<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harita Nickel Reklamasi 272 Hektare Lahan Pasca Tambang</title><description>Aktivitas pertambangan membawa tantangan lingkungan yang menjadi sorotan masyarakat dan sejumlah lembaga pemerhati lingkungan. Harita Nickel menyatakan pengelolaan dampak lingkungan menjadi bagian dari operasi tambang.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240722/harita-nickel-reklamasi-272-hektare-lahan-pasca-tambang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240722/harita-nickel-reklamasi-272-hektare-lahan-pasca-tambang"/><item><title>Harita Nickel Reklamasi 272 Hektare Lahan Pasca Tambang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240722/harita-nickel-reklamasi-272-hektare-lahan-pasca-tambang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/07/320/3240722/harita-nickel-reklamasi-272-hektare-lahan-pasca-tambang</guid><pubDate>Senin 07 September 2026 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/07/320/3240722/reklamasi_lahan_pasca_tambang-MBZ1_large.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Reklamasi Lahan Pasca Tambang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/07/320/3240722/reklamasi_lahan_pasca_tambang-MBZ1_large.JPG</image><title>Reklamasi Lahan Pasca Tambang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Aktivitas pertambangan membawa tantangan lingkungan yang menjadi sorotan masyarakat dan sejumlah lembaga pemerhati lingkungan. Harita Nickel menyatakan pengelolaan dampak lingkungan menjadi bagian dari operasi tambang.&#13;
&#13;
Mine Reclamation Superintendent Environment &amp;amp; Business Improvement Harita Nickel Dodig Pratama&amp;nbsp;menyatakan perusahaan melakukan reklamasi dan rehabilitasi di area bekas tambang.&#13;
&#13;
Perusahaan menyebut saat ini telah mereklamasi 272 hektare lahan pascatambang dan merehabilitasi 2.591 hektare daerah aliran sungai.&amp;nbsp;Selain itu, sekitar 2.185 unit kumulatif rumah terumbu karang buatan telah dipasang. Pengelolaan air juga menjadi salah satu fokus.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Harita Nickel memanfaatkan air laut untuk 87,66% kebutuhan air operasional, mendaur ulang 10,72 juta meter kubik air, serta menanam 72.031 bibit mangrove sejak 2022.&#13;
&#13;
Di salah satu lahan pascatambang, tanaman jabon merah, kenari, cemara laut, sengon laut, hingga mahoni mulai tumbuh. Sebagian tanaman tersebut berasal dari pembibitan yang dilakukan sendiri di kawasan tambang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Usia tanaman di sini itu sudah tiga tahun, biasanya setelah tiga tahun, kami sudah tidak merawatnya lagi karena dianggap sudah bisa tumbuh sendiri,&amp;quot; ujar Dodig saat menunjukkan lahan pascatambang yang telah direvegetasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengelolaan air limpasan tambang juga dilakukan melalui kolam-kolam pengendapan.&#13;
&#13;
Hydrology Strategic Compliance Superintendent Harita Nickel Muhammad Sofyan, mengatakan perusahaan memiliki puluhan kolam pengendapan yang dipantau secara rutin.&#13;
&#13;
Pemeriksaan dilakukan setiap hari, antara lain terhadap tingkat keasaman (pH), total suspended solids (TSS), kejernihan, serta parameter kualitas air limpasan sesuai standar lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembangunan kolam-kolam pengendapan ini menelan biaya sekitar Rp25 miliar,&amp;quot; ucap Sofyan saat memantau kolam pengendapan di kawasan tambang bersama beberapa Media termasuk Okezone.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Aktivitas pertambangan membawa tantangan lingkungan yang menjadi sorotan masyarakat dan sejumlah lembaga pemerhati lingkungan. Harita Nickel menyatakan pengelolaan dampak lingkungan menjadi bagian dari operasi tambang.&#13;
&#13;
Mine Reclamation Superintendent Environment &amp;amp; Business Improvement Harita Nickel Dodig Pratama&amp;nbsp;menyatakan perusahaan melakukan reklamasi dan rehabilitasi di area bekas tambang.&#13;
&#13;
Perusahaan menyebut saat ini telah mereklamasi 272 hektare lahan pascatambang dan merehabilitasi 2.591 hektare daerah aliran sungai.&amp;nbsp;Selain itu, sekitar 2.185 unit kumulatif rumah terumbu karang buatan telah dipasang. Pengelolaan air juga menjadi salah satu fokus.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Harita Nickel memanfaatkan air laut untuk 87,66% kebutuhan air operasional, mendaur ulang 10,72 juta meter kubik air, serta menanam 72.031 bibit mangrove sejak 2022.&#13;
&#13;
Di salah satu lahan pascatambang, tanaman jabon merah, kenari, cemara laut, sengon laut, hingga mahoni mulai tumbuh. Sebagian tanaman tersebut berasal dari pembibitan yang dilakukan sendiri di kawasan tambang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Usia tanaman di sini itu sudah tiga tahun, biasanya setelah tiga tahun, kami sudah tidak merawatnya lagi karena dianggap sudah bisa tumbuh sendiri,&amp;quot; ujar Dodig saat menunjukkan lahan pascatambang yang telah direvegetasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pengelolaan air limpasan tambang juga dilakukan melalui kolam-kolam pengendapan.&#13;
&#13;
Hydrology Strategic Compliance Superintendent Harita Nickel Muhammad Sofyan, mengatakan perusahaan memiliki puluhan kolam pengendapan yang dipantau secara rutin.&#13;
&#13;
Pemeriksaan dilakukan setiap hari, antara lain terhadap tingkat keasaman (pH), total suspended solids (TSS), kejernihan, serta parameter kualitas air limpasan sesuai standar lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pembangunan kolam-kolam pengendapan ini menelan biaya sekitar Rp25 miliar,&amp;quot; ucap Sofyan saat memantau kolam pengendapan di kawasan tambang bersama beberapa Media termasuk Okezone.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
