<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BGN Akan Bangun SPPG di Wilayah 3T</title><description>Badan Gizi Nasional (BGN) akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bertahap di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/12/320/3241684/bgn-akan-bangun-sppg-di-wilayah-3t</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/09/12/320/3241684/bgn-akan-bangun-sppg-di-wilayah-3t"/><item><title>BGN Akan Bangun SPPG di Wilayah 3T</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/09/12/320/3241684/bgn-akan-bangun-sppg-di-wilayah-3t</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/09/12/320/3241684/bgn-akan-bangun-sppg-di-wilayah-3t</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2026 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/12/320/3241684/kepala_bgn_sudaryono-54SM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BGN Sudaryono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/12/320/3241684/kepala_bgn_sudaryono-54SM_large.jpg</image><title>Kepala BGN Sudaryono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Badan Gizi Nasional (BGN) akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bertahap di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan wilayah 3T menjadi salah satu prioritas dalam perluasan layanan MBG, bersama daerah yang memiliki angka stunting tinggi dan sangat tinggi. Pembukaan SPPG akan dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan dan kesiapan masing-masing wilayah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali,&amp;rdquo; ujarnya dikutip Sabtu (12/9/2026).&#13;
&#13;
Dia mencontohkan Maluku dan Papua yang masih memiliki banyak satuan pendidikan yang belum terlayani MBG. Berdasarkan pendataan BGN, terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut yang belum mendapatkan layanan program tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Contoh saja misalnya di Maluku dan di Papua, ada sekitar 15.000 satuan pendidikan yang belum terlayani. Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas, ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk mendukung perluasan tersebut, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai prioritas.&#13;
&#13;
Pembukaan SPPG tidak dilakukan secara serentak, melainkan melalui tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing wilayah&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Badan Gizi Nasional (BGN) akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bertahap di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan wilayah 3T menjadi salah satu prioritas dalam perluasan layanan MBG, bersama daerah yang memiliki angka stunting tinggi dan sangat tinggi. Pembukaan SPPG akan dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan dan kesiapan masing-masing wilayah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah atau satuan pendidikan yang berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan tinggi sekali,&amp;rdquo; ujarnya dikutip Sabtu (12/9/2026).&#13;
&#13;
Dia mencontohkan Maluku dan Papua yang masih memiliki banyak satuan pendidikan yang belum terlayani MBG. Berdasarkan pendataan BGN, terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut yang belum mendapatkan layanan program tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Contoh saja misalnya di Maluku dan di Papua, ada sekitar 15.000 satuan pendidikan yang belum terlayani. Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas, ditambah dengan wilayah-wilayah lain yang angka stuntingnya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk mendukung perluasan tersebut, BGN akan membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai prioritas.&#13;
&#13;
Pembukaan SPPG tidak dilakukan secara serentak, melainkan melalui tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing wilayah&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
