bandara_soetta-RPiz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara Soetta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/06/320/3240440/bandara_soetta-RPiz_large.jpg</image><title>Bandara Soetta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. AirNav Indonesia memperpanjang estimasi penutupan operasional hingga pukul 17.30 WIB hari ini, Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
Perpanjangan tersebut tercantum dalam Notice to Airmen (NOTAM) A3348/26 yang diterbitkan untuk menggantikan NOTAM sebelumnya, yakni A3346/26.&#13;
&#13;
Dalam NOTAM terbaru, Soekarno-Hatta masih berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi tersebut mulai berlaku pukul 13.23 WIB dengan estimasi bandara dapat kembali dibuka pada pukul 17.30 WIB.&#13;
&#13;
Sebelumnya, melalui NOTAM A3346/26, penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan hanya berlangsung hingga pukul 13.30 WIB. Dengan adanya pembaruan tersebut, waktu penutupan diperpanjang sekitar empat jam.&#13;
&#13;
AirNav Indonesia menyatakan keputusan tersebut dilakukan seiring perkembangan kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
Melalui Indonesia Network Management Center (INMC), AirNav terus memantau kondisi ruang udara dan pergerakan sebaran abu vulkanik. Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,&amp;quot; demikian keterangan AirNav Indonesia dalam siaran pers, Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
AirNav juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan dapat disampaikan secara tepat waktu.&#13;
&#13;
Dengan masih ditutupnya Soekarno-Hatta hingga estimasi pukul 17.30 WIB, jadwal penerbangan yang menggunakan bandara tersebut berpotensi mengalami perubahan. Penumpang disarankan mengikuti informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya.&#13;
&#13;
Adapun pembukaan kembali bandara tetap bergantung pada perkembangan kondisi ruang udara dan hasil pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. AirNav Indonesia memperpanjang estimasi penutupan operasional hingga pukul 17.30 WIB hari ini, Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
Perpanjangan tersebut tercantum dalam Notice to Airmen (NOTAM) A3348/26 yang diterbitkan untuk menggantikan NOTAM sebelumnya, yakni A3346/26.&#13;
&#13;
Dalam NOTAM terbaru, Soekarno-Hatta masih berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi tersebut mulai berlaku pukul 13.23 WIB dengan estimasi bandara dapat kembali dibuka pada pukul 17.30 WIB.&#13;
&#13;
Sebelumnya, melalui NOTAM A3346/26, penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan hanya berlangsung hingga pukul 13.30 WIB. Dengan adanya pembaruan tersebut, waktu penutupan diperpanjang sekitar empat jam.&#13;
&#13;
AirNav Indonesia menyatakan keputusan tersebut dilakukan seiring perkembangan kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
Melalui Indonesia Network Management Center (INMC), AirNav terus memantau kondisi ruang udara dan pergerakan sebaran abu vulkanik. Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,&amp;quot; demikian keterangan AirNav Indonesia dalam siaran pers, Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
AirNav juga terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan dapat disampaikan secara tepat waktu.&#13;
&#13;
Dengan masih ditutupnya Soekarno-Hatta hingga estimasi pukul 17.30 WIB, jadwal penerbangan yang menggunakan bandara tersebut berpotensi mengalami perubahan. Penumpang disarankan mengikuti informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya.&#13;
&#13;
Adapun pembukaan kembali bandara tetap bergantung pada perkembangan kondisi ruang udara dan hasil pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
