<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD146,5 Miliar pada Agustus 2026</title><description>Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240608/cadangan-devisa-ri-naik-jadi-usd146-5-miliar-pada-agustus-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240608/cadangan-devisa-ri-naik-jadi-usd146-5-miliar-pada-agustus-2026"/><item><title>Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD146,5 Miliar pada Agustus 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240608/cadangan-devisa-ri-naik-jadi-usd146-5-miliar-pada-agustus-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240608/cadangan-devisa-ri-naik-jadi-usd146-5-miliar-pada-agustus-2026</guid><pubDate>Senin 07 September 2026 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/07/320/3240608/rupiah-VjXw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat sebesar USD146,5 miliar. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/07/320/3240608/rupiah-VjXw_large.jpg</image><title> Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat sebesar USD146,5 miliar. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat sebesar USD146,5 miliar, meningkat dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 sebesar USD145,3 miliar.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan posisi cadangan devisa pada Agustus 2026 terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Kondisi tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,&amp;quot; kata Denny dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).&#13;
&#13;
BI menilai posisi cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, aliran masuk modal asing diprakirakan terus berlanjut sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tercatat sebesar USD146,5 miliar, meningkat dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 sebesar USD145,3 miliar.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan, peningkatan posisi cadangan devisa pada Agustus 2026 terutama dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Kondisi tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2026 setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,&amp;quot; kata Denny dalam keterangan resmi, Senin (7/9/2026).&#13;
&#13;
BI menilai posisi cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain itu, aliran masuk modal asing diprakirakan terus berlanjut sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
