<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Bidik Dividen 20 Persen, Target Pertumbuhan Kredit Tetap 8-10 Persen pada 2026</title><description>Penetapan akhir besaran nilai dividen tersebut sepenuhnya berada di tangan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/278/3241212/btn-bidik-dividen-20-persen-target-pertumbuhan-kredit-tetap-8-10-persen-pada-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/278/3241212/btn-bidik-dividen-20-persen-target-pertumbuhan-kredit-tetap-8-10-persen-pada-2026"/><item><title>BTN Bidik Dividen 20 Persen, Target Pertumbuhan Kredit Tetap 8-10 Persen pada 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/278/3241212/btn-bidik-dividen-20-persen-target-pertumbuhan-kredit-tetap-8-10-persen-pada-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/278/3241212/btn-bidik-dividen-20-persen-target-pertumbuhan-kredit-tetap-8-10-persen-pada-2026</guid><pubDate>Kamis 10 September 2026 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/10/278/3241212/pe-dQOf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memberikan bocoran estimasi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) dari capaian kinerja tahun buku 2026. (Foto: Okezone.com/BTN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/10/278/3241212/pe-dQOf_large.jpg</image><title>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memberikan bocoran estimasi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) dari capaian kinerja tahun buku 2026. (Foto: Okezone.com/BTN)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memberikan bocoran estimasi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) dari capaian kinerja tahun buku 2026. Perseroan membidik porsi pembagian dividen di kisaran 20 persen.&#13;
&#13;
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan target tersebut telah dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau lihat RBB kita, memang target dividend payout kita sekitar 20 persen gitu ya. Itu yang ada di RBB-nya BTN,&amp;rdquo; kata Nixon dalam Public Expose Live BTN, Kamis (10/9/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Nixon menegaskan bahwa penetapan akhir besaran nilai dividen tersebut sepenuhnya berada di tangan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekali lagi bergantung kepada pemegang saham gitu ya, terutama nanti pada saat RUPS,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Nixon mengonfirmasi bahwa bank spesialis pembiayaan perumahan ini belum memiliki rencana untuk membagikan dividen interim pada tahun berjalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita belum apa namanya merencanakan adanya dividen payout dan memang kalau kita lihat sampai 5 tahun ke belakang BTN belum pernah membayarkan dividen, dividen interim, sorry, dividen interim dan sampai hari ini kita belum merencanakan adanya dividen interim,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, sepanjang semester I 2026, BTN membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp2,4 triliun atau melonjak 40,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Perolehan laba ini disokong oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang tumbuh 11,2 persen YoY menjadi Rp418,11 triliun hingga akhir Juni 2026.&#13;
&#13;
Pertumbuhan kredit tersebut juga diimbangi oleh perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross melandai ke level 3 persen dari posisi Juni 2025 yang sebesar 3,3 persen. Sementara itu, rasio kredit berisiko (Loan at Risk/LAR) berhasil ditekan dari 20,2 persen pada Juni 2025 menjadi 18,6 persen per Juni 2026.&#13;
&#13;
Akselerasi Strategi Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30 Persen pada 2030&#13;
&#13;
BTN juga mempercepat eksekusi strategi Beyond Mortgage untuk memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar sektor perumahan. Perseroan menargetkan porsi penyaluran kredit non-perumahan mampu menembus sekitar 30 persen dari total portofolio kredit pada 2030, meningkat dari posisi 20,4 persen per Juni 2026 dan 18,0 persen pada akhir 2025.&#13;
&#13;
Nixon menegaskan bahwa diversifikasi ke sektor non-perumahan ini dilakukan tanpa mengikis fokus utama perseroan di industri pembiayaan perumahan. Strategi ini justru dirancang untuk melengkapi kebutuhan finansial nasabah yang terkoneksi dalam ekosistem BTN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar,&amp;rdquo; ujar Nixon.&#13;
&#13;
Langkah diversifikasi tersebut ditempuh melalui jalur organik maupun anorganik, termasuk akuisisi portofolio kredit secara selektif. Di saat yang sama, BTN memperkuat penetrasi bisnis berbasis ekosistem. Hingga Juni 2026, BTN telah menjalin kemitraan dengan 59 pemerintah daerah, 57 universitas, 26 rumah sakit, serta merambah ekosistem pariwisata.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ekosistem menjadi pintu masuk yang sangat penting. Ketika BTN masuk ke pemerintah daerah, misalnya, peluangnya bukan hanya pengelolaan rekening institusi, tetapi juga payroll, KPR dan kredit konsumer bagi ASN, treasury hingga berbagai transaksi lainnya. Pola yang sama kami kembangkan di pendidikan, kesehatan maupun pariwisata,&amp;rdquo; ungkap Nixon.&#13;
&#13;
Akselerasi strategi ini turut disokong oleh ekosistem digital perseroan. Per Juni 2026, aplikasi bal&amp;eacute; by BTN telah menjaring 4,3 juta pengguna, bal&amp;eacute; Korpora digunakan sekitar 25.700 pengguna, serta didukung jaringan lebih dari 344.000 merchant, 11.000 pengembang (developer), dan 439.000 rekening payroll.&#13;
&#13;
BTN juga menyediakan fitur spesifik seperti Healthcare Dashboard bagi rumah sakit dan solusi transaksi terintegrasi di kawasan wisata.&#13;
&#13;
Selain mengandalkan pendapatan bunga, ekspansi Beyond Mortgage dimaksimalkan untuk memperbesar pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Salah satunya bersumber dari lini bancassurance yang menyumbang pendapatan nonbunga sebesar Rp27,4 miliar atau setara 1,5 persen dari total fee-based income BTN pada semester I 2026.&#13;
&#13;
Nixon kembali menekankan bahwa pendalaman ekosistem ini merupakan upaya perseroan dalam mendampingi seluruh siklus kehidupan finansial nasabah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, Beyond Mortgage bukan berarti kami bergeser dari perumahan. Housing tetap menjadi DNA BTN. Yang kami lakukan adalah memperbesar ekosistem di sekelilingnya sehingga hubungan BTN dengan nasabah menjadi semakin luas, baik individu, institusi maupun korporasi,&amp;rdquo; pungkas Nixon.&#13;
&#13;
Target Kredit Tetap 8-10 Persen pada 2026&#13;
&#13;
Sementara itu, BTN memutuskan untuk tidak melakukan revisi terhadap target pertumbuhan kredit tahun 2026, meskipun realisasi penyaluran kredit per Juni 2026 sudah menembus 11,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).&#13;
&#13;
Nixon menegaskan bahwa perseroan memilih konsisten memegang target pertumbuhan kredit di kisaran 8 persen hingga 10 persen YoY sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) awal hingga penutupan tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kita enggak revisi. Ini masih sama dengan RBB awal. Tapi memang realisasinya melebihi dari rencana,&amp;rdquo; ujar Nixon.&#13;
&#13;
Nixon menjelaskan bahwa lompatan penyaluran kredit yang menyentuh 11,2 persen pada semester I 2026 salah satunya ditopang oleh aksi akuisisi portofolio dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN).&#13;
&#13;
Dengan mempertimbangkan dinamika industri hingga akhir tahun, BTN tetap menahan target di koridor awal. Nixon menaksir jika ada kenaikan melebihi batas atas target, persentasenya hanya berada di angka tipis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita sebenarnya mengembalikan ke RKP awal saja 8 sampai 10 persen. Ya kalau pun lebih mungkin 10,1 atau 10,2 persen. Jadi enggak akan lebih,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Untuk menjaga kualitas portofolio, BTN akan memperketat selektivitas penyaluran kredit di sejumlah segmen perkreditan pada semester II 2026.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Nixon mengungkapkan bahwa laju ekspansi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), masih dibayangi tantangan dari sisi penyerapan pasar maupun rantai pasok perumahan. Kendala perizinan pembangunan rumah, khususnya di Jawa Barat, turut memicu perlambatan pasokan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apalagi sisi supply-nya juga masih pelan, terutama di daerah Jawa Barat. Ada beberapa persoalan perizinan dan sebagainya. Itu yang menyebabkan kami juga tetap memasang angka 8 sampai 10 persen,&amp;rdquo; kata Nixon.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memberikan bocoran estimasi rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) dari capaian kinerja tahun buku 2026. Perseroan membidik porsi pembagian dividen di kisaran 20 persen.&#13;
&#13;
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan target tersebut telah dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau lihat RBB kita, memang target dividend payout kita sekitar 20 persen gitu ya. Itu yang ada di RBB-nya BTN,&amp;rdquo; kata Nixon dalam Public Expose Live BTN, Kamis (10/9/2026).&#13;
&#13;
Meski demikian, Nixon menegaskan bahwa penetapan akhir besaran nilai dividen tersebut sepenuhnya berada di tangan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekali lagi bergantung kepada pemegang saham gitu ya, terutama nanti pada saat RUPS,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Nixon mengonfirmasi bahwa bank spesialis pembiayaan perumahan ini belum memiliki rencana untuk membagikan dividen interim pada tahun berjalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita belum apa namanya merencanakan adanya dividen payout dan memang kalau kita lihat sampai 5 tahun ke belakang BTN belum pernah membayarkan dividen, dividen interim, sorry, dividen interim dan sampai hari ini kita belum merencanakan adanya dividen interim,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, sepanjang semester I 2026, BTN membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp2,4 triliun atau melonjak 40,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Perolehan laba ini disokong oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang tumbuh 11,2 persen YoY menjadi Rp418,11 triliun hingga akhir Juni 2026.&#13;
&#13;
Pertumbuhan kredit tersebut juga diimbangi oleh perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross melandai ke level 3 persen dari posisi Juni 2025 yang sebesar 3,3 persen. Sementara itu, rasio kredit berisiko (Loan at Risk/LAR) berhasil ditekan dari 20,2 persen pada Juni 2025 menjadi 18,6 persen per Juni 2026.&#13;
&#13;
Akselerasi Strategi Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30 Persen pada 2030&#13;
&#13;
BTN juga mempercepat eksekusi strategi Beyond Mortgage untuk memperluas sumber pertumbuhan bisnis di luar sektor perumahan. Perseroan menargetkan porsi penyaluran kredit non-perumahan mampu menembus sekitar 30 persen dari total portofolio kredit pada 2030, meningkat dari posisi 20,4 persen per Juni 2026 dan 18,0 persen pada akhir 2025.&#13;
&#13;
Nixon menegaskan bahwa diversifikasi ke sektor non-perumahan ini dilakukan tanpa mengikis fokus utama perseroan di industri pembiayaan perumahan. Strategi ini justru dirancang untuk melengkapi kebutuhan finansial nasabah yang terkoneksi dalam ekosistem BTN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar,&amp;rdquo; ujar Nixon.&#13;
&#13;
Langkah diversifikasi tersebut ditempuh melalui jalur organik maupun anorganik, termasuk akuisisi portofolio kredit secara selektif. Di saat yang sama, BTN memperkuat penetrasi bisnis berbasis ekosistem. Hingga Juni 2026, BTN telah menjalin kemitraan dengan 59 pemerintah daerah, 57 universitas, 26 rumah sakit, serta merambah ekosistem pariwisata.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ekosistem menjadi pintu masuk yang sangat penting. Ketika BTN masuk ke pemerintah daerah, misalnya, peluangnya bukan hanya pengelolaan rekening institusi, tetapi juga payroll, KPR dan kredit konsumer bagi ASN, treasury hingga berbagai transaksi lainnya. Pola yang sama kami kembangkan di pendidikan, kesehatan maupun pariwisata,&amp;rdquo; ungkap Nixon.&#13;
&#13;
Akselerasi strategi ini turut disokong oleh ekosistem digital perseroan. Per Juni 2026, aplikasi bal&amp;eacute; by BTN telah menjaring 4,3 juta pengguna, bal&amp;eacute; Korpora digunakan sekitar 25.700 pengguna, serta didukung jaringan lebih dari 344.000 merchant, 11.000 pengembang (developer), dan 439.000 rekening payroll.&#13;
&#13;
BTN juga menyediakan fitur spesifik seperti Healthcare Dashboard bagi rumah sakit dan solusi transaksi terintegrasi di kawasan wisata.&#13;
&#13;
Selain mengandalkan pendapatan bunga, ekspansi Beyond Mortgage dimaksimalkan untuk memperbesar pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Salah satunya bersumber dari lini bancassurance yang menyumbang pendapatan nonbunga sebesar Rp27,4 miliar atau setara 1,5 persen dari total fee-based income BTN pada semester I 2026.&#13;
&#13;
Nixon kembali menekankan bahwa pendalaman ekosistem ini merupakan upaya perseroan dalam mendampingi seluruh siklus kehidupan finansial nasabah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, Beyond Mortgage bukan berarti kami bergeser dari perumahan. Housing tetap menjadi DNA BTN. Yang kami lakukan adalah memperbesar ekosistem di sekelilingnya sehingga hubungan BTN dengan nasabah menjadi semakin luas, baik individu, institusi maupun korporasi,&amp;rdquo; pungkas Nixon.&#13;
&#13;
Target Kredit Tetap 8-10 Persen pada 2026&#13;
&#13;
Sementara itu, BTN memutuskan untuk tidak melakukan revisi terhadap target pertumbuhan kredit tahun 2026, meskipun realisasi penyaluran kredit per Juni 2026 sudah menembus 11,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).&#13;
&#13;
Nixon menegaskan bahwa perseroan memilih konsisten memegang target pertumbuhan kredit di kisaran 8 persen hingga 10 persen YoY sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) awal hingga penutupan tahun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kita enggak revisi. Ini masih sama dengan RBB awal. Tapi memang realisasinya melebihi dari rencana,&amp;rdquo; ujar Nixon.&#13;
&#13;
Nixon menjelaskan bahwa lompatan penyaluran kredit yang menyentuh 11,2 persen pada semester I 2026 salah satunya ditopang oleh aksi akuisisi portofolio dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN).&#13;
&#13;
Dengan mempertimbangkan dinamika industri hingga akhir tahun, BTN tetap menahan target di koridor awal. Nixon menaksir jika ada kenaikan melebihi batas atas target, persentasenya hanya berada di angka tipis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita sebenarnya mengembalikan ke RKP awal saja 8 sampai 10 persen. Ya kalau pun lebih mungkin 10,1 atau 10,2 persen. Jadi enggak akan lebih,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Untuk menjaga kualitas portofolio, BTN akan memperketat selektivitas penyaluran kredit di sejumlah segmen perkreditan pada semester II 2026.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Nixon mengungkapkan bahwa laju ekspansi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), masih dibayangi tantangan dari sisi penyerapan pasar maupun rantai pasok perumahan. Kendala perizinan pembangunan rumah, khususnya di Jawa Barat, turut memicu perlambatan pasokan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apalagi sisi supply-nya juga masih pelan, terutama di daerah Jawa Barat. Ada beberapa persoalan perizinan dan sebagainya. Itu yang menyebabkan kami juga tetap memasang angka 8 sampai 10 persen,&amp;rdquo; kata Nixon.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
