<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akses Pembiayaan Jadi Kunci Generasi Muda Bisa Beli Rumah</title><description>Generasi Z dan milenial mulai memasuki fase mencari hunian, tetapi kemampuan finansial masih menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli rumah. Kondisi tersebut mendorong hadirnya layanan properti yang tidak hanya menyediakan pilihan hunian, tetapi juga membantu calon pembeli menghitung kemampuan pembiayaan hingga mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/320/3241268/akses-pembiayaan-jadi-kunci-generasi-muda-bisa-beli-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/320/3241268/akses-pembiayaan-jadi-kunci-generasi-muda-bisa-beli-rumah"/><item><title>Akses Pembiayaan Jadi Kunci Generasi Muda Bisa Beli Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/320/3241268/akses-pembiayaan-jadi-kunci-generasi-muda-bisa-beli-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/320/3241268/akses-pembiayaan-jadi-kunci-generasi-muda-bisa-beli-rumah</guid><pubDate>Kamis 10 September 2026 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/10/320/3241268/rumah_untuk_gen_z-MCkf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah untuk Gen Z (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/10/320/3241268/rumah_untuk_gen_z-MCkf_large.jpg</image><title>Rumah untuk Gen Z (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Generasi Z dan milenial mulai memasuki fase mencari hunian, tetapi kemampuan finansial masih menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli rumah. Kondisi tersebut mendorong hadirnya layanan properti yang tidak hanya menyediakan pilihan hunian, tetapi juga membantu calon pembeli menghitung kemampuan pembiayaan hingga mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).&#13;
&#13;
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 yang digelar pada 8&amp;ndash;13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta. Ajang yang didukung oleh bal&amp;eacute; by BTN dan Rumah123 ini menghadirkan beragam pilihan properti, mulai dari rumah baru, rumah second, KPR take over, hingga rumah lelang.&#13;
&#13;
Di tengah tantangan kepemilikan rumah bagi generasi muda, akses terhadap informasi properti dan pembiayaan menjadi semakin penting. Calon pembeli tidak hanya perlu menentukan lokasi dan tipe rumah, tetapi juga menyesuaikannya dengan penghasilan serta kemampuan mencicil.&#13;
&#13;
SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Thomas Wahyudi mengatakan, kolaborasi BTN dan Rumah123 memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam proses mencari hingga memiliki rumah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya,&amp;rdquo; ungkap Thomas.&#13;
&#13;
Menurut Thomas, ekosistem yang dikembangkan BTN dan Rumah123 memungkinkan calon pembeli mengetahui pilihan hunian sekaligus memperkirakan kemampuan pembiayaannya. Dengan demikian, keputusan membeli rumah dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan finansial.&#13;
&#13;
Calon pembeli, lanjut dia, perlu memperhitungkan sejumlah komponen sebelum mengambil KPR. Selain harga dan lokasi rumah, biaya hidup, transportasi, serta besaran cicilan juga perlu diperhitungkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Secara umum, kemampuan cicilan dapat berada di kisaran 30 persen dari penghasilan. Namun, besaran tersebut tetap bergantung pada kondisi keuangan dan kemampuan masing-masing calon debitur.&#13;
Ekosistem Properti Terintegrasi&#13;
&#13;
Kemudahan akses terhadap hunian juga semakin berkembang seiring dengan digitalisasi layanan properti. Calon pembeli kini dapat melakukan pencarian rumah sekaligus memperoleh informasi mengenai pembiayaan melalui kanal digital.&#13;
&#13;
Thomas mengatakan, BTN mengembangkan pendekatan online-to-offline dan offline-to-online untuk memberikan fleksibilitas kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Thomas menegaskan, pengembangan layanan properti tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan nasabah, khususnya generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun,&amp;rdquo; katanya.&#13;
Pendekatan tersebut dinilai penting karena proses membeli rumah bagi generasi muda tidak berhenti pada menemukan properti yang sesuai. Calon pembeli juga membutuhkan kepastian mengenai kemampuan membayar dan pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan.&#13;
&#13;
Mencari Rumah Sekaligus Mengukur Kemampuan Finansial&#13;
&#13;
&#13;
CEO 99 Group Darius Cheung mengatakan, membeli rumah merupakan salah satu keputusan finansial terbesar dalam kehidupan seseorang. Karena itu, masyarakat membutuhkan pendampingan sejak tahap awal pencarian properti hingga memperoleh solusi pembiayaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan,&amp;rdquo; kata Darius.&#13;
CMO 99 Group Bharat Buxani menambahkan, kebutuhan calon pembeli rumah berbeda-beda. Sebagian masyarakat baru berada pada tahap mencari hunian, sementara lainnya sudah mulai menghitung kemampuan finansial atau membutuhkan solusi untuk KPR yang sedang berjalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan, perluasan akses terhadap hunian membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Generasi Z dan milenial mulai memasuki fase mencari hunian, tetapi kemampuan finansial masih menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum membeli rumah. Kondisi tersebut mendorong hadirnya layanan properti yang tidak hanya menyediakan pilihan hunian, tetapi juga membantu calon pembeli menghitung kemampuan pembiayaan hingga mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).&#13;
&#13;
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 yang digelar pada 8&amp;ndash;13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta. Ajang yang didukung oleh bal&amp;eacute; by BTN dan Rumah123 ini menghadirkan beragam pilihan properti, mulai dari rumah baru, rumah second, KPR take over, hingga rumah lelang.&#13;
&#13;
Di tengah tantangan kepemilikan rumah bagi generasi muda, akses terhadap informasi properti dan pembiayaan menjadi semakin penting. Calon pembeli tidak hanya perlu menentukan lokasi dan tipe rumah, tetapi juga menyesuaikannya dengan penghasilan serta kemampuan mencicil.&#13;
&#13;
SEVP Digital Business PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Thomas Wahyudi mengatakan, kolaborasi BTN dan Rumah123 memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam proses mencari hingga memiliki rumah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya,&amp;rdquo; ungkap Thomas.&#13;
&#13;
Menurut Thomas, ekosistem yang dikembangkan BTN dan Rumah123 memungkinkan calon pembeli mengetahui pilihan hunian sekaligus memperkirakan kemampuan pembiayaannya. Dengan demikian, keputusan membeli rumah dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan finansial.&#13;
&#13;
Calon pembeli, lanjut dia, perlu memperhitungkan sejumlah komponen sebelum mengambil KPR. Selain harga dan lokasi rumah, biaya hidup, transportasi, serta besaran cicilan juga perlu diperhitungkan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Secara umum, kemampuan cicilan dapat berada di kisaran 30 persen dari penghasilan. Namun, besaran tersebut tetap bergantung pada kondisi keuangan dan kemampuan masing-masing calon debitur.&#13;
Ekosistem Properti Terintegrasi&#13;
&#13;
Kemudahan akses terhadap hunian juga semakin berkembang seiring dengan digitalisasi layanan properti. Calon pembeli kini dapat melakukan pencarian rumah sekaligus memperoleh informasi mengenai pembiayaan melalui kanal digital.&#13;
&#13;
Thomas mengatakan, BTN mengembangkan pendekatan online-to-offline dan offline-to-online untuk memberikan fleksibilitas kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Thomas menegaskan, pengembangan layanan properti tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan nasabah, khususnya generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun,&amp;rdquo; katanya.&#13;
Pendekatan tersebut dinilai penting karena proses membeli rumah bagi generasi muda tidak berhenti pada menemukan properti yang sesuai. Calon pembeli juga membutuhkan kepastian mengenai kemampuan membayar dan pilihan pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan.&#13;
&#13;
Mencari Rumah Sekaligus Mengukur Kemampuan Finansial&#13;
&#13;
&#13;
CEO 99 Group Darius Cheung mengatakan, membeli rumah merupakan salah satu keputusan finansial terbesar dalam kehidupan seseorang. Karena itu, masyarakat membutuhkan pendampingan sejak tahap awal pencarian properti hingga memperoleh solusi pembiayaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan,&amp;rdquo; kata Darius.&#13;
CMO 99 Group Bharat Buxani menambahkan, kebutuhan calon pembeli rumah berbeda-beda. Sebagian masyarakat baru berada pada tahap mencari hunian, sementara lainnya sudah mulai menghitung kemampuan finansial atau membutuhkan solusi untuk KPR yang sedang berjalan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan, perluasan akses terhadap hunian membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
