<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos OJK Buka-bukaan Kondisi Sektor Keuangan RI di Tengah Gejolak Global</title><description>OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meskipun perekonomian global masih dibayangi risiko geopolitik.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240632/bos-ojk-buka-bukaan-kondisi-sektor-keuangan-ri-di-tengah-gejolak-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240632/bos-ojk-buka-bukaan-kondisi-sektor-keuangan-ri-di-tengah-gejolak-global"/><item><title>Bos OJK Buka-bukaan Kondisi Sektor Keuangan RI di Tengah Gejolak Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240632/bos-ojk-buka-bukaan-kondisi-sektor-keuangan-ri-di-tengah-gejolak-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240632/bos-ojk-buka-bukaan-kondisi-sektor-keuangan-ri-di-tengah-gejolak-global</guid><pubDate>Senin 07 September 2026 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/07/320/3240632/ojk-b5H7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos OJK Buka-bukaan Kondisi Sektor Keuangan RI di Tengah Gejolak Global (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/07/320/3240632/ojk-b5H7_large.jpg</image><title>Bos OJK Buka-bukaan Kondisi Sektor Keuangan RI di Tengah Gejolak Global (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan pertumbuhan fungsi intermediasi yang kuat, meskipun perekonomian global masih dibayangi risiko geopolitik dan tekanan inflasi yang tinggi.&#13;
&#13;
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa Rapat Bulanan OJK pada 26 Agustus 2026 mencatat adanya tantangan dari ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu gangguan rantai pasok energi global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah tetap tinggi seiring dengan berlarutnya konflik di Iran dan masih tertutupnya Selat Hormuz,&amp;quot; kata Kiki sapaan akrabnya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasill RDKB Agustus 2026, Senin (7/9/2026).&#13;
&#13;
Kiki menjelaskan, terhambatnya jalur distribusi energi tersebut memicu volatilitas harga minyak dan komoditas, sehingga tekanan inflasi global tetap berada di level tinggi. Kondisi ini kian diperberat oleh fenomena El Nino berkepanjangan yang menimbulkan kekeringan serta kebakaran hutan di berbagai belahan dunia.&#13;
&#13;
Perkembangan ekonomi global pun cenderung termoderasi pada kuartal II/2026. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat melambat di bawah ekspektasi, sementara PDB Tiongkok hanya tumbuh 4,3 persen year-on-year (YoY) dengan pelemahan yang berlanjut pada sektor produksi dan permintaan domestik.&#13;
&#13;
Di tengah tekanan eksternal tersebut, kinerja perekonomian domestik Indonesia justru mencatatkan resiliensi yang solid.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi triwulan 2 2026 tercatat tetap kuat, dengan tumbuh sebesar 5,29 persen year-on-year, didukung investasi dan belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga yang kuat juga masih menjadi penopang utama pertumbuhan,&amp;quot; jelas Kiki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa inflasi domestik pada Agustus 2026 tetap terkendali di level 3,19 persen YoY, meskipun aktivitas manufaktur berada di zona kontraksi dengan PMI di level 49,8.&#13;
&#13;
Untuk memperkuat industri keuangan nasional, OJK terus mendorong sejumlah agenda reformasi strategis. Di sektor pasar modal, OJK menyempurnakan kerangka enforcement serta mengatur demutualisasi bursa. Sementara untuk penguatan konglomerasi keuangan, OJK menyusun aturan kewajiban penyediaan modal minimum dan likuiditas terintegrasi bagi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK).&#13;
&#13;
OJK juga tengah menyiapkan infrastruktur dan aturan turunan mandat UU P2SK terkait pengalihan wewenang serta penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).&#13;
&#13;
Di samping penguatan regulasi, OJK mencanangkan gerakan nasional Bulan Dana Pensiun 2026 pada 6 September 2026 guna meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mempersiapkan masa purnabakti.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama pelaksanaannya akan digelar lebih dari 100 kegiatan literasi dan inklusi di berbagai daerah yang menyasar pekerja formal dan informal, kemudian ASN, anggota TNI dan Polri, pelaku UMKM, perempuan, serta generasi muda,&amp;quot; pungkas Kiki.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan pertumbuhan fungsi intermediasi yang kuat, meskipun perekonomian global masih dibayangi risiko geopolitik dan tekanan inflasi yang tinggi.&#13;
&#13;
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa Rapat Bulanan OJK pada 26 Agustus 2026 mencatat adanya tantangan dari ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu gangguan rantai pasok energi global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah tetap tinggi seiring dengan berlarutnya konflik di Iran dan masih tertutupnya Selat Hormuz,&amp;quot; kata Kiki sapaan akrabnya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasill RDKB Agustus 2026, Senin (7/9/2026).&#13;
&#13;
Kiki menjelaskan, terhambatnya jalur distribusi energi tersebut memicu volatilitas harga minyak dan komoditas, sehingga tekanan inflasi global tetap berada di level tinggi. Kondisi ini kian diperberat oleh fenomena El Nino berkepanjangan yang menimbulkan kekeringan serta kebakaran hutan di berbagai belahan dunia.&#13;
&#13;
Perkembangan ekonomi global pun cenderung termoderasi pada kuartal II/2026. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat melambat di bawah ekspektasi, sementara PDB Tiongkok hanya tumbuh 4,3 persen year-on-year (YoY) dengan pelemahan yang berlanjut pada sektor produksi dan permintaan domestik.&#13;
&#13;
Di tengah tekanan eksternal tersebut, kinerja perekonomian domestik Indonesia justru mencatatkan resiliensi yang solid.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di sisi domestik, pertumbuhan ekonomi triwulan 2 2026 tercatat tetap kuat, dengan tumbuh sebesar 5,29 persen year-on-year, didukung investasi dan belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga yang kuat juga masih menjadi penopang utama pertumbuhan,&amp;quot; jelas Kiki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan bahwa inflasi domestik pada Agustus 2026 tetap terkendali di level 3,19 persen YoY, meskipun aktivitas manufaktur berada di zona kontraksi dengan PMI di level 49,8.&#13;
&#13;
Untuk memperkuat industri keuangan nasional, OJK terus mendorong sejumlah agenda reformasi strategis. Di sektor pasar modal, OJK menyempurnakan kerangka enforcement serta mengatur demutualisasi bursa. Sementara untuk penguatan konglomerasi keuangan, OJK menyusun aturan kewajiban penyediaan modal minimum dan likuiditas terintegrasi bagi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK).&#13;
&#13;
OJK juga tengah menyiapkan infrastruktur dan aturan turunan mandat UU P2SK terkait pengalihan wewenang serta penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).&#13;
&#13;
Di samping penguatan regulasi, OJK mencanangkan gerakan nasional Bulan Dana Pensiun 2026 pada 6 September 2026 guna meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mempersiapkan masa purnabakti.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama pelaksanaannya akan digelar lebih dari 100 kegiatan literasi dan inklusi di berbagai daerah yang menyasar pekerja formal dan informal, kemudian ASN, anggota TNI dan Polri, pelaku UMKM, perempuan, serta generasi muda,&amp;quot; pungkas Kiki.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
