<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Pastikan Rusia Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan</title><description>Perusahaan asal Rusia, United Company Rusal, berencana menanamkan investasi untuk membangun fasilitas hilirisasi bauksit menjadi alumina di Kalimantan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/11/320/3241489/bahlil-pastikan-rusia-bangun-pabrik-alumina-di-kalimantan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/11/320/3241489/bahlil-pastikan-rusia-bangun-pabrik-alumina-di-kalimantan"/><item><title>Bahlil Pastikan Rusia Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/11/320/3241489/bahlil-pastikan-rusia-bangun-pabrik-alumina-di-kalimantan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/11/320/3241489/bahlil-pastikan-rusia-bangun-pabrik-alumina-di-kalimantan</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2026 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/11/320/3241489/bahlil-f2Ri_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bahlil Pastikan Rusia Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/11/320/3241489/bahlil-f2Ri_large.jpg</image><title>Bahlil Pastikan Rusia Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan asal Rusia, United Company Rusal, berencana menanamkan investasi untuk membangun fasilitas hilirisasi bauksit menjadi alumina di Kalimantan. Proyek tersebut akan dikembangkan Rusal melalui kerja sama dengan pengusaha dalam negeri.&#13;
&#13;
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana investasi tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian perizinan. Menurut dia, proses perizinan proyek tersebut sudah mendekati tahap final.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rusal, mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina dan itu di daerah Kalimantan. Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final,&amp;quot; kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2026).&#13;
&#13;
Bahlil menambahkan, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara Rusal dengan pelaku usaha di dalam negeri dalam merealisasikan proyek tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan kita memang melakukan kolaborasi, dan mereka melakukan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Bahlil belum mengungkapkan nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas pengolahan bauksit tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengatakan besaran investasi masih menunggu penyelesaian studi kelayakan (feasibility study/FS). Studi tersebut diperlukan untuk menghitung kebutuhan investasi proyek secara lebih rinci.&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Nanti studi kelayakannya saya selesaikan dahulu,&amp;quot; kata Bahlil.&#13;
&#13;
Dengan adanya fasilitas tersebut, rencana investasi Rusal akan menambah kapasitas pengolahan bauksit di dalam negeri sekaligus memperkuat agenda hilirisasi mineral Indonesia. Namun, pemerintah masih menunggu hasil studi kelayakan sebelum menyampaikan lebih jauh mengenai skala dan nilai investasi proyek tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan asal Rusia, United Company Rusal, berencana menanamkan investasi untuk membangun fasilitas hilirisasi bauksit menjadi alumina di Kalimantan. Proyek tersebut akan dikembangkan Rusal melalui kerja sama dengan pengusaha dalam negeri.&#13;
&#13;
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana investasi tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian perizinan. Menurut dia, proses perizinan proyek tersebut sudah mendekati tahap final.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rusal, mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina dan itu di daerah Kalimantan. Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final,&amp;quot; kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2026).&#13;
&#13;
Bahlil menambahkan, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara Rusal dengan pelaku usaha di dalam negeri dalam merealisasikan proyek tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan kita memang melakukan kolaborasi, dan mereka melakukan kerja sama dengan pengusaha dalam negeri,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Bahlil belum mengungkapkan nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas pengolahan bauksit tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengatakan besaran investasi masih menunggu penyelesaian studi kelayakan (feasibility study/FS). Studi tersebut diperlukan untuk menghitung kebutuhan investasi proyek secara lebih rinci.&amp;nbsp;&#13;
&amp;quot;Nanti studi kelayakannya saya selesaikan dahulu,&amp;quot; kata Bahlil.&#13;
&#13;
Dengan adanya fasilitas tersebut, rencana investasi Rusal akan menambah kapasitas pengolahan bauksit di dalam negeri sekaligus memperkuat agenda hilirisasi mineral Indonesia. Namun, pemerintah masih menunggu hasil studi kelayakan sebelum menyampaikan lebih jauh mengenai skala dan nilai investasi proyek tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
