<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukan Sekadar Pengalaman, Ini Alasan Kompetensi SDM Penting di Industri Konstruksi</title><description>Kompetensi tersebut dibutuhkan agar perusahaan mampu menempatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan, menyusun sistem kerja yang tepat&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/320/3241339/bukan-sekadar-pengalaman-ini-alasan-kompetensi-sdm-penting-di-industri-konstruksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/320/3241339/bukan-sekadar-pengalaman-ini-alasan-kompetensi-sdm-penting-di-industri-konstruksi"/><item><title>Bukan Sekadar Pengalaman, Ini Alasan Kompetensi SDM Penting di Industri Konstruksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/320/3241339/bukan-sekadar-pengalaman-ini-alasan-kompetensi-sdm-penting-di-industri-konstruksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/10/320/3241339/bukan-sekadar-pengalaman-ini-alasan-kompetensi-sdm-penting-di-industri-konstruksi</guid><pubDate>Kamis 10 September 2026 21:10 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/10/320/3241339/konstruksi-p6eT_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bukan Sekadar Pengalaman, Ini Alasan Kompetensi SDM Penting di Industri Konstruksi. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/10/320/3241339/konstruksi-p6eT_large.jpg</image><title>Bukan Sekadar Pengalaman, Ini Alasan Kompetensi SDM Penting di Industri Konstruksi. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Brantas Abipraya (persero) meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) karena menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan dan daya saing perusahaan konstruksi. Dinamika proyek, perubahan regulasi ketenagakerjaan, kebutuhan tenaga kerja yang semakin spesifik, hingga transformasi digital menuntut fungsi Manajemen SDM tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur.&#13;
&#13;
Kompetensi tersebut dibutuhkan agar perusahaan mampu menempatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan, menyusun sistem kerja yang tepat, mengelola hubungan kerja, hingga memastikan pengembangan talenta berjalan sesuai kebutuhan bisnis. Karena itu, uji kompetensi menjadi salah satu cara untuk memastikan kemampuan profesional di bidang MSDM telah memenuhi standar yang ditetapkan.&#13;
&#13;
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital &amp;amp; Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, mengatakan sertifikasi kompetensi memberikan manfaat lebih dari sekadar pengakuan formal. Menurutnya, sertifikasi membantu memastikan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki SDM dapat dibuktikan melalui kompetensi yang terukur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,&amp;rdquo; ujar Purnomo, Senin (10/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut dia, kebutuhan tersebut semakin relevan bagi industri konstruksi yang menghadapi perubahan teknologi, digitalisasi, perkembangan regulasi ketenagakerjaan, serta tuntutan tata kelola perusahaan yang semakin tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Melalui sertifikasi MSDM, peserta mendapatkan penguatan kompetensi dalam berbagai aspek pengelolaan SDM. Materi yang diberikan antara lain penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, serta pembelajaran dan pengembangan SDM.&#13;
&#13;
Kemampuan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan perusahaan konstruksi. Pengelolaan tenaga kerja yang tepat dapat membantu perusahaan memastikan kebutuhan SDM sesuai dengan karakteristik dan target proyek, sementara pemahaman mengenai hubungan kerja, pengupahan, dan regulasi dapat mendukung terciptanya pengelolaan ketenagakerjaan yang lebih tertib.&#13;
&#13;
Purnomo mengatakan penguatan kompetensi juga diperlukan karena fungsi Human Capital telah berkembang dari yang sebelumnya berfokus pada administrasi menjadi mitra strategis perusahaan. Fungsi tersebut dituntut mampu membaca kebutuhan organisasi, menyiapkan talenta, serta memastikan kompetensi SDM sejalan dengan arah dan strategi bisnis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Purnomo, sertifikasi juga dapat menjadi momentum bagi peserta untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki telah memenuhi standar profesional. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengakuan atas kompetensinya, tetapi juga memiliki dasar untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan industri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas perspektif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan dan lingkungan sekitarnya,&amp;rdquo; pungkas Purnomo.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Brantas Abipraya (persero) meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) karena menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan dan daya saing perusahaan konstruksi. Dinamika proyek, perubahan regulasi ketenagakerjaan, kebutuhan tenaga kerja yang semakin spesifik, hingga transformasi digital menuntut fungsi Manajemen SDM tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur.&#13;
&#13;
Kompetensi tersebut dibutuhkan agar perusahaan mampu menempatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan, menyusun sistem kerja yang tepat, mengelola hubungan kerja, hingga memastikan pengembangan talenta berjalan sesuai kebutuhan bisnis. Karena itu, uji kompetensi menjadi salah satu cara untuk memastikan kemampuan profesional di bidang MSDM telah memenuhi standar yang ditetapkan.&#13;
&#13;
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital &amp;amp; Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, mengatakan sertifikasi kompetensi memberikan manfaat lebih dari sekadar pengakuan formal. Menurutnya, sertifikasi membantu memastikan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki SDM dapat dibuktikan melalui kompetensi yang terukur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,&amp;rdquo; ujar Purnomo, Senin (10/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut dia, kebutuhan tersebut semakin relevan bagi industri konstruksi yang menghadapi perubahan teknologi, digitalisasi, perkembangan regulasi ketenagakerjaan, serta tuntutan tata kelola perusahaan yang semakin tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Melalui sertifikasi MSDM, peserta mendapatkan penguatan kompetensi dalam berbagai aspek pengelolaan SDM. Materi yang diberikan antara lain penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, serta pembelajaran dan pengembangan SDM.&#13;
&#13;
Kemampuan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan perusahaan konstruksi. Pengelolaan tenaga kerja yang tepat dapat membantu perusahaan memastikan kebutuhan SDM sesuai dengan karakteristik dan target proyek, sementara pemahaman mengenai hubungan kerja, pengupahan, dan regulasi dapat mendukung terciptanya pengelolaan ketenagakerjaan yang lebih tertib.&#13;
&#13;
Purnomo mengatakan penguatan kompetensi juga diperlukan karena fungsi Human Capital telah berkembang dari yang sebelumnya berfokus pada administrasi menjadi mitra strategis perusahaan. Fungsi tersebut dituntut mampu membaca kebutuhan organisasi, menyiapkan talenta, serta memastikan kompetensi SDM sejalan dengan arah dan strategi bisnis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin memastikan kesempatan pengembangan kompetensi ini diberikan kepada peserta yang siap dan memiliki komitmen untuk terus belajar,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Purnomo, sertifikasi juga dapat menjadi momentum bagi peserta untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimiliki telah memenuhi standar profesional. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengakuan atas kompetensinya, tetapi juga memiliki dasar untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan industri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas perspektif, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perusahaan dan lingkungan sekitarnya,&amp;rdquo; pungkas Purnomo.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
