<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar 6 Bandara yang Kembali Beroperasi setelah Terdampak Abu Anak Krakatau</title><description>Pembukaan kembali operasional tersebut dilakukan setelah AirNav Indonesia memperbarui status penerbangan melalui Notice to Airmen (NOTAM)&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/08/320/3240754/daftar-6-bandara-yang-kembali-beroperasi-setelah-terdampak-abu-anak-krakatau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/08/320/3240754/daftar-6-bandara-yang-kembali-beroperasi-setelah-terdampak-abu-anak-krakatau"/><item><title>Daftar 6 Bandara yang Kembali Beroperasi setelah Terdampak Abu Anak Krakatau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/08/320/3240754/daftar-6-bandara-yang-kembali-beroperasi-setelah-terdampak-abu-anak-krakatau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/08/320/3240754/daftar-6-bandara-yang-kembali-beroperasi-setelah-terdampak-abu-anak-krakatau</guid><pubDate>Selasa 08 September 2026 06:39 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/08/320/3240754/bandara-QmjV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ebanyak enam bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026). (Foto: Okezone.com/Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/08/320/3240754/bandara-QmjV_large.jpg</image><title>ebanyak enam bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026). (Foto: Okezone.com/Kemenhub)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak enam bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026). Pembukaan kembali operasional tersebut dilakukan setelah AirNav Indonesia memperbarui status penerbangan melalui Notice to Airmen (NOTAM) berdasarkan perkembangan kondisi sebaran abu dan evaluasi keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
Enam bandara tersebut yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto, Bandara Pondok Cabe, dan Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu.&#13;
&#13;
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan, pembaruan status operasional bandara dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik serta informasi aeronautika terbaru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembaruan NOTAM dilakukan berdasarkan perubahan kondisi sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan. Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan,&amp;rdquo; ujar Hermana, Selasa (8/9/2026).&#13;
&#13;
Daftar 6 Bandara yang Sudah Beroperasi&#13;
&#13;
Berdasarkan pembaruan NOTAM AirNav Indonesia, berikut enam bandara yang telah kembali beroperasi:&#13;
1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) kembali berstatus open and resumed operations berdasarkan NOTAM A3395/26 NOTAMR A3387/26 mulai pukul 00.30 WIB.&#13;
2. Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH) kembali berstatus open berdasarkan NOTAM A3396/26 NOTAMR A3386/26 mulai pukul 00.40 WIB.&#13;
3. Bandara Husein Sastranegara (WICC), Bandung, kembali berstatus open berdasarkan NOTAM C1123/26 NOTAMR C1116/26 mulai pukul 00.42 WIB.&#13;
4. Bandara Budiarto (WIRR), Tangerang, kembali berstatus open berdasarkan NOTAM C1126/26 NOTAMR C1115/26 mulai pukul 01.25 WIB.&#13;
5. Bandara Pondok Cabe (WIHP), Tangerang Selatan, kembali berstatus open berdasarkan NOTAM C1127/26 NOTAMR C1118/26 mulai pukul 01.28 WIB.&#13;
6. Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, telah lebih dahulu kembali berstatus open mulai pukul 08.12 WIB pada Senin (7/9/2026), berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26.&#13;
&#13;
Khusus Bandara Soekarno-Hatta, NOTAM terbaru mengingatkan bahwa awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih persisten di dalam Flight Information Region (FIR). Karena itu, pilot diminta meningkatkan kewaspadaan selama proses kedatangan dan keberangkatan.&#13;
Tiga Bandara Masih Ditutup&#13;
&#13;
Di sisi lain, tiga bandara masih berstatus closed hingga estimasi pukul 10.00 WIB pada Selasa (8/9/2026). Ketiganya yakni Bandara Radin Inten II (WILL) Lampung, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), dan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) Pandeglang.&#13;
Status penutupan tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
AirNav Pantau Sebaran Abu&#13;
&#13;
Hermana mengatakan, AirNav Indonesia terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan penerbangan.&#13;
&#13;
Pemantauan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari evaluasi, termasuk dengan memperhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala pada 7 September 2026 di sejumlah bandara terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan kondisi di lapangan terus kami pantau bersama regulator dan seluruh stakeholder penerbangan. Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan,&amp;rdquo; kata Hermana.&#13;
&#13;
AirNav Indonesia memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan dengan terus memantau perkembangan kondisi vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak enam bandara yang sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026). Pembukaan kembali operasional tersebut dilakukan setelah AirNav Indonesia memperbarui status penerbangan melalui Notice to Airmen (NOTAM) berdasarkan perkembangan kondisi sebaran abu dan evaluasi keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
Enam bandara tersebut yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto, Bandara Pondok Cabe, dan Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu.&#13;
&#13;
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan, pembaruan status operasional bandara dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik serta informasi aeronautika terbaru.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pembaruan NOTAM dilakukan berdasarkan perubahan kondisi sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan. Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan,&amp;rdquo; ujar Hermana, Selasa (8/9/2026).&#13;
&#13;
Daftar 6 Bandara yang Sudah Beroperasi&#13;
&#13;
Berdasarkan pembaruan NOTAM AirNav Indonesia, berikut enam bandara yang telah kembali beroperasi:&#13;
1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) kembali berstatus open and resumed operations berdasarkan NOTAM A3395/26 NOTAMR A3387/26 mulai pukul 00.30 WIB.&#13;
2. Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH) kembali berstatus open berdasarkan NOTAM A3396/26 NOTAMR A3386/26 mulai pukul 00.40 WIB.&#13;
3. Bandara Husein Sastranegara (WICC), Bandung, kembali berstatus open berdasarkan NOTAM C1123/26 NOTAMR C1116/26 mulai pukul 00.42 WIB.&#13;
4. Bandara Budiarto (WIRR), Tangerang, kembali berstatus open berdasarkan NOTAM C1126/26 NOTAMR C1115/26 mulai pukul 01.25 WIB.&#13;
5. Bandara Pondok Cabe (WIHP), Tangerang Selatan, kembali berstatus open berdasarkan NOTAM C1127/26 NOTAMR C1118/26 mulai pukul 01.28 WIB.&#13;
6. Bandara Pagar Alam/Atung Bungsu (WIPY), Pagar Alam, telah lebih dahulu kembali berstatus open mulai pukul 08.12 WIB pada Senin (7/9/2026), berdasarkan NOTAM C1107/26 NOTAMC C1105/26.&#13;
&#13;
Khusus Bandara Soekarno-Hatta, NOTAM terbaru mengingatkan bahwa awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih persisten di dalam Flight Information Region (FIR). Karena itu, pilot diminta meningkatkan kewaspadaan selama proses kedatangan dan keberangkatan.&#13;
Tiga Bandara Masih Ditutup&#13;
&#13;
Di sisi lain, tiga bandara masih berstatus closed hingga estimasi pukul 10.00 WIB pada Selasa (8/9/2026). Ketiganya yakni Bandara Radin Inten II (WILL) Lampung, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP), dan Bandara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) Pandeglang.&#13;
Status penutupan tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
AirNav Pantau Sebaran Abu&#13;
&#13;
Hermana mengatakan, AirNav Indonesia terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau serta berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan penerbangan.&#13;
&#13;
Pemantauan kondisi di lapangan juga menjadi bagian dari evaluasi, termasuk dengan memperhatikan hasil paper test volcanic ash yang dilakukan secara berkala pada 7 September 2026 di sejumlah bandara terdampak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perkembangan kondisi di lapangan terus kami pantau bersama regulator dan seluruh stakeholder penerbangan. Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan,&amp;rdquo; kata Hermana.&#13;
&#13;
AirNav Indonesia memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan dengan terus memantau perkembangan kondisi vulkanik dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
