<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumen Makin Pede! Keyakinan Agustus 2026 Naik Jadi 118,5</title><description>Keyakinan konsumen pada Agustus 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/09/320/3241007/konsumen-makin-pede-keyakinan-agustus-2026-naik-jadi-118-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/09/320/3241007/konsumen-makin-pede-keyakinan-agustus-2026-naik-jadi-118-5"/><item><title>Konsumen Makin Pede! Keyakinan Agustus 2026 Naik Jadi 118,5</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/09/320/3241007/konsumen-makin-pede-keyakinan-agustus-2026-naik-jadi-118-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/09/320/3241007/konsumen-makin-pede-keyakinan-agustus-2026-naik-jadi-118-5</guid><pubDate>Rabu 09 September 2026 11:13 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/09/320/3241007/mal-Up3c_large.png" expression="full" type="image/jpeg"> Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 berada pada level optimis. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/09/320/3241007/mal-Up3c_large.png</image><title> Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 berada pada level optimis. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 berada pada level optimis (indeks &amp;gt;100), yakni sebesar 118,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli 2026 sebesar 116,8.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, meningkatnya keyakinan konsumen pada Agustus 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meningkatnya keyakinan konsumen pada Agustus 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 109,4 dan 127,6, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli 2026 sebesar 107,9 dan 125,7,&amp;rdquo; ujar Denny dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).&#13;
&#13;
Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini meningkat, tecermin dari IKE Agustus 2026 sebesar 109,4 yang berada pada level optimis (indeks &amp;gt;100), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 107,9.&#13;
&#13;
Meningkatnya IKE ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) yang masing-masing tercatat sebesar 104,1, 106,1, dan 108,0.&#13;
&#13;
Menurut BI, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari IEK Agustus 2026 sebesar 127,6.&#13;
&#13;
Tetap kuatnya IEK bersumber dari peningkatan seluruh komponennya, yaitu Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK), dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU), yang masing-masing tercatat sebesar 134,9, 125,7, dan 122,1.&#13;
&#13;
Dalam survei yang sama, BI juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Agustus 2026 sebesar 74,2 persen, meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 72,7 persen.&#13;
&#13;
Proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 10 persen, relatif stabil dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,5 persen.&#13;
&#13;
Sementara itu, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 15,8 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 16,8 persen.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026 berada pada level optimis (indeks &amp;gt;100), yakni sebesar 118,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli 2026 sebesar 116,8.&#13;
&#13;
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, meningkatnya keyakinan konsumen pada Agustus 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meningkatnya keyakinan konsumen pada Agustus 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 109,4 dan 127,6, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Juli 2026 sebesar 107,9 dan 125,7,&amp;rdquo; ujar Denny dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).&#13;
&#13;
Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini meningkat, tecermin dari IKE Agustus 2026 sebesar 109,4 yang berada pada level optimis (indeks &amp;gt;100), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 107,9.&#13;
&#13;
Meningkatnya IKE ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) yang masing-masing tercatat sebesar 104,1, 106,1, dan 108,0.&#13;
&#13;
Menurut BI, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan meningkat. Hal ini tecermin dari IEK Agustus 2026 sebesar 127,6.&#13;
&#13;
Tetap kuatnya IEK bersumber dari peningkatan seluruh komponennya, yaitu Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK), dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU), yang masing-masing tercatat sebesar 134,9, 125,7, dan 122,1.&#13;
&#13;
Dalam survei yang sama, BI juga mencatat rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Agustus 2026 sebesar 74,2 persen, meningkat dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 72,7 persen.&#13;
&#13;
Proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 10 persen, relatif stabil dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,5 persen.&#13;
&#13;
Sementara itu, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 15,8 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 16,8 persen.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
